alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Menyingkap Tabir LDK di Mts Negeri 7 Jember Tahun 2020

Mobile_AP_Rectangle 1

Allah SWT berfirman : Kamu adalah sebaik baik umat yang ditempatkan di tengah kehidupan manusia (masyarakat) untuk mengajak kepada perbuatan yang baik dan mencegah dari yang mungkar serta beriman kepada Allah SWT, sekiranya ahli kitab mau beriman maka itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman namun kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik ( al Imron ayat:110 ).

Membuka  dan menyimak kalamullah yang telah dicantumkan Allah SWT, dalam surat Al Imron ayat 110, ternyata manusia sudah dibekali bibit/benih kepemimpinan yang ada dalam jiwanya. Bahkan sejak manusia pertama Nabi Adam AS, juga menjadi pemimpin dan memimpin umat manusia pada zamannya, serta para nabi dan rasul yang lainnya, para sahabat, tabi’in, tabi’it tabi’in, para ulama dan ilmuwan serta para tokoh masyarakat semuanya telah menjadi pemimpin dan memimpin manusia sesuai dengan masanya masing-masing. Dengan demikian bisa dikatakan pemimpin itu merupakan warisan secara turun temurun yang melekat dengan sendirinya pada jiwa manusia sesuai dengan kodratnya. Manusia sebagai makhluk zoon politicon dan  sebagai khalifah dimuka bumi serta  sebagai hamba yang bertakwa, tentu tidak menutup kemungkinan untuk selalu memperhatikan etika dalam  kehidupannya. Sebab, secara natural manusia tidak akan bisa hidup, bila tidak berdampingan dengan sesamanya, baik dalam segi ubudiyah maupun dari segi muamalah, konsep hidup manusia akan selalu menjaga hubungan yang baik dan harmonis sebagai estafet dari jalan hidupnya. Namun, demikian kehidupan tidak akan berjalan dengan baik, bila tidak diimbangi dengan aturan yang mengikat ruang gerak dari berbagai perilaku manusia, sebagai kata kunci kehidupan akan berjalan dengan baik dan harmonis. Bila ada aturan yang mengikat di dalamnya, di situlah pentingnya sebuah kepemimpinan.

Kepemimpinan adalah suatu usaha dan upaya untuk memengaruhi kegiatan para pengikutnya  melalui proses komunikasi untuk mencapai tujuan tertentu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pemimpin dalam organisasi berwenang untuk mengatur tata kerja, analisis dan deskripsi tugas, penempatan orang, koordinasi dan pengawasan, membuat program pengembangan dan latihan para manajer di setiap tingkatan dan segala aspek organisasi. Dengan kata lain ia melaksanakan fungsi-fungsi manajemen secara konsekuen.

- Advertisement -

Allah SWT berfirman : Kamu adalah sebaik baik umat yang ditempatkan di tengah kehidupan manusia (masyarakat) untuk mengajak kepada perbuatan yang baik dan mencegah dari yang mungkar serta beriman kepada Allah SWT, sekiranya ahli kitab mau beriman maka itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman namun kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik ( al Imron ayat:110 ).

Membuka  dan menyimak kalamullah yang telah dicantumkan Allah SWT, dalam surat Al Imron ayat 110, ternyata manusia sudah dibekali bibit/benih kepemimpinan yang ada dalam jiwanya. Bahkan sejak manusia pertama Nabi Adam AS, juga menjadi pemimpin dan memimpin umat manusia pada zamannya, serta para nabi dan rasul yang lainnya, para sahabat, tabi’in, tabi’it tabi’in, para ulama dan ilmuwan serta para tokoh masyarakat semuanya telah menjadi pemimpin dan memimpin manusia sesuai dengan masanya masing-masing. Dengan demikian bisa dikatakan pemimpin itu merupakan warisan secara turun temurun yang melekat dengan sendirinya pada jiwa manusia sesuai dengan kodratnya. Manusia sebagai makhluk zoon politicon dan  sebagai khalifah dimuka bumi serta  sebagai hamba yang bertakwa, tentu tidak menutup kemungkinan untuk selalu memperhatikan etika dalam  kehidupannya. Sebab, secara natural manusia tidak akan bisa hidup, bila tidak berdampingan dengan sesamanya, baik dalam segi ubudiyah maupun dari segi muamalah, konsep hidup manusia akan selalu menjaga hubungan yang baik dan harmonis sebagai estafet dari jalan hidupnya. Namun, demikian kehidupan tidak akan berjalan dengan baik, bila tidak diimbangi dengan aturan yang mengikat ruang gerak dari berbagai perilaku manusia, sebagai kata kunci kehidupan akan berjalan dengan baik dan harmonis. Bila ada aturan yang mengikat di dalamnya, di situlah pentingnya sebuah kepemimpinan.

Kepemimpinan adalah suatu usaha dan upaya untuk memengaruhi kegiatan para pengikutnya  melalui proses komunikasi untuk mencapai tujuan tertentu.

Pemimpin dalam organisasi berwenang untuk mengatur tata kerja, analisis dan deskripsi tugas, penempatan orang, koordinasi dan pengawasan, membuat program pengembangan dan latihan para manajer di setiap tingkatan dan segala aspek organisasi. Dengan kata lain ia melaksanakan fungsi-fungsi manajemen secara konsekuen.

Allah SWT berfirman : Kamu adalah sebaik baik umat yang ditempatkan di tengah kehidupan manusia (masyarakat) untuk mengajak kepada perbuatan yang baik dan mencegah dari yang mungkar serta beriman kepada Allah SWT, sekiranya ahli kitab mau beriman maka itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman namun kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik ( al Imron ayat:110 ).

Membuka  dan menyimak kalamullah yang telah dicantumkan Allah SWT, dalam surat Al Imron ayat 110, ternyata manusia sudah dibekali bibit/benih kepemimpinan yang ada dalam jiwanya. Bahkan sejak manusia pertama Nabi Adam AS, juga menjadi pemimpin dan memimpin umat manusia pada zamannya, serta para nabi dan rasul yang lainnya, para sahabat, tabi’in, tabi’it tabi’in, para ulama dan ilmuwan serta para tokoh masyarakat semuanya telah menjadi pemimpin dan memimpin manusia sesuai dengan masanya masing-masing. Dengan demikian bisa dikatakan pemimpin itu merupakan warisan secara turun temurun yang melekat dengan sendirinya pada jiwa manusia sesuai dengan kodratnya. Manusia sebagai makhluk zoon politicon dan  sebagai khalifah dimuka bumi serta  sebagai hamba yang bertakwa, tentu tidak menutup kemungkinan untuk selalu memperhatikan etika dalam  kehidupannya. Sebab, secara natural manusia tidak akan bisa hidup, bila tidak berdampingan dengan sesamanya, baik dalam segi ubudiyah maupun dari segi muamalah, konsep hidup manusia akan selalu menjaga hubungan yang baik dan harmonis sebagai estafet dari jalan hidupnya. Namun, demikian kehidupan tidak akan berjalan dengan baik, bila tidak diimbangi dengan aturan yang mengikat ruang gerak dari berbagai perilaku manusia, sebagai kata kunci kehidupan akan berjalan dengan baik dan harmonis. Bila ada aturan yang mengikat di dalamnya, di situlah pentingnya sebuah kepemimpinan.

Kepemimpinan adalah suatu usaha dan upaya untuk memengaruhi kegiatan para pengikutnya  melalui proses komunikasi untuk mencapai tujuan tertentu.

Pemimpin dalam organisasi berwenang untuk mengatur tata kerja, analisis dan deskripsi tugas, penempatan orang, koordinasi dan pengawasan, membuat program pengembangan dan latihan para manajer di setiap tingkatan dan segala aspek organisasi. Dengan kata lain ia melaksanakan fungsi-fungsi manajemen secara konsekuen.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/