alexametrics
22.3 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Belajar Keselamatan dari Insiden Sungai Aare

Mobile_AP_Rectangle 1

Sungai Aare merupakan sungai terindah di Swiss. Pada musim semi, sebagian besar debit airnya berasal dari lelehan es/salju di Pegunungan Alpen. Namun, di balik keindahan dan kerjernihan airnya, menyisakan banyak malapetaka bagi wisatawan korban tenggelam dan keluarganya. Hal ini menarik perhatian seluruh masyarakat Indonesia termasuk Menko Polhukam Prof Mahfud M.D. yang baru-baru ini meninjau langsung lokasi tenggelamnya Eril (Emmiril Khan Mumtadz), putra sulung Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil. Menurut Duta Besar RI untuk Swiss Muliaman D. Hadad, terdapat 15-20 wisatawan terseret arus dan tenggelam setiap tahunnya. Jumlah tersebut cukup besar, tetapi dibandingkan dengan total populasi negara penghasil coklat dan arloji berkualitas terbaik di dunia tersebut, dapat dikatakan sangat kecil. Mengapa sebagian besar korbannya adalah wisatawan muda mancanegara? Pembelajaran apa saja yang harus dilakukan untuk mengurangi jatuhnya korban?

 

Pemuda asing sering menjadi korban tenggelam

Mobile_AP_Rectangle 2

Peristiwa tenggelamnya turis yang sedang bermain hanyut-hanyutan di Sungai Aare bukan fenomena baru. Kebanyakan di antara mereka adalah turis remaja mancanegara. Pada umumnya, mereka tidak tahu seberapa besar potensi bahaya bermain di sungai sepanjang 291,5 km itu. Keindahan dan kejernihan airnya yang berwarna biru toska telah menghipnotis mereka. Apalagi mereka memiliki skill berenang plus sertifikat menyelam. Namun, itu saja tidak cukup, dibutuhkan pengalaman dan pengetahuan yang memadai untuk menaklukkan sungai yang sekilas tidak membahayakan itu.

Sebagian besar korban insiden di sungai/danau Swiss merupakan laki-laki. Dengan tenaga kuat dan kemampuan berenangnya, terkadang abai terhadap keselamatannya. Rata-rata korban tenggelam masih berusia muda. Tidak sedikit, mereka meremehkan anjuran dan larangan yang terpampang di sekitar sungai. Terkadang, mereka berenang karena adanya tantangan atau untuk eksistensi walaupun tanpa menggunakan pelampung. Selain itu, kekuatan arus air biasanya tidak sesuai prediksi. Kejernihan air Sungai Aare dapat menyembunyikan kekuatan arus yang sebenarnya. Hal itu dapat menimbulkan kepanikan. Apabila terjadi kram otot akan mempercepat proses tenggelamnya korban.

 

Pembelajaran sebelum dan ketika berenang

Pemerintah Kota Bern memang tidak menunjukkan secara riil jumlah korban tenggelam di papan pengumuman di pinggir Sungai Aare yang menjadi pembelajaran bagi wisatawan mancanegara. Bahkan pencarian korban pun terbatas pada tim SAR dan kepolisian setempat agar tidak banyak terekspos dan dapat merusak citra wisata. Bagi Swiss, wisata merupakan ladang utama mendulang devisa negara. Karena itu, sebagai wisatawan asing semestinya mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum dan ketika sedang bermain hanyut-hanyutan di Sungai Aare. Beberapa tips dan trik yang berkaitan dengan lingkungan, skill, persiapan dan cara berenang berikut dapat dijadikan pembelajaran untuk keselamatan.

Sebelum berenang, wisatawan wajib mempelajari anjuran/larangan yang di tulis di tepi Sungai Aare atau di website Pemerintah Kota Bern. Dengan begitu, pengunjung dapat mengetahui area sungai yang aman dan berbahaya serta titik turun dan naik dari sungai. Di samping itu, turis perlu mengetahui waktu, cuaca, kekuatan arus dan temperatur air ideal untuk berenang. Suhu air sungai dapat diketahui melalui papan pengumuman di pinggir sungai ataupun secara online. Tengah hari merupakan waktu yang tepat untuk berenang. Meskipun pagi cerah tetap tidak cocok untuk berenang karena air sungai masih tetap dingin pada musim semi. Air menyerap panas lebih lambat dibandingkan udara/bumi. Pada pertengahan Juni merupakan waktu yang direkomendasikan, tetapi tetap harus berhati-hati apabila turun hujan di hulu maka tiba-tiba aliran air akan semakin deras. Karena itu, mengetahui ramalan cuaca diperlukan sebagai antisipasi.

Bermain di Sungai Aare wajib dibekali skill berenang dengan baik. Peregangan otot menjadi keharusan sebelum masuk ke sungai. Di samping itu, penyesuaian suhu tubuh dengan temperatur air sungai sangat penting. Misalnya mandi di pinggir sungai sesaat sebelum berenang untuk menghindari kram. Jika terjadi kram, tidak boleh panik agar tidak tenggelam. Sebenarnya diam saja akan terapung, sambil perlahan-lahan berusaha menuju tepi sungai. Hal penting lainnya, ketika kenyang dan kondisi badan tidak fit tidak boleh melakukan aktivitas berat di sungai.

Berenang secara berkelompok dan menggunakan safety jacket sangat dianjurkan untuk keselamatan. Mereka yang memiliki skill berenang kurang baik masuk ke air paling akhir. Berenang ketika banyak orang sangat tepat. Apabila terjadi insiden maka peluang ditolong lebih besar.

- Advertisement -

Sungai Aare merupakan sungai terindah di Swiss. Pada musim semi, sebagian besar debit airnya berasal dari lelehan es/salju di Pegunungan Alpen. Namun, di balik keindahan dan kerjernihan airnya, menyisakan banyak malapetaka bagi wisatawan korban tenggelam dan keluarganya. Hal ini menarik perhatian seluruh masyarakat Indonesia termasuk Menko Polhukam Prof Mahfud M.D. yang baru-baru ini meninjau langsung lokasi tenggelamnya Eril (Emmiril Khan Mumtadz), putra sulung Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil. Menurut Duta Besar RI untuk Swiss Muliaman D. Hadad, terdapat 15-20 wisatawan terseret arus dan tenggelam setiap tahunnya. Jumlah tersebut cukup besar, tetapi dibandingkan dengan total populasi negara penghasil coklat dan arloji berkualitas terbaik di dunia tersebut, dapat dikatakan sangat kecil. Mengapa sebagian besar korbannya adalah wisatawan muda mancanegara? Pembelajaran apa saja yang harus dilakukan untuk mengurangi jatuhnya korban?

 

Pemuda asing sering menjadi korban tenggelam

Peristiwa tenggelamnya turis yang sedang bermain hanyut-hanyutan di Sungai Aare bukan fenomena baru. Kebanyakan di antara mereka adalah turis remaja mancanegara. Pada umumnya, mereka tidak tahu seberapa besar potensi bahaya bermain di sungai sepanjang 291,5 km itu. Keindahan dan kejernihan airnya yang berwarna biru toska telah menghipnotis mereka. Apalagi mereka memiliki skill berenang plus sertifikat menyelam. Namun, itu saja tidak cukup, dibutuhkan pengalaman dan pengetahuan yang memadai untuk menaklukkan sungai yang sekilas tidak membahayakan itu.

Sebagian besar korban insiden di sungai/danau Swiss merupakan laki-laki. Dengan tenaga kuat dan kemampuan berenangnya, terkadang abai terhadap keselamatannya. Rata-rata korban tenggelam masih berusia muda. Tidak sedikit, mereka meremehkan anjuran dan larangan yang terpampang di sekitar sungai. Terkadang, mereka berenang karena adanya tantangan atau untuk eksistensi walaupun tanpa menggunakan pelampung. Selain itu, kekuatan arus air biasanya tidak sesuai prediksi. Kejernihan air Sungai Aare dapat menyembunyikan kekuatan arus yang sebenarnya. Hal itu dapat menimbulkan kepanikan. Apabila terjadi kram otot akan mempercepat proses tenggelamnya korban.

