Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Loncat ke Gerindra, Biar Aman, Eh…Bupati Tulungagung Malah Di-OTT KPK

M. Ainul Budi
Penulis: M. Ainul Budi❯
Loncat ke Gerindra, Biar Aman, Eh…Bupati Tulungagung Malah Di-OTT KPK
Loncat ke Gerindra, Biar Aman, Eh…Bupati Tulungagung Malah Di-OTT KPK

Advertisement

RADAR JEMBER - Satu lagi doa wakil terkabul di Jumat Keramat. Kali ini giliran Bupati Tulungagung, diserok KPK lewat OTT. Mari kita kenalan dengan kader PDIP lalu loncat ke Gerindra ini. Maksud hati biar aman sentosa, tak tahunya kena borgol juga. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Namanya, Gatut Sunu Wibowo. Lahir di Tulungagung, 17 Desember 1967. Anak desa Gandong. Sekolah dari SD sampai SMA di kampung sendiri. Kuliah Sarjana Ekonomi di Universitas Merdeka Malang, lanjut Magister Ekonomi di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Gelar lengkap, kayak menu prasmanan.

Karier? Dari toko bangunan kecil, jual pasir, semen, bata, naik jadi jaringan usaha material. Ini bukan sekadar pengusaha, ini arsitek mimpi rakyat (katanya). Dari ngaduk semen sampai ngaduk strategi politik. Multitalenta.

Masuk organisasi, aktif di GP Ansor sejak 2004. Lalu nyemplung ke politik, jadi kader PDI-Perjuangan (2018–2024). Nah, di titik ini cerita mulai berbau parfum kekuasaan. Karena setelah itu… pindah. Iya, pindah ke Partai Gerakan Indonesia Raya. Timing-nya cantik, kayak adegan slow motion di film. Tahun 2024, saat Prabowo Subianto naik ke puncak kekuasaan, langsung merapat. Refleksnya bagus. Insting politiknya kayak burung migrasi, tahu ke mana harus terbang biar tidak kedinginan.

Lalu hasilnya? Mulus. Pernah jadi Wakil Bupati (2021–2023), naik jadi Bupati Tulungagung ke-32, dilantik 20 Februari 2025. Diusung Golkar, Gerindra, dan PKS. Menang Pilkada 2024 dengan 297.882 suara (50,72%). Rakyat percaya. Rakyat berharap. Rakyat lagi-lagi… ya begitu.

Advertisement

Narasi yang dijual? Pekerja keras. Merakyat. Inspiratif. Ini template nasional, tinggal copy-paste, ganti nama, selesai. Tapi kita semua tahu, di negeri ini ada satu tradisi yang lebih kuat dari ideologi, tradisi lompat pagar.

Banyak kepala daerah sekarang bukan lagi politisi, tapi atlet. Cabang olahraga, lompat partai. Gerindra, maaf-maaf saja, jadi kasur empuk tempat mendarat. Logikanya sederhana, kalau sudah dekat penguasa, harusnya aman. Harusnya. Katanya.

Balik ke Tulungagung. Dengan semua strategi cerdas itu, pindah ke partai penguasa, masuk lingkaran kekuatan, didukung koalisi besar, harusnya hidup aman sentosa. Harusnya adem. Harusnya kebal dari hukum. Biar seribu laporan dugaan korupsi, tak bakal mempan. Bos di atas melindungi.

Eh…datanglah tamu tak diundang, OTT.

Operasi Tangkap Tangan dari KPK. Lembaga yang tidak peduli kamu pakai jaket partai warna apa. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, cukup bilang, “Benar.” Satu kata yang menghancurkan semua ilusi keamanan politik.

Advertisement

Artikel Terkait

PP Dosen PPPK Terbit, ADAPI Siap Perkuat Kontribusi Akademik

PP Dosen PPPK Terbit, ADAPI Siap Perkuat Kontribusi Akademik

DPP ADAPI mengapresiasi terbitnya PP Nomor 26 Tahun 2026 yang memberi kepastian status dosen PPPK. ADAPI mendorong peningkatan profesionalisme dan kontribusi akademik bagi pembangunan bangsa.

Legislator Teladan Penggerak Aspirasi dan Pembangunan Daerah, M SATIB Raih Radar Jember Awards

Legislator Teladan Penggerak Aspirasi dan Pembangunan Daerah, M SATIB Raih Radar Jember Awards

Sebagai wakil rakyat dari Dapil V (Jember Lumajang), Satib dinilai sangat responsif terhadap krisis dan kebutuhan konkret warga. "The Exemplary Legislator for Community Aspiration and Regional Development Award"

Evaluasi SPPG Wajib Diperkuat, DPRD Bondowoso Dorong Perbaikan dan Refocusing Anggaran

Evaluasi SPPG Wajib Diperkuat, DPRD Bondowoso Dorong Perbaikan dan Refocusing Anggaran

Harapannya, pelaksanaan SPPG di Bondowoso dapat berjalan lebih baik, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer