alexametrics
23.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Tren Mental Health di Kalangan Anak Muda; Mengapa dan Bagaimana?

Mobile_AP_Rectangle 1

Adapun penyebab gangguan kesehatan mental pada remaja selain mengalami masa transisi di mana mulai aktifnya hormon reproduksi dan perkembangan otak yang terus berlangsung, juga disebabkan oleh ketidakstabilan emosi serta pengambilan keputusan yang sering kali impulsif. Selain itu, penyebab lain antaranya tantangan beradaptasi terhadap kehidupan yang mulai berubah, kesulitan dalam mengatur waktu, masalah finansial atau keuangan, tekanan dalam bidang akademik, perundungan, serta mengalami peningkatan rasa kesepian saat belajar atau saat bekerja merantau di kota yang jauh dari tempat tinggal.  Tidak hanya itu, penyebab lainnya yaitu pada usia remaja merupakan usia di mana seseorang mulai memiliki legalitas secara hukum dan meningkatnya tanggung jawab dalam hidup.

Meski demikian, dalam artikel Adolescent Health Highlight didapati bahwa tidak banyak remaja pada usia 16-24 tahun yang mencari bantuan serta mengakses layanan kesehatan mental. Hal ini disebabkan karena beberapa alasan, di antaranya; adanya harapan terhadap layanan bantuan kesehatan mental yang dapat menjamin kerahasiaan, tidak menghakimi, dan berkelanjutan untuk periode tertentu.

Adapun cara untuk menjaga kesehatan mental secara stabil dengan selalu menjaga pemikiran yang positif, aktif secara fisik, tidur dengan intensitas yang cukup, selalu berinteraksi dan membantu orang lain, serta mengembangkan keterampilan yang dimiliki. Sedangkan untuk mengatasi gangguan kesehatan mental, dapat dilakukan dengan terapi kepada psikiater, psikolog, praktisi, dokter dan keluarga. Di mana, kesemuanya harus mampu meningkatkan kerahasiaannya, tidak menghakimi dan mampu menerima sharing dengan terbuka.

Mobile_AP_Rectangle 2

Oleh karena itu, orang tua harus bisa memahami perkembangan kondisi anak dari waktu ke waktu dan dapat meluangkan waktu untuk selalu sharing bersama anak. Selain itu, layanan gangguan kesehatan mental harus ditingkatkan sehingga dapat menjadi tempat layanan yang terpadu dan terpercaya. Upaya lain untuk mengatasi gangguan kesehatan mental dengan banyak menonton video, membaca artikel atau majalah yang terkait serta mengakses berbagai layanan gangguan kesehatan mental yang tersedia secara online.

*) Penulis adalah mahasiswa S-1 Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Islam Jember

- Advertisement -

Adapun penyebab gangguan kesehatan mental pada remaja selain mengalami masa transisi di mana mulai aktifnya hormon reproduksi dan perkembangan otak yang terus berlangsung, juga disebabkan oleh ketidakstabilan emosi serta pengambilan keputusan yang sering kali impulsif. Selain itu, penyebab lain antaranya tantangan beradaptasi terhadap kehidupan yang mulai berubah, kesulitan dalam mengatur waktu, masalah finansial atau keuangan, tekanan dalam bidang akademik, perundungan, serta mengalami peningkatan rasa kesepian saat belajar atau saat bekerja merantau di kota yang jauh dari tempat tinggal.  Tidak hanya itu, penyebab lainnya yaitu pada usia remaja merupakan usia di mana seseorang mulai memiliki legalitas secara hukum dan meningkatnya tanggung jawab dalam hidup.

Meski demikian, dalam artikel Adolescent Health Highlight didapati bahwa tidak banyak remaja pada usia 16-24 tahun yang mencari bantuan serta mengakses layanan kesehatan mental. Hal ini disebabkan karena beberapa alasan, di antaranya; adanya harapan terhadap layanan bantuan kesehatan mental yang dapat menjamin kerahasiaan, tidak menghakimi, dan berkelanjutan untuk periode tertentu.

