30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Asa Pasca-G20 Bali dan Suksesi Nasional

Mobile_AP_Rectangle 1

Bangsa Indonesia mencatat sejarah internasional. Perhelatan akbar G20 di Bali menuai kesuksesan. Sebanyak 17 pemimpin negara-negara yang tergabung dalam Group of Twenty hadir secara langsung. Persiapan panjang yang sangat menyita waktu, pikiran dan sorotan ini terbayar lunas dengan berbagai apresiasi dari pemimpin negara tentang pelaksanaan perhelatan tersebut.

Keberhasilan menggelar acara ini merupakan bukti keberhasilan diplomasi, stabilitas keamanan dan ketangguhan bangsa ini bangkit pascapandemi Covid-19. Tidak semua negara mampu menggelar event yang melibatkan para pemimpin negara dan mayoritas hadir secara langsung dari berbagai belahan dunia. Apalagi di tengah-tengah situasi dunia yang tidak menentu dan penuh ketidakpastian. Sekali lagi bangsa ini mampu mengemban amanah ini dengan baik.

Di sisi lain, Tim Komunikasi dan Media G20 Indonesia (14-15/11/2022) melansir hasil pembicaraan bilateral Presiden RI Ir Joko Widodo dengan sejumlah pemimpin negara G20 yang menuai berbagai point positif. Bersama Presiden AS Joe Biden berharap negara adidaya ini memperkuat kemitraan Indonesia, ASEAN dengan Amerika Serikat untuk membangun kemakmuran di Indo-Pasifik menyusul tahun 2023 Indonesia menjadi Ketua ASEAN .

Mobile_AP_Rectangle 2

Berikutnya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengungkapkan, Indonesia memperlihatkan kapasitas luar biasa dalam upaya menyatukan pihak-pihak yang berseteru, mempromosikan dialog, dan mencoba mencari solusi nyata di tengah situasi sulit ketika pemisahan geopolitik sangat nyata

Ketemu Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, Presiden Ir Joko Widodo mengapresiasi nilai perdagangan Indonesia-Australia yang mengalami peningkatan sebesar 76,84persen pada Tahun 2021. Implementasi kerja sama terus dimaksimalkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Berlanjut dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen yang menyepakati perlunya peningkatan kerja sama antara Indonesia dengan Uni Eropa melalui Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA).

- Advertisement -

Bangsa Indonesia mencatat sejarah internasional. Perhelatan akbar G20 di Bali menuai kesuksesan. Sebanyak 17 pemimpin negara-negara yang tergabung dalam Group of Twenty hadir secara langsung. Persiapan panjang yang sangat menyita waktu, pikiran dan sorotan ini terbayar lunas dengan berbagai apresiasi dari pemimpin negara tentang pelaksanaan perhelatan tersebut.

Keberhasilan menggelar acara ini merupakan bukti keberhasilan diplomasi, stabilitas keamanan dan ketangguhan bangsa ini bangkit pascapandemi Covid-19. Tidak semua negara mampu menggelar event yang melibatkan para pemimpin negara dan mayoritas hadir secara langsung dari berbagai belahan dunia. Apalagi di tengah-tengah situasi dunia yang tidak menentu dan penuh ketidakpastian. Sekali lagi bangsa ini mampu mengemban amanah ini dengan baik.

Di sisi lain, Tim Komunikasi dan Media G20 Indonesia (14-15/11/2022) melansir hasil pembicaraan bilateral Presiden RI Ir Joko Widodo dengan sejumlah pemimpin negara G20 yang menuai berbagai point positif. Bersama Presiden AS Joe Biden berharap negara adidaya ini memperkuat kemitraan Indonesia, ASEAN dengan Amerika Serikat untuk membangun kemakmuran di Indo-Pasifik menyusul tahun 2023 Indonesia menjadi Ketua ASEAN .

Berikutnya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengungkapkan, Indonesia memperlihatkan kapasitas luar biasa dalam upaya menyatukan pihak-pihak yang berseteru, mempromosikan dialog, dan mencoba mencari solusi nyata di tengah situasi sulit ketika pemisahan geopolitik sangat nyata

Ketemu Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, Presiden Ir Joko Widodo mengapresiasi nilai perdagangan Indonesia-Australia yang mengalami peningkatan sebesar 76,84persen pada Tahun 2021. Implementasi kerja sama terus dimaksimalkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Berlanjut dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen yang menyepakati perlunya peningkatan kerja sama antara Indonesia dengan Uni Eropa melalui Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA).

Bangsa Indonesia mencatat sejarah internasional. Perhelatan akbar G20 di Bali menuai kesuksesan. Sebanyak 17 pemimpin negara-negara yang tergabung dalam Group of Twenty hadir secara langsung. Persiapan panjang yang sangat menyita waktu, pikiran dan sorotan ini terbayar lunas dengan berbagai apresiasi dari pemimpin negara tentang pelaksanaan perhelatan tersebut.

Keberhasilan menggelar acara ini merupakan bukti keberhasilan diplomasi, stabilitas keamanan dan ketangguhan bangsa ini bangkit pascapandemi Covid-19. Tidak semua negara mampu menggelar event yang melibatkan para pemimpin negara dan mayoritas hadir secara langsung dari berbagai belahan dunia. Apalagi di tengah-tengah situasi dunia yang tidak menentu dan penuh ketidakpastian. Sekali lagi bangsa ini mampu mengemban amanah ini dengan baik.

Di sisi lain, Tim Komunikasi dan Media G20 Indonesia (14-15/11/2022) melansir hasil pembicaraan bilateral Presiden RI Ir Joko Widodo dengan sejumlah pemimpin negara G20 yang menuai berbagai point positif. Bersama Presiden AS Joe Biden berharap negara adidaya ini memperkuat kemitraan Indonesia, ASEAN dengan Amerika Serikat untuk membangun kemakmuran di Indo-Pasifik menyusul tahun 2023 Indonesia menjadi Ketua ASEAN .

Berikutnya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengungkapkan, Indonesia memperlihatkan kapasitas luar biasa dalam upaya menyatukan pihak-pihak yang berseteru, mempromosikan dialog, dan mencoba mencari solusi nyata di tengah situasi sulit ketika pemisahan geopolitik sangat nyata

Ketemu Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, Presiden Ir Joko Widodo mengapresiasi nilai perdagangan Indonesia-Australia yang mengalami peningkatan sebesar 76,84persen pada Tahun 2021. Implementasi kerja sama terus dimaksimalkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Berlanjut dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen yang menyepakati perlunya peningkatan kerja sama antara Indonesia dengan Uni Eropa melalui Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/