alexametrics
28.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Mungkinkah Meraih Triple Sukses Porprov?

Mobile_AP_Rectangle 1

Hari selasa, 14 Juni 2022, bertempat di Pendopo Bupati Jember, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, me-launching logo dan maskot untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jawa Timur 2022. Kegiatan ini menandai bahwa gelaran porprov sudah siap dilakasanakan. Ada 5 maskot porprov, satu maskot (Si Beki) dari pemerintah provinsi Jawa Timur dan empat lainnya merupakan representasi tuan rumah. Si Babal dari Situbondo, si Ulung dari Bondowoso, Si Rancak dari Kabupaaten Lumajang dan Si Jura dari Kabupaten Jember. Gubernur Jawa Timur mencanangkan tiga sukses dalam hajatan olahraga akbar Provinsi Jatim.

Ketiganya adalah sukses penyelenggaraan, sukses prestasi dan sukses ekonomi. Tiga sukses ini juga digaungkan oleh Bupati Jember dalam Baliho yang bertebaran di Kabupaten Jember. Saya pikir apa yang disampaikan oleh Gubernur sangat relevan.

Penulis mencoba memberikan ulasan dan sumbang pemikiran apa dan bagaimana porprov dikabupaten Jember. Sebelumnya kami berangkat dari buah pikiran Abdullah Azwar Anas. Mantan Bupati Banyuwangi dua periode. Dan merupakan Vupati yang paling berhasil memimpin daerahnya dalam kancah politik nasional. Dalam bukunya yang berjudul Inovasi Banyuwangi, Anas menguraikan bagaimana dia sukses menyelenggarakan event olahraga balap sepeda yang dikenal dengan International Tour De Ijen Banyuwangi(ITdBI).

Mobile_AP_Rectangle 2

Anas menyampaikan bahwa olahraga merupakan alat yang ampuh untuk mendatangkan wisatawan. Dengan konsep sport tourism, Anas menyajikan event olahraga menjadi atraksi wisata yang menarik. Dengan memadukan sport, culture dan tourism. Untuk mewujudkan impiannya Anas menyampaikan dengan belajar kepada pihak lain. Anas dan pemkab Banyuwangi belajar pengelolaan event balap sepeda pada panitia tour de Singkarak dan tour de Langkawi di Malaysia yang sudah berpengalaman sejak 1996. Selanjutnya dengan konsep ATM (amati, tiru dan modifikasi), Anas melakukan modifikasi terhadap pelaksanaan ITdBI. Dengan melakukan perpaduan aspek olahraga, gaya hidup berbasis budaya lokal, ekonomi dan pariwisata.

Kembali kepada Porprov VII Jatim, sudahkah dilaksanakan dengan konsep yang matang. Sehingga triple sukses yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Timur betul betul tercapai. Atau justru sebaliknya, event Porprov menjadi hajatan yang sia sia.

Untuk Kabupaten Jember, dalam beberapa minggu terakhir disajikan drama sidak oleh DPRD terhadap persiapan pelaksanaan porprov. Apa yang dilakukan wakil rakyat sangat wajar. Untuk menjadi pelecut kepada eksekutif agar lebih siap. Apalagi Jember merupakan tulang punggung pelaksanaan porprov VII Jawa Timur. Dari 47 cabang olahraga yang dipertandingkan, 19 diantaranya dilaksanakan dikabupaten Jember.

Untuk sukses penyelenggaraan, nampaknya Kabupaten jember agak kikuk dengan acara besar ini. Setidaknya kalau dilihat persiapannya tidak matang. Hal ini bisa dilihat dari rehab beberapa venue yang belum selesai. Yang mencolok adalah rehab JSG, dimana sampai tulisan ini ditulis juga belum selesai. Rekanan berdalih kontrak kerja mereka berlangsung sampai dengan tanggal 25 Juni 2022. Dengan kondisi ini praktis pertandingan sepak bola perdana yang dimulai tanggal 17 Juni 2022,antara tuan rumah Jember melawan Kota Malang, tidak bisa digelar di JSG.