 

Pembelajaran sebelum dan ketika berenang

Pemerintah Kota Bern memang tidak menunjukkan secara riil jumlah korban tenggelam di papan pengumuman di pinggir Sungai Aare yang menjadi pembelajaran bagi wisatawan mancanegara. Bahkan pencarian korban pun terbatas pada tim SAR dan kepolisian setempat agar tidak banyak terekspos dan dapat merusak citra wisata. Bagi Swiss, wisata merupakan ladang utama mendulang devisa negara. Karena itu, sebagai wisatawan asing semestinya mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum dan ketika sedang bermain hanyut-hanyutan di Sungai Aare. Beberapa tips dan trik yang berkaitan dengan lingkungan, skill, persiapan dan cara berenang berikut dapat dijadikan pembelajaran untuk keselamatan.

Sebelum berenang, wisatawan wajib mempelajari anjuran/larangan yang di tulis di tepi Sungai Aare atau di website Pemerintah Kota Bern. Dengan begitu, pengunjung dapat mengetahui area sungai yang aman dan berbahaya serta titik turun dan naik dari sungai. Di samping itu, turis perlu mengetahui waktu, cuaca, kekuatan arus dan temperatur air ideal untuk berenang. Suhu air sungai dapat diketahui melalui papan pengumuman di pinggir sungai ataupun secara online. Tengah hari merupakan waktu yang tepat untuk berenang. Meskipun pagi cerah tetap tidak cocok untuk berenang karena air sungai masih tetap dingin pada musim semi. Air menyerap panas lebih lambat dibandingkan udara/bumi. Pada pertengahan Juni merupakan waktu yang direkomendasikan, tetapi tetap harus berhati-hati apabila turun hujan di hulu maka tiba-tiba aliran air akan semakin deras. Karena itu, mengetahui ramalan cuaca diperlukan sebagai antisipasi.

Bermain di Sungai Aare wajib dibekali skill berenang dengan baik. Peregangan otot menjadi keharusan sebelum masuk ke sungai. Di samping itu, penyesuaian suhu tubuh dengan temperatur air sungai sangat penting. Misalnya mandi di pinggir sungai sesaat sebelum berenang untuk menghindari kram. Jika terjadi kram, tidak boleh panik agar tidak tenggelam. Sebenarnya diam saja akan terapung, sambil perlahan-lahan berusaha menuju tepi sungai. Hal penting lainnya, ketika kenyang dan kondisi badan tidak fit tidak boleh melakukan aktivitas berat di sungai.

Berenang secara berkelompok dan menggunakan safety jacket sangat dianjurkan untuk keselamatan. Mereka yang memiliki skill berenang kurang baik masuk ke air paling akhir. Berenang ketika banyak orang sangat tepat. Apabila terjadi insiden maka peluang ditolong lebih besar.

Sungai Aare merupakan sungai terindah di Swiss. Pada musim semi, sebagian besar debit airnya berasal dari lelehan es/salju di Pegunungan Alpen. Namun, di balik keindahan dan kerjernihan airnya, menyisakan banyak malapetaka bagi wisatawan korban tenggelam dan keluarganya. Hal ini menarik perhatian seluruh masyarakat Indonesia termasuk Menko Polhukam Prof Mahfud M.D. yang baru-baru ini meninjau langsung lokasi tenggelamnya Eril (Emmiril Khan Mumtadz), putra sulung Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil. Menurut Duta Besar RI untuk Swiss Muliaman D. Hadad, terdapat 15-20 wisatawan terseret arus dan tenggelam setiap tahunnya. Jumlah tersebut cukup besar, tetapi dibandingkan dengan total populasi negara penghasil coklat dan arloji berkualitas terbaik di dunia tersebut, dapat dikatakan sangat kecil. Mengapa sebagian besar korbannya adalah wisatawan muda mancanegara? Pembelajaran apa saja yang harus dilakukan untuk mengurangi jatuhnya korban?

