alexametrics
27.5 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Motivasi Peduli Lingkungan di Era Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

Mobile_AP_Rectangle 1

Sejak berkembangnya pandemi Covid-19 ini, banyak sekali tatanan yang mengalami perubahan. Perubahan ini dirasakan oleh banyak sektor, dan salah satu yang terkena imbasnya adalah sektor pendidikan. Berbagai aktivitas tatap muka ditiadakan untuk sementara waktu dengan harapan untuk meminimalkan pelonjakan terhadap sebaran penyakit tersebut. Sehingga dunia pendidikan harus segera diadaptasi dengan kondisi yang ada. Berbagai metode dikembangkan untuk dapat terus mengajar serta diharapkan untuk tetap produktif di era seperti sekarang ini. Para pendidik disibukkan dengan mengembangkan berbagai metode pengajaran yang dapat dilaksanakan secara jarak jauh (PJJ). Pembelajaran secara daring menjadi salah satu metode yang dikembangkan saat ini.

Siswa sebagai salah satu yang merasakan dampak dari adanya pandemi ini, sangatlah dibutuhkan pendampingan orang tua dalam proses pembelajaran kesehariannya. Dibutuhkan kerja sama yang baik di antara pendidik, orang tua dan siswa. Sehingga terjadi sinkronisasi dan sinergisitas dalam memacu semangat belajar dari rumah. Tidak hanya itu, dalam kegiatan PJJ ini, sebagai guru SMK Pertanian saya juga menyelipkan inovasi untuk terus dapat produktif di rumah, misalnya memberikan wawasan kepada anak didik untuk dapat membantu menjaga ketahanan pangan keluarga dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang ada di rumah. Misalnya saja sebagai contoh pemanfaatan limbah dapur.

Limbah dapur terdiri dari limbah plastik dan limbah organik. Untuk limbah plastik seperti plastik refill minyak goreng dapat dimanfaatkan sebagai wadah tempat tanaman atau pot tanaman. Jadi anak-anak tidak perlu membeli pot lagi sebagai tempat tanamnya, malah dapat memanfaatkan barang-barang limbah yang sudah tidak terpakai lagi. Di mana kalau limbah plastik tersebut jika dibuang ataupun dibakar dapat menyebabkan polusi terhadap lingkungan seperti polusi udara (asap).

- Advertisement -

Sejak berkembangnya pandemi Covid-19 ini, banyak sekali tatanan yang mengalami perubahan. Perubahan ini dirasakan oleh banyak sektor, dan salah satu yang terkena imbasnya adalah sektor pendidikan. Berbagai aktivitas tatap muka ditiadakan untuk sementara waktu dengan harapan untuk meminimalkan pelonjakan terhadap sebaran penyakit tersebut. Sehingga dunia pendidikan harus segera diadaptasi dengan kondisi yang ada. Berbagai metode dikembangkan untuk dapat terus mengajar serta diharapkan untuk tetap produktif di era seperti sekarang ini. Para pendidik disibukkan dengan mengembangkan berbagai metode pengajaran yang dapat dilaksanakan secara jarak jauh (PJJ). Pembelajaran secara daring menjadi salah satu metode yang dikembangkan saat ini.

Siswa sebagai salah satu yang merasakan dampak dari adanya pandemi ini, sangatlah dibutuhkan pendampingan orang tua dalam proses pembelajaran kesehariannya. Dibutuhkan kerja sama yang baik di antara pendidik, orang tua dan siswa. Sehingga terjadi sinkronisasi dan sinergisitas dalam memacu semangat belajar dari rumah. Tidak hanya itu, dalam kegiatan PJJ ini, sebagai guru SMK Pertanian saya juga menyelipkan inovasi untuk terus dapat produktif di rumah, misalnya memberikan wawasan kepada anak didik untuk dapat membantu menjaga ketahanan pangan keluarga dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang ada di rumah. Misalnya saja sebagai contoh pemanfaatan limbah dapur.

Limbah dapur terdiri dari limbah plastik dan limbah organik. Untuk limbah plastik seperti plastik refill minyak goreng dapat dimanfaatkan sebagai wadah tempat tanaman atau pot tanaman. Jadi anak-anak tidak perlu membeli pot lagi sebagai tempat tanamnya, malah dapat memanfaatkan barang-barang limbah yang sudah tidak terpakai lagi. Di mana kalau limbah plastik tersebut jika dibuang ataupun dibakar dapat menyebabkan polusi terhadap lingkungan seperti polusi udara (asap).

Sejak berkembangnya pandemi Covid-19 ini, banyak sekali tatanan yang mengalami perubahan. Perubahan ini dirasakan oleh banyak sektor, dan salah satu yang terkena imbasnya adalah sektor pendidikan. Berbagai aktivitas tatap muka ditiadakan untuk sementara waktu dengan harapan untuk meminimalkan pelonjakan terhadap sebaran penyakit tersebut. Sehingga dunia pendidikan harus segera diadaptasi dengan kondisi yang ada. Berbagai metode dikembangkan untuk dapat terus mengajar serta diharapkan untuk tetap produktif di era seperti sekarang ini. Para pendidik disibukkan dengan mengembangkan berbagai metode pengajaran yang dapat dilaksanakan secara jarak jauh (PJJ). Pembelajaran secara daring menjadi salah satu metode yang dikembangkan saat ini.

Siswa sebagai salah satu yang merasakan dampak dari adanya pandemi ini, sangatlah dibutuhkan pendampingan orang tua dalam proses pembelajaran kesehariannya. Dibutuhkan kerja sama yang baik di antara pendidik, orang tua dan siswa. Sehingga terjadi sinkronisasi dan sinergisitas dalam memacu semangat belajar dari rumah. Tidak hanya itu, dalam kegiatan PJJ ini, sebagai guru SMK Pertanian saya juga menyelipkan inovasi untuk terus dapat produktif di rumah, misalnya memberikan wawasan kepada anak didik untuk dapat membantu menjaga ketahanan pangan keluarga dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang ada di rumah. Misalnya saja sebagai contoh pemanfaatan limbah dapur.

Limbah dapur terdiri dari limbah plastik dan limbah organik. Untuk limbah plastik seperti plastik refill minyak goreng dapat dimanfaatkan sebagai wadah tempat tanaman atau pot tanaman. Jadi anak-anak tidak perlu membeli pot lagi sebagai tempat tanamnya, malah dapat memanfaatkan barang-barang limbah yang sudah tidak terpakai lagi. Di mana kalau limbah plastik tersebut jika dibuang ataupun dibakar dapat menyebabkan polusi terhadap lingkungan seperti polusi udara (asap).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/