Yang kedua, sukses prestasi. Sebagai tuan rumah dalam pertandingan olahraga menjadi modal tersendiri. Dukungan supporter pasti luar biasa. Sehingga para atlit yang berlomba memiliki mental lebih dibandingkan para atlet tamu. Karena medan pertandingan sudah dikuasai betul oleh tuan rumah. Namun melihat diskursus dalam ruang publik, terlihat pola pembinaan berjalan tidak maksimal. Dengan kondisi ini, tentu berharap keajaiban untuk meraih juara umum.

Masih fresh diingatan kita,dimana biaya opening Porprov nilainya jauh lebih besar dari pada anggaran pembinaan para atlit. Legislator Partai Gerindra, Ardi Pujo Prabowo mengecam tidak berimbangnya alokasi anggaran untuk Porprov Jawa Timur. Mas Ardi menyoroti anggaran opening ceremony porprov yang mencapai Rp 2 milyar.

Sementara belanja hibah untuk kesiapan atlet untuk KONI Jember hanya Rp 3 miliar. Andaikata jumlah annggaran tersebut dibagi rata dengan jumlah cabor yang dilombakan (47 cabor). Praktis masing masing cabor hanya kecipratan Rp. 63.829.787. Tentu angka ini sangat minimalis  untuk melakukan pembinaan atlit secara maksimal. Apalagi target Bupati Jember, bisa menempati 3 besar dalam perolehan medali.

- Advertisement -

Hari selasa, 14 Juni 2022, bertempat di Pendopo Bupati Jember, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, me-launching logo dan maskot untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jawa Timur 2022. Kegiatan ini menandai bahwa gelaran porprov sudah siap dilakasanakan. Ada 5 maskot porprov, satu maskot (Si Beki) dari pemerintah provinsi Jawa Timur dan empat lainnya merupakan representasi tuan rumah. Si Babal dari Situbondo, si Ulung dari Bondowoso, Si Rancak dari Kabupaaten Lumajang dan Si Jura dari Kabupaten Jember. Gubernur Jawa Timur mencanangkan tiga sukses dalam hajatan olahraga akbar Provinsi Jatim.

Ketiganya adalah sukses penyelenggaraan, sukses prestasi dan sukses ekonomi. Tiga sukses ini juga digaungkan oleh Bupati Jember dalam Baliho yang bertebaran di Kabupaten Jember. Saya pikir apa yang disampaikan oleh Gubernur sangat relevan.

Penulis mencoba memberikan ulasan dan sumbang pemikiran apa dan bagaimana porprov dikabupaten Jember. Sebelumnya kami berangkat dari buah pikiran Abdullah Azwar Anas. Mantan Bupati Banyuwangi dua periode. Dan merupakan Vupati yang paling berhasil memimpin daerahnya dalam kancah politik nasional. Dalam bukunya yang berjudul Inovasi Banyuwangi, Anas menguraikan bagaimana dia sukses menyelenggarakan event olahraga balap sepeda yang dikenal dengan International Tour De Ijen Banyuwangi(ITdBI).

Anas menyampaikan bahwa olahraga merupakan alat yang ampuh untuk mendatangkan wisatawan. Dengan konsep sport tourism, Anas menyajikan event olahraga menjadi atraksi wisata yang menarik. Dengan memadukan sport, culture dan tourism. Untuk mewujudkan impiannya Anas menyampaikan dengan belajar kepada pihak lain. Anas dan pemkab Banyuwangi belajar pengelolaan event balap sepeda pada panitia tour de Singkarak dan tour de Langkawi di Malaysia yang sudah berpengalaman sejak 1996. Selanjutnya dengan konsep ATM (amati, tiru dan modifikasi), Anas melakukan modifikasi terhadap pelaksanaan ITdBI. Dengan melakukan perpaduan aspek olahraga, gaya hidup berbasis budaya lokal, ekonomi dan pariwisata.

Kembali kepada Porprov VII Jatim, sudahkah dilaksanakan dengan konsep yang matang. Sehingga triple sukses yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Timur betul betul tercapai. Atau justru sebaliknya, event Porprov menjadi hajatan yang sia sia.

Untuk Kabupaten Jember, dalam beberapa minggu terakhir disajikan drama sidak oleh DPRD terhadap persiapan pelaksanaan porprov. Apa yang dilakukan wakil rakyat sangat wajar. Untuk menjadi pelecut kepada eksekutif agar lebih siap. Apalagi Jember merupakan tulang punggung pelaksanaan porprov VII Jawa Timur. Dari 47 cabang olahraga yang dipertandingkan, 19 diantaranya dilaksanakan dikabupaten Jember.

Untuk sukses penyelenggaraan, nampaknya Kabupaten jember agak kikuk dengan acara besar ini. Setidaknya kalau dilihat persiapannya tidak matang. Hal ini bisa dilihat dari rehab beberapa venue yang belum selesai. Yang mencolok adalah rehab JSG, dimana sampai tulisan ini ditulis juga belum selesai. Rekanan berdalih kontrak kerja mereka berlangsung sampai dengan tanggal 25 Juni 2022. Dengan kondisi ini praktis pertandingan sepak bola perdana yang dimulai tanggal 17 Juni 2022,antara tuan rumah Jember melawan Kota Malang, tidak bisa digelar di JSG.

Yang kedua, sukses prestasi. Sebagai tuan rumah dalam pertandingan olahraga menjadi modal tersendiri. Dukungan supporter pasti luar biasa. Sehingga para atlit yang berlomba memiliki mental lebih dibandingkan para atlet tamu. Karena medan pertandingan sudah dikuasai betul oleh tuan rumah. Namun melihat diskursus dalam ruang publik, terlihat pola pembinaan berjalan tidak maksimal. Dengan kondisi ini, tentu berharap keajaiban untuk meraih juara umum.

Masih fresh diingatan kita,dimana biaya opening Porprov nilainya jauh lebih besar dari pada anggaran pembinaan para atlit. Legislator Partai Gerindra, Ardi Pujo Prabowo mengecam tidak berimbangnya alokasi anggaran untuk Porprov Jawa Timur. Mas Ardi menyoroti anggaran opening ceremony porprov yang mencapai Rp 2 milyar.

Sementara belanja hibah untuk kesiapan atlet untuk KONI Jember hanya Rp 3 miliar. Andaikata jumlah annggaran tersebut dibagi rata dengan jumlah cabor yang dilombakan (47 cabor). Praktis masing masing cabor hanya kecipratan Rp. 63.829.787. Tentu angka ini sangat minimalis  untuk melakukan pembinaan atlit secara maksimal. Apalagi target Bupati Jember, bisa menempati 3 besar dalam perolehan medali.

Hari selasa, 14 Juni 2022, bertempat di Pendopo Bupati Jember, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, me-launching logo dan maskot untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jawa Timur 2022. Kegiatan ini menandai bahwa gelaran porprov sudah siap dilakasanakan. Ada 5 maskot porprov, satu maskot (Si Beki) dari pemerintah provinsi Jawa Timur dan empat lainnya merupakan representasi tuan rumah. Si Babal dari Situbondo, si Ulung dari Bondowoso, Si Rancak dari Kabupaaten Lumajang dan Si Jura dari Kabupaten Jember. Gubernur Jawa Timur mencanangkan tiga sukses dalam hajatan olahraga akbar Provinsi Jatim.

Ketiganya adalah sukses penyelenggaraan, sukses prestasi dan sukses ekonomi. Tiga sukses ini juga digaungkan oleh Bupati Jember dalam Baliho yang bertebaran di Kabupaten Jember. Saya pikir apa yang disampaikan oleh Gubernur sangat relevan.