Adapun cara untuk menjaga kesehatan mental secara stabil dengan selalu menjaga pemikiran yang positif, aktif secara fisik, tidur dengan intensitas yang cukup, selalu berinteraksi dan membantu orang lain, serta mengembangkan keterampilan yang dimiliki. Sedangkan untuk mengatasi gangguan kesehatan mental, dapat dilakukan dengan terapi kepada psikiater, psikolog, praktisi, dokter dan keluarga. Di mana, kesemuanya harus mampu meningkatkan kerahasiaannya, tidak menghakimi dan mampu menerima sharing dengan terbuka.

Oleh karena itu, orang tua harus bisa memahami perkembangan kondisi anak dari waktu ke waktu dan dapat meluangkan waktu untuk selalu sharing bersama anak. Selain itu, layanan gangguan kesehatan mental harus ditingkatkan sehingga dapat menjadi tempat layanan yang terpadu dan terpercaya. Upaya lain untuk mengatasi gangguan kesehatan mental dengan banyak menonton video, membaca artikel atau majalah yang terkait serta mengakses berbagai layanan gangguan kesehatan mental yang tersedia secara online.

*) Penulis adalah mahasiswa S-1 Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Islam Jember

Adapun penyebab gangguan kesehatan mental pada remaja selain mengalami masa transisi di mana mulai aktifnya hormon reproduksi dan perkembangan otak yang terus berlangsung, juga disebabkan oleh ketidakstabilan emosi serta pengambilan keputusan yang sering kali impulsif. Selain itu, penyebab lain antaranya tantangan beradaptasi terhadap kehidupan yang mulai berubah, kesulitan dalam mengatur waktu, masalah finansial atau keuangan, tekanan dalam bidang akademik, perundungan, serta mengalami peningkatan rasa kesepian saat belajar atau saat bekerja merantau di kota yang jauh dari tempat tinggal.  Tidak hanya itu, penyebab lainnya yaitu pada usia remaja merupakan usia di mana seseorang mulai memiliki legalitas secara hukum dan meningkatnya tanggung jawab dalam hidup.

Meski demikian, dalam artikel Adolescent Health Highlight didapati bahwa tidak banyak remaja pada usia 16-24 tahun yang mencari bantuan serta mengakses layanan kesehatan mental. Hal ini disebabkan karena beberapa alasan, di antaranya; adanya harapan terhadap layanan bantuan kesehatan mental yang dapat menjamin kerahasiaan, tidak menghakimi, dan berkelanjutan untuk periode tertentu.

Adapun cara untuk menjaga kesehatan mental secara stabil dengan selalu menjaga pemikiran yang positif, aktif secara fisik, tidur dengan intensitas yang cukup, selalu berinteraksi dan membantu orang lain, serta mengembangkan keterampilan yang dimiliki. Sedangkan untuk mengatasi gangguan kesehatan mental, dapat dilakukan dengan terapi kepada psikiater, psikolog, praktisi, dokter dan keluarga. Di mana, kesemuanya harus mampu meningkatkan kerahasiaannya, tidak menghakimi dan mampu menerima sharing dengan terbuka.

Oleh karena itu, orang tua harus bisa memahami perkembangan kondisi anak dari waktu ke waktu dan dapat meluangkan waktu untuk selalu sharing bersama anak. Selain itu, layanan gangguan kesehatan mental harus ditingkatkan sehingga dapat menjadi tempat layanan yang terpadu dan terpercaya. Upaya lain untuk mengatasi gangguan kesehatan mental dengan banyak menonton video, membaca artikel atau majalah yang terkait serta mengakses berbagai layanan gangguan kesehatan mental yang tersedia secara online.

*) Penulis adalah mahasiswa S-1 Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Islam Jember

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/