alexametrics
26 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

Objek Teori Pendidikan Islam di Masyarakat

Mobile_AP_Rectangle 1

Masyarakat memegang peran sentral dan strategis dalam penyelenggaraan pendidikan berbasis masyarakat atau CBE. Peran masyarakat dalam penyelenggaraan CBE dapat dikelompokkan sebagai berikut.

Tokoh masyarakat seperti tokoh agama, tokoh adat, dan pendidik berperan sebagai pemrakarsa, mediator, motivator, tutor, pengelola, bahkan penyedia fasilitas pendidikan.

Organisasi kemasyarakatan berperan sebagai pemrakarsa, perencanaan, penyelenggaraan, organisator, pemberi motivasi, penyedia fasilitas, pengatur kegiatan, pengayom kegiatan, penyedia dana, pembina kegiatan, dan pemecah masalah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) berperan sebagai pembangkit dan penyampai aspirasi masyarakat, pemberi motivasi, pendamping masyarakat, fasilitator, pengembang, penyedia dana, penyedia teknologi, penyedia informasi pasar, penyedia tenaga ahli, dan pengelola program

Dengan demikian, menurut Dean Nielsen, pendidikan berbasis masyarakat dalam konteks sistem pendidikan nasional mencakup beberapa pengertian beragam, yaitu pendidikan luar sekolah yang diberikan oleh organisasi akar rumput seperti LSM dan pesantren, pendidikan yang diberikan oleh swasta atau yayasan, pendidikan dan pelatihan yang diberikan oleh pusat pelatihan milik swasta, pendidikan luar sekolah yang disediakan oleh pemerintah, pusat kegiatan masyarakat, serta pengambilan keputusan yang berbasis masyarakat.

 

*) Penulis adalah mahasiswa PAI Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang.

- Advertisement -

Masyarakat memegang peran sentral dan strategis dalam penyelenggaraan pendidikan berbasis masyarakat atau CBE. Peran masyarakat dalam penyelenggaraan CBE dapat dikelompokkan sebagai berikut.

Tokoh masyarakat seperti tokoh agama, tokoh adat, dan pendidik berperan sebagai pemrakarsa, mediator, motivator, tutor, pengelola, bahkan penyedia fasilitas pendidikan.

Organisasi kemasyarakatan berperan sebagai pemrakarsa, perencanaan, penyelenggaraan, organisator, pemberi motivasi, penyedia fasilitas, pengatur kegiatan, pengayom kegiatan, penyedia dana, pembina kegiatan, dan pemecah masalah.

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) berperan sebagai pembangkit dan penyampai aspirasi masyarakat, pemberi motivasi, pendamping masyarakat, fasilitator, pengembang, penyedia dana, penyedia teknologi, penyedia informasi pasar, penyedia tenaga ahli, dan pengelola program

Dengan demikian, menurut Dean Nielsen, pendidikan berbasis masyarakat dalam konteks sistem pendidikan nasional mencakup beberapa pengertian beragam, yaitu pendidikan luar sekolah yang diberikan oleh organisasi akar rumput seperti LSM dan pesantren, pendidikan yang diberikan oleh swasta atau yayasan, pendidikan dan pelatihan yang diberikan oleh pusat pelatihan milik swasta, pendidikan luar sekolah yang disediakan oleh pemerintah, pusat kegiatan masyarakat, serta pengambilan keputusan yang berbasis masyarakat.

 

*) Penulis adalah mahasiswa PAI Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang.

Masyarakat memegang peran sentral dan strategis dalam penyelenggaraan pendidikan berbasis masyarakat atau CBE. Peran masyarakat dalam penyelenggaraan CBE dapat dikelompokkan sebagai berikut.

Tokoh masyarakat seperti tokoh agama, tokoh adat, dan pendidik berperan sebagai pemrakarsa, mediator, motivator, tutor, pengelola, bahkan penyedia fasilitas pendidikan.

Organisasi kemasyarakatan berperan sebagai pemrakarsa, perencanaan, penyelenggaraan, organisator, pemberi motivasi, penyedia fasilitas, pengatur kegiatan, pengayom kegiatan, penyedia dana, pembina kegiatan, dan pemecah masalah.

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) berperan sebagai pembangkit dan penyampai aspirasi masyarakat, pemberi motivasi, pendamping masyarakat, fasilitator, pengembang, penyedia dana, penyedia teknologi, penyedia informasi pasar, penyedia tenaga ahli, dan pengelola program

Dengan demikian, menurut Dean Nielsen, pendidikan berbasis masyarakat dalam konteks sistem pendidikan nasional mencakup beberapa pengertian beragam, yaitu pendidikan luar sekolah yang diberikan oleh organisasi akar rumput seperti LSM dan pesantren, pendidikan yang diberikan oleh swasta atau yayasan, pendidikan dan pelatihan yang diberikan oleh pusat pelatihan milik swasta, pendidikan luar sekolah yang disediakan oleh pemerintah, pusat kegiatan masyarakat, serta pengambilan keputusan yang berbasis masyarakat.

 

*) Penulis adalah mahasiswa PAI Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca