Kaula Muda Memiliki Rumah, Kenapa Tidak?

Oleh: Sholikhul Huda*

IKLAN

Memiliki rumah sendiri adalah impian semua orang. Jika dahulu harus menabung baru bisa membangun rumah. Kini sudah dipermudah dengan lembaga perbankan. Ada program kredit rumah murah. Program ini memberi peluang seluruh elemen masyarakat memiliki rumah. Kaula muda sekalipun, bisa memiliki rumah. Termasuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), bisa memiliki rumah.

Presiden juga mendukung adanya program pembangunan sejuta rumah bagi MBR. Misalkan program sejuta rumah bersubsidi. Program itu sampai saat ini, terus bergulir. Yakni dengan sistem Kredit Perumahan Rakyat (KPR).

Berdasarkan sejarah, realisasi KPR pertama di Indonesia dilaksanakan 10 Desember 1976. Pelaksanaannya adalah Bank BTN di Semarang. Karenanya pada tanggal itu dijadikan sebagai hari KPR.

Berdasarkan sejarah, pola subsidi mengalami beberapa pergantian. Terbaru adalah sistem Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Program ini dirasa sangat memudahkan. Bahkan awal 2020, Presiden Joko Widodo meminta anggaran FLPP ditambah. Pemerintah melihat, minat masyarakat tentang pembiayaan rumah sangat tinggi. Sebab dirasa sangat meringankan. Khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Peluang ini, tentunya harus ditangkap generasi muda. Khususnya mereka yang sudah terjun di dunia kerja. Jangan sampai melewatkan peluang untuk bisa memiliki rumah. Sebab semua bisa memiliki rumah. Fasilitasnya kini sangat mudah dan dimudahkan.

Berbagai bank telah memudahkan sistem pencariannya. Seperti halnya Bank BTN, meluncurkan aplikasi Rumah Murah BTN. Seseorang bisa mencari informasi rumah murah dengan mudah. Kemudahan itu, sangat ramah dengan generasi masa kini. Sesuai dengan slogan ‘semua ada di genggaman anda’.

Jika menelusuri PlayStore, ternyata PT Bank Tabungan Negara (persero), Tbk sudah banyak meluncurkan aplikasi berbasis android. Selain Rumah Murah BTN, juga ada BTN Internet Banking, BTN Properti Mobile, BTNS Mobile I-Reksa Dana BTN Prioritas, Museum BTN, Mobile Payments BTN Syariah, Mobile Wakaf BTN dan beberapa produk lainnya.

Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penetrasi pengguna internet di Indonesia pada 2018 sangat banyak. Totalnya 171,17 juta jiwa warga Indonesia menggunakan internet. Jika dipersentase, jumlah itu sebesar 64,8 persen dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 264,16 juta jiwa.

Data itu mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibanding data survei APJII pada 2017. Saat itu hanya 54,68 persen pengguna internet. Totalnya 143,26 juta jiwa. Tentunya setiap tahunnya, pengguna internet akan naik terus-menerus.

Karenanya, inovasi digital menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi. Penetrasi nasabah bank-bank di Indonesia, harus sejalan dengan penetrasi pengguna internet. Apalagi, generasi mudanya 80 persen lebih adalah pengguna internet. Dalam hal kemudahan kepemilikan rumah, menjadi hal yang tepat ketika banyak pilihan aplikasi. Sehingga bisa memudahkan para pemuda untuk mencari internet.

Sementara mengenai investasi, tentunya akan sangat tepat ketika memilih untuk memiliki rumah atau tanah. Estimasinya, misalnya seorang pemuda memilih memiliki tanah daripada mobil yang sama-sama kredit.

Ketika seseorang berinvestasi rumah atau tanah dengan besaran bunga yang dibayarkan, maka tidak akan rugi. Sebab harga properti setiap tahunnya dipastikan naik. Ketika sampai pelunasan, misalnya. Seseorang masih akan mendapatkan untung jika menjualnya kembali.

Hal ini berbeda ketika memilih benda bergerak. Maka akan memiliki nilai penyusutan setiap tahunnya. Jadi bagi kaula muda, jangan ragu untuk memiliki rumah.

*Penulis adalah wartawan Jawa Pos Radar Jember: Biro Radar Ijen Bondowoso.

Reporter :

Fotografer :

Editor :