29.3 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Gali Budaya Lokal melalui P5

Mobile_AP_Rectangle 1

Implementasi Kurikulum Merdeka baru-baru ini menjadi perbincangan dan bahan diskusi bagi semua kalangan. Tak hanya para pendidik yang masih memperdebatkan cara beradaptasi dengan perubahan kurikulum yang baru digagas oleh Mas Menteri. Tetapi para orang tua dan beberapa pengamat juga ikut andil ramai menyuarakan pendapat tentang pelaksanaan IKM yang kini mulai terlaksana hampir di semua tingkat pendidikan formal di negeri ini.

Terlepas dari berbagai macam komentar, IKM memang hal yang baru dan menarik untuk kita pelajari lebih dalam tujuan dan efektivitasnya dalam membangun peradaban pendidikan di negeri ini. Berbagai program yang di muat di dalam kurikulum ini sedikit banyak berbeda dengan Kurikulum 2013 sebelumnya. Kurikulum Merdeka, memang bukan berarti merdeka tanpa tujuan dan panduan. Kurikulum ini memberikan kemerdekaan bersikap dan bebas menentukan kemajuan diri tetap dalam koridor karakter Pancasila. Memberikan kemerdekaan berfikir bagi pendidik maupun peserta didik untuk menemukan jati diri mereka sesungguhnya adalah tujuan utama dari IKM. Memberikan porsi yang cukup bagi peserta didik untuk mengenali bakat dan minatnya tanpa takut terbatasi oleh aturan kurikulum yang terlalu mengikat dalam silabus-silabus sebelumnya.

Adanya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau lebih sering disebut dengan P5 merupakan salah satu muatan dalam IKM. Benar-benar menjadi hal baru bagi satuan pendidikan. Terus terang, awalnya para pendidik pada umumnya masih meraba-raba apa yang harus dilakukan untuk melaksanakan kegiatan ini. Tetapi platform merdeka mengajar, cukup banyak membantu para pelaksana atau koordinator Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini untuk mengembangkan ide dalam Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan yang lebih dikenal dengan KOSP. Hal baru yang menarik dalam IKM adalah guru diberi keleluasaan untuk mewujudkan ide dan mengekspresikan diri untuk menampilkan serta mengaktualisasikan kekhasan dari masing-masing sekolah atau satuan pendidikan untuk mewujudkan sebuah program dalam KOSP. Hal inilah yang semakin memicu semangat kreativitas para pendidik untuk lebih mudah memberi wajah baru dalam kegiatan belajar. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai yaitu kebebasan berkarakter yang menunjang terwujudnya generasi baru Indonesia dengan profil pelajar Pancasila.

- Advertisement -

Implementasi Kurikulum Merdeka baru-baru ini menjadi perbincangan dan bahan diskusi bagi semua kalangan. Tak hanya para pendidik yang masih memperdebatkan cara beradaptasi dengan perubahan kurikulum yang baru digagas oleh Mas Menteri. Tetapi para orang tua dan beberapa pengamat juga ikut andil ramai menyuarakan pendapat tentang pelaksanaan IKM yang kini mulai terlaksana hampir di semua tingkat pendidikan formal di negeri ini.

Terlepas dari berbagai macam komentar, IKM memang hal yang baru dan menarik untuk kita pelajari lebih dalam tujuan dan efektivitasnya dalam membangun peradaban pendidikan di negeri ini. Berbagai program yang di muat di dalam kurikulum ini sedikit banyak berbeda dengan Kurikulum 2013 sebelumnya. Kurikulum Merdeka, memang bukan berarti merdeka tanpa tujuan dan panduan. Kurikulum ini memberikan kemerdekaan bersikap dan bebas menentukan kemajuan diri tetap dalam koridor karakter Pancasila. Memberikan kemerdekaan berfikir bagi pendidik maupun peserta didik untuk menemukan jati diri mereka sesungguhnya adalah tujuan utama dari IKM. Memberikan porsi yang cukup bagi peserta didik untuk mengenali bakat dan minatnya tanpa takut terbatasi oleh aturan kurikulum yang terlalu mengikat dalam silabus-silabus sebelumnya.