Penulis mencoba memberikan ulasan dan sumbang pemikiran apa dan bagaimana porprov dikabupaten Jember. Sebelumnya kami berangkat dari buah pikiran Abdullah Azwar Anas. Mantan Bupati Banyuwangi dua periode. Dan merupakan Vupati yang paling berhasil memimpin daerahnya dalam kancah politik nasional. Dalam bukunya yang berjudul Inovasi Banyuwangi, Anas menguraikan bagaimana dia sukses menyelenggarakan event olahraga balap sepeda yang dikenal dengan International Tour De Ijen Banyuwangi(ITdBI).

Anas menyampaikan bahwa olahraga merupakan alat yang ampuh untuk mendatangkan wisatawan. Dengan konsep sport tourism, Anas menyajikan event olahraga menjadi atraksi wisata yang menarik. Dengan memadukan sport, culture dan tourism. Untuk mewujudkan impiannya Anas menyampaikan dengan belajar kepada pihak lain. Anas dan pemkab Banyuwangi belajar pengelolaan event balap sepeda pada panitia tour de Singkarak dan tour de Langkawi di Malaysia yang sudah berpengalaman sejak 1996. Selanjutnya dengan konsep ATM (amati, tiru dan modifikasi), Anas melakukan modifikasi terhadap pelaksanaan ITdBI. Dengan melakukan perpaduan aspek olahraga, gaya hidup berbasis budaya lokal, ekonomi dan pariwisata.

Kembali kepada Porprov VII Jatim, sudahkah dilaksanakan dengan konsep yang matang. Sehingga triple sukses yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Timur betul betul tercapai. Atau justru sebaliknya, event Porprov menjadi hajatan yang sia sia.

Untuk Kabupaten Jember, dalam beberapa minggu terakhir disajikan drama sidak oleh DPRD terhadap persiapan pelaksanaan porprov. Apa yang dilakukan wakil rakyat sangat wajar. Untuk menjadi pelecut kepada eksekutif agar lebih siap. Apalagi Jember merupakan tulang punggung pelaksanaan porprov VII Jawa Timur. Dari 47 cabang olahraga yang dipertandingkan, 19 diantaranya dilaksanakan dikabupaten Jember.

Untuk sukses penyelenggaraan, nampaknya Kabupaten jember agak kikuk dengan acara besar ini. Setidaknya kalau dilihat persiapannya tidak matang. Hal ini bisa dilihat dari rehab beberapa venue yang belum selesai. Yang mencolok adalah rehab JSG, dimana sampai tulisan ini ditulis juga belum selesai. Rekanan berdalih kontrak kerja mereka berlangsung sampai dengan tanggal 25 Juni 2022. Dengan kondisi ini praktis pertandingan sepak bola perdana yang dimulai tanggal 17 Juni 2022,antara tuan rumah Jember melawan Kota Malang, tidak bisa digelar di JSG.

Yang kedua, sukses prestasi. Sebagai tuan rumah dalam pertandingan olahraga menjadi modal tersendiri. Dukungan supporter pasti luar biasa. Sehingga para atlit yang berlomba memiliki mental lebih dibandingkan para atlet tamu. Karena medan pertandingan sudah dikuasai betul oleh tuan rumah. Namun melihat diskursus dalam ruang publik, terlihat pola pembinaan berjalan tidak maksimal. Dengan kondisi ini, tentu berharap keajaiban untuk meraih juara umum.

Masih fresh diingatan kita,dimana biaya opening Porprov nilainya jauh lebih besar dari pada anggaran pembinaan para atlit. Legislator Partai Gerindra, Ardi Pujo Prabowo mengecam tidak berimbangnya alokasi anggaran untuk Porprov Jawa Timur. Mas Ardi menyoroti anggaran opening ceremony porprov yang mencapai Rp 2 milyar.

Sementara belanja hibah untuk kesiapan atlet untuk KONI Jember hanya Rp 3 miliar. Andaikata jumlah annggaran tersebut dibagi rata dengan jumlah cabor yang dilombakan (47 cabor). Praktis masing masing cabor hanya kecipratan Rp. 63.829.787. Tentu angka ini sangat minimalis  untuk melakukan pembinaan atlit secara maksimal. Apalagi target Bupati Jember, bisa menempati 3 besar dalam perolehan medali.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/