alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Pedasnya Cabai, Mana Tahan?

Mobile_AP_Rectangle 1

Tingginya harga cabai yang berlangsung belum lama ini perlu menjadi sorotan terkait penanggulangannya. Beberapa alternatif untuk menanggulangi tingginya harga cabai dalam jangka menengah (medium-term) dan jangka pendek (short term) harus dibicarakan.

beberapa alternatif untuk penanggulangan jangka menengah (medium term) antara lain:

1) Perlunya rangsangan bagi petani yang menguasai lahan sawah irigasi teknis untuk melakukan perluasan usaha (business expansion) di musim kemarau yang sedianya hanya mengusahakan jenis komoditas saja terutama seperti hanya menanam palawija, maka disubstitusikan dengan komoditas cabai atau melalui kolaborasi (mix farming/multiple cropping) antara palawija dan cabai. Saat musim penghujan, petani dapat menanam cabai di sepanjang pematang sawahnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

2) Mendorong petani yang menguasai lahan tegalan untuk menggantikan komoditas lainnya dengan komoditas cabai.

3) Mengondisikan setiap warga untuk memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam komoditas jenis hortikultura jenis sayur di antaranya cabai atau bicommodity (cabai dan tomat) yang kedua harga produk tersebut saling mengalami fenomena naik dengan trend yang relatif sama walau nilai harga yang berbeda. Bagi warga yang di perkotaan atau daerah urban yang tidak memiliki lahan pekarangan, maka dapat menanam komoditas hortikultura sayur dengan hidroponik atau jenis planter lainnya seperti pot-pot (planter) dengan ukuran besar yang dapat diletakkan di depan rumah.

Adapun untuk alternatif solusi penanggulangan tingginya harga cabai dalam jangka pendek (short term) antara lain:

1) Pemerintah segera melakukan kebijakan impor cabai sejenis untuk menstabilkan harga apalagi dengan AFTA maka kegiatan ekspor impor antar anggotanya tanpa bea masuk (jika masih berlaku), namun kebijakan impor ini perlu pengendalian khusus sehingga meminimalisir over stock. Jika harga cabai sudah dapat ditekan pada titik equilibrium, maka secara perlahan jumlah impor dikurangi hingga panen cabai domestik sudah mulai ada realisasi, dan;

2) Harus ada upaya edukasi dan persuasif guna mengubah perilaku konsumen secara individu, salah satunya adalah perlu mengurangi konsumsi cabai yang berlebihan (suka pedas) selain dengan tujuan mengurangi jumlah permintaan cabai juga mengurangi potensi sumber penyakit yang diakibatkan konsumsi cabai berlebihan. Upaya edukasi pengurangan konsumsi cabai ini sesungguhnya memerlukan waktu adaptasi dan masing-masing individu memerlukan waktu yg berbeda, namun setidaknya akan menambah power mengurangi jumlah permintaan cabai . Ada tip untuk mengurangi konsumsi cabai, namun rasa pedas tetap timbul dengan mengkompensasi dicampur lada (merica).

Dalam faktanya fenomena atau dinamika harga cabai ini mengikuti teori jaring laba-laba (Cobweb Theorm) seperti harga komoditas tembakau, di mana ada kalanya berlaku convergent atau harga mengalami penurunan ekstrem pada titik tertentu (memusat), dan juga ada kalanya mengalami divergent atau harga membias (variatif) ke arah yang jauh lebih tinggi secara ekstrem pula.

- Advertisement -

Tingginya harga cabai yang berlangsung belum lama ini perlu menjadi sorotan terkait penanggulangannya. Beberapa alternatif untuk menanggulangi tingginya harga cabai dalam jangka menengah (medium-term) dan jangka pendek (short term) harus dibicarakan.

beberapa alternatif untuk penanggulangan jangka menengah (medium term) antara lain:

1) Perlunya rangsangan bagi petani yang menguasai lahan sawah irigasi teknis untuk melakukan perluasan usaha (business expansion) di musim kemarau yang sedianya hanya mengusahakan jenis komoditas saja terutama seperti hanya menanam palawija, maka disubstitusikan dengan komoditas cabai atau melalui kolaborasi (mix farming/multiple cropping) antara palawija dan cabai. Saat musim penghujan, petani dapat menanam cabai di sepanjang pematang sawahnya.

2) Mendorong petani yang menguasai lahan tegalan untuk menggantikan komoditas lainnya dengan komoditas cabai.

3) Mengondisikan setiap warga untuk memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam komoditas jenis hortikultura jenis sayur di antaranya cabai atau bicommodity (cabai dan tomat) yang kedua harga produk tersebut saling mengalami fenomena naik dengan trend yang relatif sama walau nilai harga yang berbeda. Bagi warga yang di perkotaan atau daerah urban yang tidak memiliki lahan pekarangan, maka dapat menanam komoditas hortikultura sayur dengan hidroponik atau jenis planter lainnya seperti pot-pot (planter) dengan ukuran besar yang dapat diletakkan di depan rumah.

