Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kurang Bedebah Apa Lagi Negeri Ini, Wakil Tuhan pun Ditangkap

M. Ainul Budi
Penulis: M. Ainul Budi❯
Kurang Bedebah Apa Lagi Negeri Ini, Wakil Tuhan pun Ditangkap - Foto Ai hanya ilustrasi
Kurang Bedebah Apa Lagi Negeri Ini, Wakil Tuhan pun Ditangkap - Foto Ai hanya ilustrasi

RADAR JEMBER - Kalian boleh marah kali ini. Koptagul tumpah, biarkan. Ini sudah sangat parah. Wakik Tuhan alias hakim digelandang KPK ketahuan disuap 850 juta. Kurang bedebah apa lagi negeri ini saya, negeei ente, dan negeri kita, wak! Bukan konoha.


Advertisement

Pian bayangkan seekor tikus got raksasa, tubuhnya licin oleh lumpur selokan, kumisnya basah air comberan, matanya kecil tapi rakus, hidup nyaman di gorong-gorong kota yang gelap, pengap, dan penuh bangkai moral. Tikus ini bukan sembarang tikus. Ia mengenakan toga hitam sebagai kamuflase, berbicara tentang keadilan dengan mulut yang bau bangkai, dan mengetukkan palu hukum seperti tikus mengetuk pipa, bukan untuk memperbaiki, tapi mencari celah kebocoran uang.

Nama tikus itu, Dr. Bambang Setyawan, S.H., M.H. Wakil Ketua Pengadilan Negeri Depok. Di siang hari, ia tampil sebagai makhluk terhormat. Penuh gelar, penuh jabatan, penuh ceramah etika. Tapi begitu malam turun dan gorong-gorong dibuka, naluri aslinya bangkit. Tikus memang begitu, makannya diam-diam, larinya cepat, dan rakusnya tak pernah kenyang.

Tikus got tidak peduli kota banjir atau rakyat kelaparan. Anak SD bundir di Ngada NTT. Ia tak ada 375 ribu guru honorer yang digaji 400 ribu per bulan. Ia tak hirau 7,35 juta pengangguran. Selama ada sisa, bangkai, dan uang basah, ia akan menggigit. Benar saja, 5 Februari 2026, KPK menyergap sarang tikus itu. Dari balik lipatan toga dan dinding kekuasaan, menggelinding Rp 850 juta. Uang yang baunya sama seperti got, amis, busuk, dan menular.

Advertisement

Tikus itu tertangkap basah, moncongnya masih belepotan suap, ekornya menggeliat panik, tapi sudah terlambat. Lampu sorot menyala. Gorong-gorong terbuka. Semua orang melihat, ini bukan dewa hukum, ini hama negara.

Tikus got paling menjijikkan bukan karena ia kotor, tapi karena ia berpura-pura suci. Ia berjalan di ruang sidang seolah malaikat, padahal jantungnya berdetak mengikuti aroma uang. Ia berbicara tentang sumpah jabatan, tapi sumpah itu baginya cuma seperti kertas tisu di selokan dipakai sebentar, lalu dibuang. Tikus ini menggigiti fondasi peradilan sedikit demi sedikit, sampai bangunan keadilan roboh tanpa suara, dan rakyat cuma kebagian puingnya.

Netizen pun muak. Timeline penuh muntahan emosi. “Hakim kok tikus,” kata mereka. “Gaji besar tapi masih menggerogoti,” teriak yang lain. "Wakil tuhan bisa ya ditangkap, emang udah parah negeri kita," teriak supurter futsal.

Advertisement

Karena memang begitulah tikus got, diberi apa pun tak pernah cukup. Semakin tinggi jabatannya, semakin dalam ia menyelam ke lumpur. Semakin suci topengnya, semakin busuk perutnya.

Akhirnya tikus itu diseret keluar sarangnya. Dari gorong-gorong kekuasaan ke kandang KPK. Tidak lagi berwibawa, hanya makhluk menjijikkan yang meronta karena cahaya.

Semoga publik ingat, peradilan yang dibiarkan dipenuhi tikus tidak akan melahirkan keadilan, hanya wabah. Maka jangan berhenti muak.

Jangan berhenti marah. Karena koruptor seperti ini bukan sekadar pelanggar hukum, mereka adalah hama yang harus dibasmi agar negeri ini tidak terus hidup di got yang sama.

"Abang ni, baru jak dibuat senang, terhibur oleh kemenangan Timnas futsal membantai Jepang 5-3, eh dibuat marah pula."

"Ya, mau gimana lagi, wak. Inilah negeri kita yang selalu dibilang kaya. Tenang, kalau nanti menang lawan Iran di final, Trump si rambut jagung, akan menarik kapal induknya, wak." Ups.

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Advertisement
Editor : M. Ainul Budi

Artikel Terkait

Terjaring OTT Kasus Proyek & Jual Jabatan, Segini Fantastisnya Harta Bupati Pemalang Anom Widiyantoro!

Terjaring OTT Kasus Proyek & Jual Jabatan, Segini Fantastisnya Harta Bupati Pemalang Anom Widiyantoro!

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro terjaring OTT KPK terkait kasus proyek dan jual jabatan, menguak total harta kekayaannya yang mencapai Rp21,3 miliar.

Rekam Jejak Bupati Pemalang Anom Widiyantoro: Pernah Kalahkan Vicky Prasetyo di Pilkada 2024 Diusung Partai Ini

Rekam Jejak Bupati Pemalang Anom Widiyantoro: Pernah Kalahkan Vicky Prasetyo di Pilkada 2024 Diusung Partai Ini

KPK mengamankan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bersama 20 orang lainnya dan menyita uang Rp2 miliar terkait dugaan korupsi proyek dan jual-beli jabatan.

Bupati Pemalang Minta Maaf Usai Kena OTT KPK, Tangan Diborgol Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Bupati Pemalang Minta Maaf Usai Kena OTT KPK, Tangan Diborgol Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menyampaikan permohonan maaf saat digiring ke mobil tahanan KPK pasca-OTT terkait dugaan korupsi proyek dan jual beli jabatan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer