alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Quo Vadis Program Beasiswa Pemkab Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

Di bawah kepemimpinan Bupati Hendy, Kabupaten Jember terus melakukan terobosan baru dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu kebijakan populer yang diterbitkan oleh bupati adalah program beasiswa. Untuk tahun ini Pemerintah Kabupaten Jember menyediakan 5.000 kuota beasiswa bagi mahasiswa D-3, D-4, S-1, dan S-2. Beasiswa itu diberikan kepada warga yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Jember. Ribuan beasiswa yang diberikan itu beragam, mulai dari beasiswa prestasi, beasiswa fakir miskin, beasiswa khusus guru dan perangkat desa, serta beasiswa kompetisi. Untuk D-4 dan S-1, beasiswa diberikan selama delapan semester atau empat tahun secara berturut-turut. Sementara bagi mahasiswa S-2 dan D-3, beasiswa diberikan paling lama enam semester atau tiga tahun berturut-turut.

Dari 5.000 beasiswa itu, jumlah kuota untuk setiap jenis beasiswa beragam. Sebanyak 20 persen untuk beasiswa prestasi, 40 persen beasiswa fakir miskin, 20 persen beasiswa guru dan perangkat desa, dan 20 persen beasiswa kompetisi. Beasiswa tersebut diberikan dalam bentuk uang dan hanya digunakan untuk pembayaran uang kuliah tunggal (UKT). Penyaluran beasiswa langsung dilakukan pada perguruan tinggi dalam satu tahun.

Kebijakan pemberian beasiswa ini bagaikan angin surga bagi masyarakat Jember yang membutuhkan untuk studi lanjut ke perguruan tinggi. Apalagi dalam suasana pandemi ini masyarakat, terutama keluarga prasejahtera, sedang mengalami kesulitan ekonomi. Musibah Covid-19 yang menimpa kita turut memperparah keadaan, sehingga program pemberian beasiswa dapat menyelamatkan sebagian masyarakat agar bisa tetap melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Program beasiswa yang diluncurkan oleh Pemkab Jember merupakan langkah strategis dalam rangka meningkatkan kualitas SDM masyarakat. Namun, yang masih menyisakan pertanyaan adalah hendak dibawa ke mana (quo vadis) program beasiswa ini diluncurkan. Tujuan dari program beasiswa ini tampaknya masih belum dirumuskan dalam bentuk road map yang matang. Kita semua berharap program yang sangat mulia ini dapat memberikan kontribusi yang riil dalam upaya peningkatan SDM masyarakat Jember. Dalam tulisan ini ada beberapa gagasan, dengan harapan pelaksanaan program beasiswa Pemkab Jember dapat lebih terarah dan berkelanjutan. Pertama, pola rekrutmen peserta program. Selama ini program beasiswa masih diperuntukkan bagi mahasiswa Jember yang kuliah di Jember, seperti di Unej, UT, UIJ, UIN KHAS, dan lainnya. Ke depan perlu diperluas bahwa beasiswa juga diperuntukkan bagi mahasiswa yang berasal dari Jember, namun mereka kuliah di luar kota Jember. Untuk program ini mungkin bisa ditentukan universitasnya. Misal UI, ITB, UGM, ITS, atau universitas unggul yang lainnya. Mereka yang berhasil lolos di universitas unggul tersebut diberi beasiswa sampai lulus. Pemkab juga dapat membuat ketentuan berupa pemberian quota mahasiswa pada jurusan tertentu, yang disesuaikan dengan kebutuhan calon pegawai di pemerintah daerah Jember. Jadi pemkab sudah memiliki SDM lokal yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan Jember ke depan.

- Advertisement -

Di bawah kepemimpinan Bupati Hendy, Kabupaten Jember terus melakukan terobosan baru dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu kebijakan populer yang diterbitkan oleh bupati adalah program beasiswa. Untuk tahun ini Pemerintah Kabupaten Jember menyediakan 5.000 kuota beasiswa bagi mahasiswa D-3, D-4, S-1, dan S-2. Beasiswa itu diberikan kepada warga yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Jember. Ribuan beasiswa yang diberikan itu beragam, mulai dari beasiswa prestasi, beasiswa fakir miskin, beasiswa khusus guru dan perangkat desa, serta beasiswa kompetisi. Untuk D-4 dan S-1, beasiswa diberikan selama delapan semester atau empat tahun secara berturut-turut. Sementara bagi mahasiswa S-2 dan D-3, beasiswa diberikan paling lama enam semester atau tiga tahun berturut-turut.

Dari 5.000 beasiswa itu, jumlah kuota untuk setiap jenis beasiswa beragam. Sebanyak 20 persen untuk beasiswa prestasi, 40 persen beasiswa fakir miskin, 20 persen beasiswa guru dan perangkat desa, dan 20 persen beasiswa kompetisi. Beasiswa tersebut diberikan dalam bentuk uang dan hanya digunakan untuk pembayaran uang kuliah tunggal (UKT). Penyaluran beasiswa langsung dilakukan pada perguruan tinggi dalam satu tahun.

Kebijakan pemberian beasiswa ini bagaikan angin surga bagi masyarakat Jember yang membutuhkan untuk studi lanjut ke perguruan tinggi. Apalagi dalam suasana pandemi ini masyarakat, terutama keluarga prasejahtera, sedang mengalami kesulitan ekonomi. Musibah Covid-19 yang menimpa kita turut memperparah keadaan, sehingga program pemberian beasiswa dapat menyelamatkan sebagian masyarakat agar bisa tetap melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi.

Program beasiswa yang diluncurkan oleh Pemkab Jember merupakan langkah strategis dalam rangka meningkatkan kualitas SDM masyarakat. Namun, yang masih menyisakan pertanyaan adalah hendak dibawa ke mana (quo vadis) program beasiswa ini diluncurkan. Tujuan dari program beasiswa ini tampaknya masih belum dirumuskan dalam bentuk road map yang matang. Kita semua berharap program yang sangat mulia ini dapat memberikan kontribusi yang riil dalam upaya peningkatan SDM masyarakat Jember. Dalam tulisan ini ada beberapa gagasan, dengan harapan pelaksanaan program beasiswa Pemkab Jember dapat lebih terarah dan berkelanjutan. Pertama, pola rekrutmen peserta program. Selama ini program beasiswa masih diperuntukkan bagi mahasiswa Jember yang kuliah di Jember, seperti di Unej, UT, UIJ, UIN KHAS, dan lainnya. Ke depan perlu diperluas bahwa beasiswa juga diperuntukkan bagi mahasiswa yang berasal dari Jember, namun mereka kuliah di luar kota Jember. Untuk program ini mungkin bisa ditentukan universitasnya. Misal UI, ITB, UGM, ITS, atau universitas unggul yang lainnya. Mereka yang berhasil lolos di universitas unggul tersebut diberi beasiswa sampai lulus. Pemkab juga dapat membuat ketentuan berupa pemberian quota mahasiswa pada jurusan tertentu, yang disesuaikan dengan kebutuhan calon pegawai di pemerintah daerah Jember. Jadi pemkab sudah memiliki SDM lokal yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan Jember ke depan.

Di bawah kepemimpinan Bupati Hendy, Kabupaten Jember terus melakukan terobosan baru dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu kebijakan populer yang diterbitkan oleh bupati adalah program beasiswa. Untuk tahun ini Pemerintah Kabupaten Jember menyediakan 5.000 kuota beasiswa bagi mahasiswa D-3, D-4, S-1, dan S-2. Beasiswa itu diberikan kepada warga yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Jember. Ribuan beasiswa yang diberikan itu beragam, mulai dari beasiswa prestasi, beasiswa fakir miskin, beasiswa khusus guru dan perangkat desa, serta beasiswa kompetisi. Untuk D-4 dan S-1, beasiswa diberikan selama delapan semester atau empat tahun secara berturut-turut. Sementara bagi mahasiswa S-2 dan D-3, beasiswa diberikan paling lama enam semester atau tiga tahun berturut-turut.

Dari 5.000 beasiswa itu, jumlah kuota untuk setiap jenis beasiswa beragam. Sebanyak 20 persen untuk beasiswa prestasi, 40 persen beasiswa fakir miskin, 20 persen beasiswa guru dan perangkat desa, dan 20 persen beasiswa kompetisi. Beasiswa tersebut diberikan dalam bentuk uang dan hanya digunakan untuk pembayaran uang kuliah tunggal (UKT). Penyaluran beasiswa langsung dilakukan pada perguruan tinggi dalam satu tahun.

Kebijakan pemberian beasiswa ini bagaikan angin surga bagi masyarakat Jember yang membutuhkan untuk studi lanjut ke perguruan tinggi. Apalagi dalam suasana pandemi ini masyarakat, terutama keluarga prasejahtera, sedang mengalami kesulitan ekonomi. Musibah Covid-19 yang menimpa kita turut memperparah keadaan, sehingga program pemberian beasiswa dapat menyelamatkan sebagian masyarakat agar bisa tetap melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi.

Program beasiswa yang diluncurkan oleh Pemkab Jember merupakan langkah strategis dalam rangka meningkatkan kualitas SDM masyarakat. Namun, yang masih menyisakan pertanyaan adalah hendak dibawa ke mana (quo vadis) program beasiswa ini diluncurkan. Tujuan dari program beasiswa ini tampaknya masih belum dirumuskan dalam bentuk road map yang matang. Kita semua berharap program yang sangat mulia ini dapat memberikan kontribusi yang riil dalam upaya peningkatan SDM masyarakat Jember. Dalam tulisan ini ada beberapa gagasan, dengan harapan pelaksanaan program beasiswa Pemkab Jember dapat lebih terarah dan berkelanjutan. Pertama, pola rekrutmen peserta program. Selama ini program beasiswa masih diperuntukkan bagi mahasiswa Jember yang kuliah di Jember, seperti di Unej, UT, UIJ, UIN KHAS, dan lainnya. Ke depan perlu diperluas bahwa beasiswa juga diperuntukkan bagi mahasiswa yang berasal dari Jember, namun mereka kuliah di luar kota Jember. Untuk program ini mungkin bisa ditentukan universitasnya. Misal UI, ITB, UGM, ITS, atau universitas unggul yang lainnya. Mereka yang berhasil lolos di universitas unggul tersebut diberi beasiswa sampai lulus. Pemkab juga dapat membuat ketentuan berupa pemberian quota mahasiswa pada jurusan tertentu, yang disesuaikan dengan kebutuhan calon pegawai di pemerintah daerah Jember. Jadi pemkab sudah memiliki SDM lokal yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan Jember ke depan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/