Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Habib Sholeh Tanggul dan Kisah Hidangan Dari Alam Barzakh

M. Ainul Budi
Penulis: M. Ainul Budi❯
Habib Sholeh bin Muhsin al-Hamid atau lebih dikenal dengan Habib Sholeh Tanggul. (Foto: NOJ/nu-lumajang.or.id)
Habib Sholeh bin Muhsin al-Hamid atau lebih dikenal dengan Habib Sholeh Tanggul. (Foto: NOJ/nu-lumajang.or.id)

Advertisement

RADAR JEMBER - Kisah penuh hikmah menambah mahabbah pada dzurriyat Rasulullah ini dikutip dari sumber media online bangkit media . Kisah nyata bermula tentang kegalauan putra sang wali Habib Ali Bin Abdurrahman Al-Habsi atau yang dikenal masyarakat dengan Habib Ali Kwitang, Habib Muhammad Bin Ali Al-Habsi.

Suatu ketika, Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid (akrab disapa Habib Tanggul Jember) memberi kabar kepada Habib Muhammad bin Ali Al-Habsyi (Kwitang) bahwa dirinya pada hari ahad besok akan hadir di Majlis Kwitang. Kabar tersebut sangat mendadak yaitu di hari Sabtu.

Sudah menjadi kebiasaan Habib Muhammad Al-Habsyi selalu menjamu tetamu yang datang berkunjung, teristimewa pada Habib Sholeh Tanggul. Waktu itu, Habib Muhammad sedang tidak memiliki persiapan apapun. Akhirnya Habib Muhammad berziarah ke makam ayahnya yang berada di samping Masjid Kwitang, untuk mengadukannya:

Advertisement

“Ya Walid, besok Ahad akan ada tamu yaitu Habib Sholeh dari Tanggul. Bagaimana ini ya Walid? Persediaan tidak ada. Tidak pegang fulus. Tolong bantu ya Walid biar Allah SWT mudahkan, untuk ikram duyuf (memuliakan tetamu) ya Walid,” adu Habib Muhammad di maqbarah ayahnya. Setelah itu Al Habib Muhammad pulang untuk istirahat tidur siang.

Setelah Habib Muhammad terbangun ada tamu yang sudah menunggunya. Tamu itu adalah murid dari ayahnya yang tinggal di Tanah Abang. Dengan sambutan yang khas, Al Habib Muhammad RA menerima sang tamu.

“Ahlan … apa kabarnya Pak Haji ?
Dari mana saja?

Advertisement

Tumben Sabtu ke sini, ada yang bisa saya bantu ?”
Tanya Habib Muhammad saat tahu tamunya adalah murid dari sang ayah.

“Maaf ya Habib, ganggu istirahatnya. Ini saya antar kambing dari rumah buat Habib,” jawab tamu tersebut.

Tercenganglah Habib Muhammad sejenak, dan langsung berkata,
“Ajiiib… Masya Allah ente tahu aja Ji.”
Sambil mengikat kambing di pekarangan tamu itu berkata;

“Ini yang suruh Abahnya Habib” Tadi saya lagi tidur, Habib Ali datang dalam mimpi saya sambil bilang begini, “Ji, itu kambing yang di belakang ente anterin ke anak saya Muhammad di Kwitang. Dia lagi perlu kambing buat menjamu Habib Sholeh dari Tanggul. Lekas ya Ji, kasian anak saya lagi bingung cari buat jamuan besok,” Dapat mimpi begitu saya langsung bangun Bib, langsung saja saya bawa ini kambing ke sini.”

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer