Desain Grafis, Skill Menjanjikan di Masa Pandemi

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Di era modern, hampir setiap hal dapat dilakukan dengan bantuan teknologi. Alat yang diproduksi di era digital, mempermudah setiap kegiatan manusia. Misalnya saja membeli makanan. Dengan teknologi, dapat dilakukan hanya dengan menekan tombol di layar smartphone. Apalagi di masa pandemi seperti ini semakin membuat orang malas untuk keluar rumah.

Selain itu, banyak anak muda yang kesulitan menemukan tempat atau pilihan keterampilan di masa pandemi. Namun, pernahkah kalian berpikir untuk menjadi desainer grafis? Kira-kira berapa harga dibalik logo start-up terkenal seperti Shopee atau Gojek?

Tentu logo-logo seperti itu tidak dibanderol dengan harga murah. Sebab, logo tersebut tidak dibuat sembarang orang. Desainer grafis (graphic designer) adalah profesi yang pekerjaannya menciptakan ilustrasi, fotografi, tipografi, atau graphic motion baik untuk media cetak atau daring, dan karyanya digunakan untuk tujuan tertentu entah untuk iklan atau yang lainnya.

Desain grafis adalah istilah yang umum dikenal oleh masyarakat kita. Perlu diketahui, seiring berkembangnya zaman, desainer grafis mulai dikelompokkan berdasarkan tugas, fungsi, dan tujuannya. Beberapa jenis desainer grafis yaitu advertising designer (fokus mendesain karya yang berhubungan dengan periklanan), visual identity designer (menciptakan branding terhadap suatu brand misal logo unik dan semacamnya), motion graphic desainer (mengolah elemen grafis dan memberikan gerakan, biasanya digunakan dalam bidang periklanan), animation designer (menciptakan animasi visual), illustrator designer (menciptakan ilustrasi atau gambaran pada sebuah konten), layout designer (berfokus dalam hal tata-menata sebuah elemen visual dalam bidang percetakan), typography designer (menciptakan dan mengolah hal yang berkaitan dengan tipografi), user interface designer (biasanya menciptakan aplikasi atau website), user experience designer (bekerja sama dengan UI designer, namun menekankan pada riset pengalaman pengguna terhadap sebuah aplikasi atau website), dan yang terakhir adalah full stack designer (gabungan dari UI dan UX designer yang tidak hanya menguasai desain namun juga menguasai coding seperti html).

Banyaknya jenis-jenis desain grafis memudahkan para remaja di era saat ini untuk memilih prospek kerja sesuai minat mereka. Saat ini, banyak sekali start-up bermunculan seperti Gojek, Tokopedia, Shopee, dan semacamnya. Hal ini tidak menutup kemungkinan peluang pekerjaan untuk seorang desainer grafis. Menjadi seorang desainer grafis memiliki keuntungan tersendiri. Selain kreativitas tersalurkan, kita punya kesempatan untuk bekerja di perusahaan start-up impian. Menjadi seorang anak desainer grafis tentunya mendapat beberapa keuntungan. Di antaranya, bekerja pada divisi kreatif di agensi periklanan, branding agency, atau menjadi desainer grafis di perusahaan media massa. Selain itu, juga dapat menjadi seorang komikus atau freelancer illustrator. Kita tidak perlu sibuk pergi ke kantor karena kita bisa bekerja di mana saja bahkan sambil bersantai di rumah. Selain bekerja di start-up, kita juga dapat menjalankan studio sendiri. Secara tidak langsung kita telah membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.