Adapun untuk alternatif solusi penanggulangan tingginya harga cabai dalam jangka pendek (short term) antara lain:

1) Pemerintah segera melakukan kebijakan impor cabai sejenis untuk menstabilkan harga apalagi dengan AFTA maka kegiatan ekspor impor antar anggotanya tanpa bea masuk (jika masih berlaku), namun kebijakan impor ini perlu pengendalian khusus sehingga meminimalisir over stock. Jika harga cabai sudah dapat ditekan pada titik equilibrium, maka secara perlahan jumlah impor dikurangi hingga panen cabai domestik sudah mulai ada realisasi, dan;

2) Harus ada upaya edukasi dan persuasif guna mengubah perilaku konsumen secara individu, salah satunya adalah perlu mengurangi konsumsi cabai yang berlebihan (suka pedas) selain dengan tujuan mengurangi jumlah permintaan cabai juga mengurangi potensi sumber penyakit yang diakibatkan konsumsi cabai berlebihan. Upaya edukasi pengurangan konsumsi cabai ini sesungguhnya memerlukan waktu adaptasi dan masing-masing individu memerlukan waktu yg berbeda, namun setidaknya akan menambah power mengurangi jumlah permintaan cabai . Ada tip untuk mengurangi konsumsi cabai, namun rasa pedas tetap timbul dengan mengkompensasi dicampur lada (merica).

Dalam faktanya fenomena atau dinamika harga cabai ini mengikuti teori jaring laba-laba (Cobweb Theorm) seperti harga komoditas tembakau, di mana ada kalanya berlaku convergent atau harga mengalami penurunan ekstrem pada titik tertentu (memusat), dan juga ada kalanya mengalami divergent atau harga membias (variatif) ke arah yang jauh lebih tinggi secara ekstrem pula.

Tingginya harga cabai yang berlangsung belum lama ini perlu menjadi sorotan terkait penanggulangannya. Beberapa alternatif untuk menanggulangi tingginya harga cabai dalam jangka menengah (medium-term) dan jangka pendek (short term) harus dibicarakan.

beberapa alternatif untuk penanggulangan jangka menengah (medium term) antara lain:

1) Perlunya rangsangan bagi petani yang menguasai lahan sawah irigasi teknis untuk melakukan perluasan usaha (business expansion) di musim kemarau yang sedianya hanya mengusahakan jenis komoditas saja terutama seperti hanya menanam palawija, maka disubstitusikan dengan komoditas cabai atau melalui kolaborasi (mix farming/multiple cropping) antara palawija dan cabai. Saat musim penghujan, petani dapat menanam cabai di sepanjang pematang sawahnya.

2) Mendorong petani yang menguasai lahan tegalan untuk menggantikan komoditas lainnya dengan komoditas cabai.

3) Mengondisikan setiap warga untuk memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam komoditas jenis hortikultura jenis sayur di antaranya cabai atau bicommodity (cabai dan tomat) yang kedua harga produk tersebut saling mengalami fenomena naik dengan trend yang relatif sama walau nilai harga yang berbeda. Bagi warga yang di perkotaan atau daerah urban yang tidak memiliki lahan pekarangan, maka dapat menanam komoditas hortikultura sayur dengan hidroponik atau jenis planter lainnya seperti pot-pot (planter) dengan ukuran besar yang dapat diletakkan di depan rumah.

Adapun untuk alternatif solusi penanggulangan tingginya harga cabai dalam jangka pendek (short term) antara lain:

1) Pemerintah segera melakukan kebijakan impor cabai sejenis untuk menstabilkan harga apalagi dengan AFTA maka kegiatan ekspor impor antar anggotanya tanpa bea masuk (jika masih berlaku), namun kebijakan impor ini perlu pengendalian khusus sehingga meminimalisir over stock. Jika harga cabai sudah dapat ditekan pada titik equilibrium, maka secara perlahan jumlah impor dikurangi hingga panen cabai domestik sudah mulai ada realisasi, dan;

2) Harus ada upaya edukasi dan persuasif guna mengubah perilaku konsumen secara individu, salah satunya adalah perlu mengurangi konsumsi cabai yang berlebihan (suka pedas) selain dengan tujuan mengurangi jumlah permintaan cabai juga mengurangi potensi sumber penyakit yang diakibatkan konsumsi cabai berlebihan. Upaya edukasi pengurangan konsumsi cabai ini sesungguhnya memerlukan waktu adaptasi dan masing-masing individu memerlukan waktu yg berbeda, namun setidaknya akan menambah power mengurangi jumlah permintaan cabai . Ada tip untuk mengurangi konsumsi cabai, namun rasa pedas tetap timbul dengan mengkompensasi dicampur lada (merica).

Dalam faktanya fenomena atau dinamika harga cabai ini mengikuti teori jaring laba-laba (Cobweb Theorm) seperti harga komoditas tembakau, di mana ada kalanya berlaku convergent atau harga mengalami penurunan ekstrem pada titik tertentu (memusat), dan juga ada kalanya mengalami divergent atau harga membias (variatif) ke arah yang jauh lebih tinggi secara ekstrem pula.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/