Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Logika Terbalik Itu Mulai Menemukan Kebenarannya

M. Ainul Budi
Penulis: M. Ainul Budi❯
Logika Terbalik Itu Mulai Menemukan Kebenarannya
Logika Terbalik Itu Mulai Menemukan Kebenarannya

Advertisement

 

RADAR JEMBER - Dulu saya pernah menulis sebuah logika terbalik yang membuat sebagian orang naik tekanan darahnya. Judulnya cukup provokatif, “Ijazah Jokowi dan Proyek 2029, Operasi Rahasia Menjaga Nama Tetap Hidup.” Intinya sederhana tapi nakal. Jangan-jangan para pemburu ijazah itu justru ikut menjaga panggung yang sama. Jangan-jangan mereka bukan sekadar penyerang, melainkan bagian dari mekanisme yang membuat nama Joko Widodo tetap hidup dalam percakapan publik. Nikmati narasinya sambil imagine Koptagul, wak!

Tulisan itu memancing banyak reaksi. Ada tertawa. Ada mencibir. Ada pula langsung memberi stempel yang sangat populer di republik ini, termul. Seolah menulis dengan logika terbalik adalah dosa intelektual yang harus ditebus dengan label ideologis. Saya sendiri santai saja. Dalam politik, sering kali teori terdengar paling aneh hari ini justru menjadi kenyataan yang biasa saja beberapa waktu kemudian.

Lalu panggung politik memberi kita satu adegan menarik. Salah satu tokoh paling keras di barisan penggugat, Rismon Sianipar, tiba-tiba mengambil langkah tak banyak diduga orang. Ia datang ke Solo, menemui Jokowi, meminta maaf, dan menyatakan ijazah Jokowi asli. Bahkan ia mengajukan penyelesaian melalui mekanisme restorative justice. Ini seolah ingin menutup drama panjang itu dengan jalan damai.

Di titik itulah saya kembali teringat pada tulisan lama tersebut. Logika terbalik yang dulu dianggap ngawur tiba-tiba terasa seperti menemukan serpihan kebenaran kecil. Bukan berarti seluruh dugaan itu pasti benar. Politik terlalu rumit untuk dijelaskan dengan satu teori. Tetapi peristiwa itu menunjukkan satu hal penting, panggung yang selama ini terlihat seperti pertarungan keras ternyata bisa berubah arah secara tiba-tiba.

Advertisement

Dalam tulisan lama itu saya pernah menyebut tiga nama dengan istilah bercanda, RRT atau “Tiroris” Rismon Sianipar, Roy Suryo, dan Tifauziah Tyassuma. Mereka adalah figur yang selama ini membuat isu ijazah itu terus berputar di ruang publik. Setiap kali salah satu dari mereka berbicara, nama Jokowi kembali muncul di berita, di media sosial, dan di obrolan warung kopi.

Sekarang salah satu dari tiga nama itu sudah berbalik arah. Itu membuat pertanyaan lama muncul kembali, tetapi dengan nuansa yang berbeda. Apakah dua nama yang tersisa akan tetap berada di posisi yang sama, atau suatu hari nanti panggung politik akan kembali menghadirkan adegan yang serupa?

Tidak ada yang tahu jawabannya. Namun situasi seperti ini membuat saya teringat pada satu kalimat tajam dari Said Didu. “Sisakan sedikit saja untuk tidak percaya kepada politisi.” Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi dalam iklim politik penuh drama, ia terasa seperti pengingat penting agar publik tidak terlalu cepat memuja ataupun terlalu cepat menghakimi.

Mungkin itulah pelajaran dari seluruh kisah ini. Logika terbalik kadang terdengar seperti lelucon ketika pertama kali diucapkan. Tetapi ketika waktu berjalan dan fakta-fakta baru bermunculan, logika yang semula dianggap aneh itu bisa saja perlahan menemukan pijakannya sendiri.

Di negeri yang politiknya sering lebih dramatis dari sinetron. Kenyataan memang sering datang dengan cara yang tidak terduga. Kadang-kadang, tanpa kita sadari, logika terbalik itu pelan-pelan menemukan kebenarannya.

Advertisement

Artikel Terkait

Jokowi Pamer Ijazah di Pengadilan, Roy Suryo Justru Soroti Kejanggalan Baru!

Jokowi Pamer Ijazah di Pengadilan, Roy Suryo Justru Soroti Kejanggalan Baru!

Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) memperlihatkan dokumen ijazah pendidikannya dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi saat menjadi saksi dalam persidangan kasus dugaan pencemaran nama

Jokowi Ungkap Skripsinya Tiga Kali Ditolak Judul, Bantah Soal Font Times New Roman di Sidang Ijazah

Jokowi Ungkap Skripsinya Tiga Kali Ditolak Judul, Bantah Soal Font Times New Roman di Sidang Ijazah

Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) membeberkan proses panjang penyusunan skripsinya di hadapan majelis hakim.  Keterangan itu disampaikan saat ia bersaksi dalam perkara tudingan ijazah palsu yang menyeret nama Roy Suryo

Roy Suryo dan dr Tifa Dilepas, Sinetron Ijazah Semakin Panjang

Roy Suryo dan dr Tifa Dilepas, Sinetron Ijazah Semakin Panjang

Roy Suryo dan dr Tifa Dilepas, Sinetron Ijazah Semakin Panjang Kita back sebentar ke sinetron ijazah. Berita Roy Suryo dan dr Tifa membuat kubu Termul gegap gempita. Nah, hari ini, situasi berbalik, duo penggugat ijazah

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer