alexametrics
23.1 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Bukan karena Jenis Kelamin, Kartini Era Revolusi 4.0

Mobile_AP_Rectangle 1

Persaingannya adalah menunjukkan karya bukan hanya ingin mendapatkan kenyamanan ketika rebutan di kendaraan umum, atau merasa teraniaya ketika sedang berdesak-desakkan. Walau secara fisik kita pasti berbeda, tetapi secara kemampuan kita layak diadu. Untuk meningkatkan kemampuan diri menurut teori self determination theory (Ryan dan Deci, 2000) manusia meningkatkan diri karena secara otonom ingin meningkatkan diri. Motivasi-motivasi eksternal seperti hadiah, uang, dan keinginan untuk eksistensi hanyalah motivasi sesaat yang tidak bisa secara kuat membawa perubahan besar bagi seseorang. Nilai-nilai yang diyakini seseorang akan membentuk pribadi kuat dalam menentukan pilihan-pilihan dalam kehidupan.

Ada tiga hal yang dapat memberikan motivasi kuat dalam berkarya menurut teori ini, yaitu otonom, kompetensi, dan relasi. Otonomi bahwa manusia mengendalikan diri sendiri baik perilaku dan tujuan mereka sendiri. Persaingan atau kompetensi, ketika kita menekankan diri kita tentang persaingan dalam melakukan aktivitas kehidupan sehingga menguasai tugas dan mempelajari berbagai keterampilan. Koneksi atau hubungan, setiap orang perlu mengalami rasa memiliki dan keterikatan dengan orang lain seperti keinginan kita untuk membuat orang tua bahagia, bekerja keras untuk anak-anak atau menjadi bermanfaat bagi masyarakat.

Menempa diri kita dengan berbagai kemampuan sesuai bidang yang kita inginkan dan sukai. Karena kita memiliki jiwa yang bebas menentukan masa depan kita sendiri dan nantinya menjadi masa depan bangsa. Hal tersebut berada di genggaman baik keberhasilan atau kegagalan. Mengenali lebih jauh dengan kelebihan-kelebihan kita kemudian tiap waktu menambah berbagai kemampuan dan keterampilan di bidang tersebut. Dengan keberanian yang tidak kenal menyerah karena dunia ini adalah persaingan untuk selalu berbuat kebaikan-kebaikan dan kemanfaatan. Koneksi dan hubungan tentunya adalah hal yang penting, karena dalam suatu hubungan selain ada semangat juga terjalin dengan berbagai orang akan menambah wawasan kita tentang berbagai hal yang bermanfaat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Siapa pun kita, mungkin kita adalah ibu yang menjadi tulang punggung keluarga. Atau mungkin kita adalah perempuan muda yang berkarya. Atau bahkan kita perempuan yang tidak bisa mengenyam pendidikan karena berbagai keterbatasan ekonomi. Atau kita adalah buruh-buruh. Kita adalah perempuan-perempuan kuat dan memberi nilai-nilai hebat untuk orang tua, anak-anak generasi bangsa, dan untuk pribadi kita berkarya menjadi manusia yang memberi nilai akan kemanusiaan.

penulis adalah sosen STIE Mandala dan menempuh pendidikan S-3 di Universitas Jember

- Advertisement -

Persaingannya adalah menunjukkan karya bukan hanya ingin mendapatkan kenyamanan ketika rebutan di kendaraan umum, atau merasa teraniaya ketika sedang berdesak-desakkan. Walau secara fisik kita pasti berbeda, tetapi secara kemampuan kita layak diadu. Untuk meningkatkan kemampuan diri menurut teori self determination theory (Ryan dan Deci, 2000) manusia meningkatkan diri karena secara otonom ingin meningkatkan diri. Motivasi-motivasi eksternal seperti hadiah, uang, dan keinginan untuk eksistensi hanyalah motivasi sesaat yang tidak bisa secara kuat membawa perubahan besar bagi seseorang. Nilai-nilai yang diyakini seseorang akan membentuk pribadi kuat dalam menentukan pilihan-pilihan dalam kehidupan.

Ada tiga hal yang dapat memberikan motivasi kuat dalam berkarya menurut teori ini, yaitu otonom, kompetensi, dan relasi. Otonomi bahwa manusia mengendalikan diri sendiri baik perilaku dan tujuan mereka sendiri. Persaingan atau kompetensi, ketika kita menekankan diri kita tentang persaingan dalam melakukan aktivitas kehidupan sehingga menguasai tugas dan mempelajari berbagai keterampilan. Koneksi atau hubungan, setiap orang perlu mengalami rasa memiliki dan keterikatan dengan orang lain seperti keinginan kita untuk membuat orang tua bahagia, bekerja keras untuk anak-anak atau menjadi bermanfaat bagi masyarakat.

Menempa diri kita dengan berbagai kemampuan sesuai bidang yang kita inginkan dan sukai. Karena kita memiliki jiwa yang bebas menentukan masa depan kita sendiri dan nantinya menjadi masa depan bangsa. Hal tersebut berada di genggaman baik keberhasilan atau kegagalan. Mengenali lebih jauh dengan kelebihan-kelebihan kita kemudian tiap waktu menambah berbagai kemampuan dan keterampilan di bidang tersebut. Dengan keberanian yang tidak kenal menyerah karena dunia ini adalah persaingan untuk selalu berbuat kebaikan-kebaikan dan kemanfaatan. Koneksi dan hubungan tentunya adalah hal yang penting, karena dalam suatu hubungan selain ada semangat juga terjalin dengan berbagai orang akan menambah wawasan kita tentang berbagai hal yang bermanfaat.

Siapa pun kita, mungkin kita adalah ibu yang menjadi tulang punggung keluarga. Atau mungkin kita adalah perempuan muda yang berkarya. Atau bahkan kita perempuan yang tidak bisa mengenyam pendidikan karena berbagai keterbatasan ekonomi. Atau kita adalah buruh-buruh. Kita adalah perempuan-perempuan kuat dan memberi nilai-nilai hebat untuk orang tua, anak-anak generasi bangsa, dan untuk pribadi kita berkarya menjadi manusia yang memberi nilai akan kemanusiaan.

penulis adalah sosen STIE Mandala dan menempuh pendidikan S-3 di Universitas Jember

Persaingannya adalah menunjukkan karya bukan hanya ingin mendapatkan kenyamanan ketika rebutan di kendaraan umum, atau merasa teraniaya ketika sedang berdesak-desakkan. Walau secara fisik kita pasti berbeda, tetapi secara kemampuan kita layak diadu. Untuk meningkatkan kemampuan diri menurut teori self determination theory (Ryan dan Deci, 2000) manusia meningkatkan diri karena secara otonom ingin meningkatkan diri. Motivasi-motivasi eksternal seperti hadiah, uang, dan keinginan untuk eksistensi hanyalah motivasi sesaat yang tidak bisa secara kuat membawa perubahan besar bagi seseorang. Nilai-nilai yang diyakini seseorang akan membentuk pribadi kuat dalam menentukan pilihan-pilihan dalam kehidupan.

Ada tiga hal yang dapat memberikan motivasi kuat dalam berkarya menurut teori ini, yaitu otonom, kompetensi, dan relasi. Otonomi bahwa manusia mengendalikan diri sendiri baik perilaku dan tujuan mereka sendiri. Persaingan atau kompetensi, ketika kita menekankan diri kita tentang persaingan dalam melakukan aktivitas kehidupan sehingga menguasai tugas dan mempelajari berbagai keterampilan. Koneksi atau hubungan, setiap orang perlu mengalami rasa memiliki dan keterikatan dengan orang lain seperti keinginan kita untuk membuat orang tua bahagia, bekerja keras untuk anak-anak atau menjadi bermanfaat bagi masyarakat.

Menempa diri kita dengan berbagai kemampuan sesuai bidang yang kita inginkan dan sukai. Karena kita memiliki jiwa yang bebas menentukan masa depan kita sendiri dan nantinya menjadi masa depan bangsa. Hal tersebut berada di genggaman baik keberhasilan atau kegagalan. Mengenali lebih jauh dengan kelebihan-kelebihan kita kemudian tiap waktu menambah berbagai kemampuan dan keterampilan di bidang tersebut. Dengan keberanian yang tidak kenal menyerah karena dunia ini adalah persaingan untuk selalu berbuat kebaikan-kebaikan dan kemanfaatan. Koneksi dan hubungan tentunya adalah hal yang penting, karena dalam suatu hubungan selain ada semangat juga terjalin dengan berbagai orang akan menambah wawasan kita tentang berbagai hal yang bermanfaat.

Siapa pun kita, mungkin kita adalah ibu yang menjadi tulang punggung keluarga. Atau mungkin kita adalah perempuan muda yang berkarya. Atau bahkan kita perempuan yang tidak bisa mengenyam pendidikan karena berbagai keterbatasan ekonomi. Atau kita adalah buruh-buruh. Kita adalah perempuan-perempuan kuat dan memberi nilai-nilai hebat untuk orang tua, anak-anak generasi bangsa, dan untuk pribadi kita berkarya menjadi manusia yang memberi nilai akan kemanusiaan.

penulis adalah sosen STIE Mandala dan menempuh pendidikan S-3 di Universitas Jember

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/