alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Gagap Pascaseremonial

Mobile_AP_Rectangle 1

Setiap event bukan hanya punya kisah, namun juga menyisakan cerita. Tak terkecuali ajang Porprov VII di Kabupaten Jember, Lumajang, Bondowoso dan Situbondo. Sinergi manis empat Kabupaten di wilayah Besuki Raya patut memperoleh apresiasi tersendiri. Hingga, helatan akbar menjadi kelar, menempatkan Kota Surabaya sebagai peringkat pertama, Kab Lumajang ke-8 dan Jember ke-9 dalam hal perolehan medali. Bukan berarti tidak ada lagi yang terungkap, justru menjadi lebih menarik lagi. Dari Kabupaten Jember media menyorot keterlambatan uang saku dan bonus. Berlanjut sorotan terhadap nasib kelangsungan berbagai fasilitas olahraga atau venue, kemudian dilansir juga realita bonus untuk atlet Porprov Jember masih dalam pengajuan PAK (Radar Jember,17-9/07/2022). Manakala menelisik lebih jauh, sorotan yang terjadi di Jember ini besar kemungkinan juga menimpa daerah lain di Jawa Timur khususnya.

Untuk fasilitas olahraga atau venue pada perhelatan Porprov Jatim VII 2022, empat Kabupaten yang bertindak sebagai tuan rumah sudah menyiapkan sarana olahraga. Kabupaten Lumajang menyiapkan untuk pertandingan sepak bola, biliar, bridge, gulat, balap sepeda BMX, balap sepeda road race, paralayang, selam kolam, sepak takraw, sepatu roda, woodball, pencak silat, jujitsu, muay thai, dan sambo. Bondowoso digunakan untuk pertandingan menembak, karate, taekwondo, tinju, catur, panahan, dan tenis meja. Sedangkan di Situbondo untuk pertandingan hockey pasir, anggar, angkat berat, binaraga, renang OWS, senam laut, angkat besi, bola voli pantai, judo, panjat tebing, petanque, hockey indoor, dan hockey outdoor. Sedangkan Jember digunakan untuk pertandingan sepak bola, bola basket 5×5, drum band, futsal, bola tangan, wushu sanda, dan wushu taolu (https://mediablitar.pikiran-rakyat.com/regional, 18/06/2022). Sebagian ada yang insidental sementara lainnya bersifat permanen. Dalam proses realisasinya, memerlukan anggaran dan menyita perhatian masyarakat.

Bicara sikap kelabakan pemanfaatan fasilitas olahraga venue dan sejenisnya pasca penyelenggaraan Porprov maupun lainnya bukan hanya ada di Jember. Pada pagelaran olahraga tingkat nasional juga setali tiga uang. Dalam catatan gelaran PON di masa lalu, banyak venue bekas PON yang mangkrak karena tidak terawat dan tidak dimanfaatkan dengan baik. Di Kalimantan Timur, misalnya, Kompleks Olahraga Palaran bekas PON 2008 yang dibangun dengan dana triliunan rupiah, kini mangkrak tak terpakai. Kondisi serupa juga terjadi di venuevenue bekas PON Riau 2012. Sejumlah aset bahkan disebut ada yang menjadi milik pribadi (Kompas.com – 15/10/2021).

Mobile_AP_Rectangle 2

Tentu saja kondisi-kondisi riil gagap pascaseremonial ini tidak elok terjadi. Kondisi ini sangat kontradiksi dengan persiapan sebelum kegiatan tergelar. Pemandangan tak kenal lelah dan semangat terlihat nyata ketika pembangunan fisik penunjang event olahraga khususnya dilakukan. Sidak-sidak dari para petinggi sudah tak terhitung untuk melihat langsung progress. Bila diperlukan langkah-langkah darurat dan taktis kerja lembur menjadi alternatif utama.

- Advertisement -

Setiap event bukan hanya punya kisah, namun juga menyisakan cerita. Tak terkecuali ajang Porprov VII di Kabupaten Jember, Lumajang, Bondowoso dan Situbondo. Sinergi manis empat Kabupaten di wilayah Besuki Raya patut memperoleh apresiasi tersendiri. Hingga, helatan akbar menjadi kelar, menempatkan Kota Surabaya sebagai peringkat pertama, Kab Lumajang ke-8 dan Jember ke-9 dalam hal perolehan medali. Bukan berarti tidak ada lagi yang terungkap, justru menjadi lebih menarik lagi. Dari Kabupaten Jember media menyorot keterlambatan uang saku dan bonus. Berlanjut sorotan terhadap nasib kelangsungan berbagai fasilitas olahraga atau venue, kemudian dilansir juga realita bonus untuk atlet Porprov Jember masih dalam pengajuan PAK (Radar Jember,17-9/07/2022). Manakala menelisik lebih jauh, sorotan yang terjadi di Jember ini besar kemungkinan juga menimpa daerah lain di Jawa Timur khususnya.

Untuk fasilitas olahraga atau venue pada perhelatan Porprov Jatim VII 2022, empat Kabupaten yang bertindak sebagai tuan rumah sudah menyiapkan sarana olahraga. Kabupaten Lumajang menyiapkan untuk pertandingan sepak bola, biliar, bridge, gulat, balap sepeda BMX, balap sepeda road race, paralayang, selam kolam, sepak takraw, sepatu roda, woodball, pencak silat, jujitsu, muay thai, dan sambo. Bondowoso digunakan untuk pertandingan menembak, karate, taekwondo, tinju, catur, panahan, dan tenis meja. Sedangkan di Situbondo untuk pertandingan hockey pasir, anggar, angkat berat, binaraga, renang OWS, senam laut, angkat besi, bola voli pantai, judo, panjat tebing, petanque, hockey indoor, dan hockey outdoor. Sedangkan Jember digunakan untuk pertandingan sepak bola, bola basket 5×5, drum band, futsal, bola tangan, wushu sanda, dan wushu taolu (https://mediablitar.pikiran-rakyat.com/regional, 18/06/2022). Sebagian ada yang insidental sementara lainnya bersifat permanen. Dalam proses realisasinya, memerlukan anggaran dan menyita perhatian masyarakat.