 

Pemuda asing sering menjadi korban tenggelam

Peristiwa tenggelamnya turis yang sedang bermain hanyut-hanyutan di Sungai Aare bukan fenomena baru. Kebanyakan di antara mereka adalah turis remaja mancanegara. Pada umumnya, mereka tidak tahu seberapa besar potensi bahaya bermain di sungai sepanjang 291,5 km itu. Keindahan dan kejernihan airnya yang berwarna biru toska telah menghipnotis mereka. Apalagi mereka memiliki skill berenang plus sertifikat menyelam. Namun, itu saja tidak cukup, dibutuhkan pengalaman dan pengetahuan yang memadai untuk menaklukkan sungai yang sekilas tidak membahayakan itu.

Sebagian besar korban insiden di sungai/danau Swiss merupakan laki-laki. Dengan tenaga kuat dan kemampuan berenangnya, terkadang abai terhadap keselamatannya. Rata-rata korban tenggelam masih berusia muda. Tidak sedikit, mereka meremehkan anjuran dan larangan yang terpampang di sekitar sungai. Terkadang, mereka berenang karena adanya tantangan atau untuk eksistensi walaupun tanpa menggunakan pelampung. Selain itu, kekuatan arus air biasanya tidak sesuai prediksi. Kejernihan air Sungai Aare dapat menyembunyikan kekuatan arus yang sebenarnya. Hal itu dapat menimbulkan kepanikan. Apabila terjadi kram otot akan mempercepat proses tenggelamnya korban.

 

Pembelajaran sebelum dan ketika berenang

Pemerintah Kota Bern memang tidak menunjukkan secara riil jumlah korban tenggelam di papan pengumuman di pinggir Sungai Aare yang menjadi pembelajaran bagi wisatawan mancanegara. Bahkan pencarian korban pun terbatas pada tim SAR dan kepolisian setempat agar tidak banyak terekspos dan dapat merusak citra wisata. Bagi Swiss, wisata merupakan ladang utama mendulang devisa negara. Karena itu, sebagai wisatawan asing semestinya mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum dan ketika sedang bermain hanyut-hanyutan di Sungai Aare. Beberapa tips dan trik yang berkaitan dengan lingkungan, skill, persiapan dan cara berenang berikut dapat dijadikan pembelajaran untuk keselamatan.

Sebelum berenang, wisatawan wajib mempelajari anjuran/larangan yang di tulis di tepi Sungai Aare atau di website Pemerintah Kota Bern. Dengan begitu, pengunjung dapat mengetahui area sungai yang aman dan berbahaya serta titik turun dan naik dari sungai. Di samping itu, turis perlu mengetahui waktu, cuaca, kekuatan arus dan temperatur air ideal untuk berenang. Suhu air sungai dapat diketahui melalui papan pengumuman di pinggir sungai ataupun secara online. Tengah hari merupakan waktu yang tepat untuk berenang. Meskipun pagi cerah tetap tidak cocok untuk berenang karena air sungai masih tetap dingin pada musim semi. Air menyerap panas lebih lambat dibandingkan udara/bumi. Pada pertengahan Juni merupakan waktu yang direkomendasikan, tetapi tetap harus berhati-hati apabila turun hujan di hulu maka tiba-tiba aliran air akan semakin deras. Karena itu, mengetahui ramalan cuaca diperlukan sebagai antisipasi.

Bermain di Sungai Aare wajib dibekali skill berenang dengan baik. Peregangan otot menjadi keharusan sebelum masuk ke sungai. Di samping itu, penyesuaian suhu tubuh dengan temperatur air sungai sangat penting. Misalnya mandi di pinggir sungai sesaat sebelum berenang untuk menghindari kram. Jika terjadi kram, tidak boleh panik agar tidak tenggelam. Sebenarnya diam saja akan terapung, sambil perlahan-lahan berusaha menuju tepi sungai. Hal penting lainnya, ketika kenyang dan kondisi badan tidak fit tidak boleh melakukan aktivitas berat di sungai.

Berenang secara berkelompok dan menggunakan safety jacket sangat dianjurkan untuk keselamatan. Mereka yang memiliki skill berenang kurang baik masuk ke air paling akhir. Berenang ketika banyak orang sangat tepat. Apabila terjadi insiden maka peluang ditolong lebih besar.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/