BEBERAPA waktu lalu, kita kembali kehilangan salah satu tokoh panutan yaitu Kiai MaiMoen Zubair atau orang ada menyebutnya Mbah Moen. Manusia yang dipilih langsung Allah SWT untuk menyebarkan kasing sayang dan cintanya kepada manusia khususnya bangsa Indonesia. Keberadaan Mbah Moen sepanjang hidupnya sangat dirasakan mamfaatnya oleh semua kalangan. Sebagai orang Islam, keteladanannya bukan hanya dirasakan oleh umat Islam saja, akan tetapi juga dirasakan penganut agama lainnya.

IKLAN

Terbukti ketika mendengar Mbah Moen wafat pada hari Selasa pada tanggal 06 Agustus 2019 dan dimakamkan di Ma’la Makkatul Mukarramah, Beberapa pemeluk agama yang berbeda dengan Mbah Moen memajang fotonya dengan menghidupkan lilin di depannya sebagai salah satu bentuk penghormatan. Sebagai tokoh dan sesepuh NU, keteladannya tidak hanya dirasakan warga Nahdiyin semata. Akan tetapi dirasakan juga oleh organisasi keagamaan dan kemasyarakatan lainnya. Sebagai aktivis PPP, keteladanannya tidak hanya dirasakan oleh orang yang separtai politik dengannya. Akan tetapi juga dirasakan oleh orang yang berbeda partai dengannya. Bahkan ketika perhelatan politik praktis terbesar tahun ini yaitu Pilpres, dua kandidat capres secara langsung sowan kepada beliau untuk mendapatkan dukungan dan simpati masyarakat.

Menyikapi salah seorang yang bicara kasar padanya akibat kontestasi politik, Mbah Moen tetap saja memilih tidak mengeraskan suara. Dari sini sudah jelas bahwa ukhuwah wathaniyah senantiasa dijunjung tinggi di tengah kecendrungan orang yang mudah terbakar emosinya. Dari sini sudah nyata bahwa sebagai bangsa Indonesia, Mbah Moen berupaya menjaga keutuhan NKRI dan menyangga pilar persatuan agar tetap kokoh. Sebagai bentuk nyata menjaga dan mengamalkan keluhuran nilai-nilai yang ada dalam Pancasila dan UUD 1945.

Setelah wafatnya Mbah Moen, banyak kebaikan dan keteladanan yang diuraikan dari orang yang pernah merasakan langsung maupun tidak langsung. Walaupun Mbah Moen secara latar belakang pendidikan banyak menghabiskan waktu di pesantren. NaMoen wawasan, perhatian, dan kepeduliannya kepada bangsa dan negara ini sudah terbukti dan teruji. Tidak jarang para petinggi negeri ini secara khusus mendatangi beliau untuk berdiskusi dan mencari solusi terhadap persoalan demi persoalan di negeri ini.

Kewafatan Mbah Maimoen menjadi pelajaran dan gambaran bahwa ketika manusia meninggal, maka apa yang dilakukan selama hidupnya akan bicara. Kalau orang itu selama hidupnya seringkali melakukan kebaikan dan bermamfaat tentu kenangan baik yang akan menyertai kepergiannya. Ada yang mengatakan ketika manusia lahir maka ia menangis sementara di sekelilingnya tersenyum bahagia. Bagaimana ketika dia meninggal dia tersenyum bahagia sementara disekelilingnya menangis kehilangan. Itu sudah terjadi pada kewafatan Mbah Maimoen. Saya khusnuddon bahwa Mbah Maimoen khusnul khotimah. Di bulan sama, beberapa hari setelah Mbah Maimoen Wafat. Sejumlah orang menginisiasi peringatan ulang tahun K.H. Ahmad Mustafa Bisri yang ke 75 tahun bertempat di di Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang, Rabu malam (14/8).

Di Indonesia, Gus Mus termasuk salah satu tokoh penting yang masih menjadi rujukan banyak orang. Baik dalam beragama, berbangsa dan bernegara. Beliau termasuk kiai pesantren yang banyak diterima semua golongan sebagaimana Gus Mus menerima semua golongan. Setiap Gus Mus sampai pada ulang tahun kelahirannya. Ucapan selamat dan doa berdatangan untuknya. Saya meyakini, banyak orang yang berharap Gus Mus diberi anugerah usia panjang sehingga menjadi penyeimbang di tengah ketidakseimbangan, pengayom yang merangkul dengan kehangatan dan keteduhan, juru kampanye kemanusiaan, kasih sayang dan perdamaian.

Di berbagai forum, Gus Mus senantiasa mengenalkan, menanamkan dan mengenalkan bagaimana ajaran Islam Rahmatan lil Alamin dan keluhuran akhlak Nabi Muhammad SAW terutama berkaitan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan cinta tanah air. Ketika ada orang yang berbeda pandangan bahkan menjelek-jelekkan dirinya. Kearifan senantiasa ditampakkan dan dicontohkan setiap menghadapi dinamika dan menyikapi persoalan demi persoalan yang ada. Baik yang menimpa dirinya langsung maupun tidak.

Mbah Moen maupun Gus Mus adalah dua contoh keteladan dan diterima semua kalangan atau golongan. Kewafatan Mbah Moen mengundang tangis duka cita mendalam yang dirasakan banyak orang. Ada orang yang mengatakan bahwa diantara tanda orang baik ketika dia pergi banyak kebaikan yang dibicarakan dan dikenang. Terlebih cita-citanya dilanjutkan. Peringatan kelahiran Gus Mus juga memiliki kandungan nilai yang berharga. Sehingga baberapa orang memiliki keinginan untuk datang. Ini tentu tidak lepas dari sosok Gus Mus bagaimana memposisikan diri sebagai hambaNya dan sebagai manusia yang hidup di Indonesia. Kedua kiai Indonesia itu saya rasa paham betul bagaimana memposisikan diri sebagai pemeluk dan pemuka agama, sebagai warga Indonesia dan sebagai manusia sehingga tidak punya alasan memusuhi siapa saja.

*) Penulis adalah pengurus Rayon IKSASS Bondowoso, Pengurus Cyber PC GP Ansor Bondowoso.