Bicara sikap kelabakan pemanfaatan fasilitas olahraga venue dan sejenisnya pasca penyelenggaraan Porprov maupun lainnya bukan hanya ada di Jember. Pada pagelaran olahraga tingkat nasional juga setali tiga uang. Dalam catatan gelaran PON di masa lalu, banyak venue bekas PON yang mangkrak karena tidak terawat dan tidak dimanfaatkan dengan baik. Di Kalimantan Timur, misalnya, Kompleks Olahraga Palaran bekas PON 2008 yang dibangun dengan dana triliunan rupiah, kini mangkrak tak terpakai. Kondisi serupa juga terjadi di venuevenue bekas PON Riau 2012. Sejumlah aset bahkan disebut ada yang menjadi milik pribadi (Kompas.com – 15/10/2021).

Tentu saja kondisi-kondisi riil gagap pascaseremonial ini tidak elok terjadi. Kondisi ini sangat kontradiksi dengan persiapan sebelum kegiatan tergelar. Pemandangan tak kenal lelah dan semangat terlihat nyata ketika pembangunan fisik penunjang event olahraga khususnya dilakukan. Sidak-sidak dari para petinggi sudah tak terhitung untuk melihat langsung progress. Bila diperlukan langkah-langkah darurat dan taktis kerja lembur menjadi alternatif utama.

Setiap event bukan hanya punya kisah, namun juga menyisakan cerita. Tak terkecuali ajang Porprov VII di Kabupaten Jember, Lumajang, Bondowoso dan Situbondo. Sinergi manis empat Kabupaten di wilayah Besuki Raya patut memperoleh apresiasi tersendiri. Hingga, helatan akbar menjadi kelar, menempatkan Kota Surabaya sebagai peringkat pertama, Kab Lumajang ke-8 dan Jember ke-9 dalam hal perolehan medali. Bukan berarti tidak ada lagi yang terungkap, justru menjadi lebih menarik lagi. Dari Kabupaten Jember media menyorot keterlambatan uang saku dan bonus. Berlanjut sorotan terhadap nasib kelangsungan berbagai fasilitas olahraga atau venue, kemudian dilansir juga realita bonus untuk atlet Porprov Jember masih dalam pengajuan PAK (Radar Jember,17-9/07/2022). Manakala menelisik lebih jauh, sorotan yang terjadi di Jember ini besar kemungkinan juga menimpa daerah lain di Jawa Timur khususnya.

Untuk fasilitas olahraga atau venue pada perhelatan Porprov Jatim VII 2022, empat Kabupaten yang bertindak sebagai tuan rumah sudah menyiapkan sarana olahraga. Kabupaten Lumajang menyiapkan untuk pertandingan sepak bola, biliar, bridge, gulat, balap sepeda BMX, balap sepeda road race, paralayang, selam kolam, sepak takraw, sepatu roda, woodball, pencak silat, jujitsu, muay thai, dan sambo. Bondowoso digunakan untuk pertandingan menembak, karate, taekwondo, tinju, catur, panahan, dan tenis meja. Sedangkan di Situbondo untuk pertandingan hockey pasir, anggar, angkat berat, binaraga, renang OWS, senam laut, angkat besi, bola voli pantai, judo, panjat tebing, petanque, hockey indoor, dan hockey outdoor. Sedangkan Jember digunakan untuk pertandingan sepak bola, bola basket 5×5, drum band, futsal, bola tangan, wushu sanda, dan wushu taolu (https://mediablitar.pikiran-rakyat.com/regional, 18/06/2022). Sebagian ada yang insidental sementara lainnya bersifat permanen. Dalam proses realisasinya, memerlukan anggaran dan menyita perhatian masyarakat.

Bicara sikap kelabakan pemanfaatan fasilitas olahraga venue dan sejenisnya pasca penyelenggaraan Porprov maupun lainnya bukan hanya ada di Jember. Pada pagelaran olahraga tingkat nasional juga setali tiga uang. Dalam catatan gelaran PON di masa lalu, banyak venue bekas PON yang mangkrak karena tidak terawat dan tidak dimanfaatkan dengan baik. Di Kalimantan Timur, misalnya, Kompleks Olahraga Palaran bekas PON 2008 yang dibangun dengan dana triliunan rupiah, kini mangkrak tak terpakai. Kondisi serupa juga terjadi di venuevenue bekas PON Riau 2012. Sejumlah aset bahkan disebut ada yang menjadi milik pribadi (Kompas.com – 15/10/2021).

Tentu saja kondisi-kondisi riil gagap pascaseremonial ini tidak elok terjadi. Kondisi ini sangat kontradiksi dengan persiapan sebelum kegiatan tergelar. Pemandangan tak kenal lelah dan semangat terlihat nyata ketika pembangunan fisik penunjang event olahraga khususnya dilakukan. Sidak-sidak dari para petinggi sudah tak terhitung untuk melihat langsung progress. Bila diperlukan langkah-langkah darurat dan taktis kerja lembur menjadi alternatif utama.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/