Adanya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau lebih sering disebut dengan P5 merupakan salah satu muatan dalam IKM. Benar-benar menjadi hal baru bagi satuan pendidikan. Terus terang, awalnya para pendidik pada umumnya masih meraba-raba apa yang harus dilakukan untuk melaksanakan kegiatan ini. Tetapi platform merdeka mengajar, cukup banyak membantu para pelaksana atau koordinator Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini untuk mengembangkan ide dalam Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan yang lebih dikenal dengan KOSP. Hal baru yang menarik dalam IKM adalah guru diberi keleluasaan untuk mewujudkan ide dan mengekspresikan diri untuk menampilkan serta mengaktualisasikan kekhasan dari masing-masing sekolah atau satuan pendidikan untuk mewujudkan sebuah program dalam KOSP. Hal inilah yang semakin memicu semangat kreativitas para pendidik untuk lebih mudah memberi wajah baru dalam kegiatan belajar. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai yaitu kebebasan berkarakter yang menunjang terwujudnya generasi baru Indonesia dengan profil pelajar Pancasila.

Implementasi Kurikulum Merdeka baru-baru ini menjadi perbincangan dan bahan diskusi bagi semua kalangan. Tak hanya para pendidik yang masih memperdebatkan cara beradaptasi dengan perubahan kurikulum yang baru digagas oleh Mas Menteri. Tetapi para orang tua dan beberapa pengamat juga ikut andil ramai menyuarakan pendapat tentang pelaksanaan IKM yang kini mulai terlaksana hampir di semua tingkat pendidikan formal di negeri ini.

Terlepas dari berbagai macam komentar, IKM memang hal yang baru dan menarik untuk kita pelajari lebih dalam tujuan dan efektivitasnya dalam membangun peradaban pendidikan di negeri ini. Berbagai program yang di muat di dalam kurikulum ini sedikit banyak berbeda dengan Kurikulum 2013 sebelumnya. Kurikulum Merdeka, memang bukan berarti merdeka tanpa tujuan dan panduan. Kurikulum ini memberikan kemerdekaan bersikap dan bebas menentukan kemajuan diri tetap dalam koridor karakter Pancasila. Memberikan kemerdekaan berfikir bagi pendidik maupun peserta didik untuk menemukan jati diri mereka sesungguhnya adalah tujuan utama dari IKM. Memberikan porsi yang cukup bagi peserta didik untuk mengenali bakat dan minatnya tanpa takut terbatasi oleh aturan kurikulum yang terlalu mengikat dalam silabus-silabus sebelumnya.

Adanya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau lebih sering disebut dengan P5 merupakan salah satu muatan dalam IKM. Benar-benar menjadi hal baru bagi satuan pendidikan. Terus terang, awalnya para pendidik pada umumnya masih meraba-raba apa yang harus dilakukan untuk melaksanakan kegiatan ini. Tetapi platform merdeka mengajar, cukup banyak membantu para pelaksana atau koordinator Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini untuk mengembangkan ide dalam Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan yang lebih dikenal dengan KOSP. Hal baru yang menarik dalam IKM adalah guru diberi keleluasaan untuk mewujudkan ide dan mengekspresikan diri untuk menampilkan serta mengaktualisasikan kekhasan dari masing-masing sekolah atau satuan pendidikan untuk mewujudkan sebuah program dalam KOSP. Hal inilah yang semakin memicu semangat kreativitas para pendidik untuk lebih mudah memberi wajah baru dalam kegiatan belajar. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai yaitu kebebasan berkarakter yang menunjang terwujudnya generasi baru Indonesia dengan profil pelajar Pancasila.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/