Infeksi SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab Covid-19 saat ini masih menjadi masalah besar di masyarakat Indonesia. Peran aktif Universitas yang melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dirasakan perlu untuk membantu pemerintah dengan melakukan sosialisasi terkait Covid-19 oleh tenaga Dosen/Profesional kepada masyarakat dalam meningkatkan wawasan, sikap dan perilaku menghadapi pandemi Covid-19.

Coronavirus (CoVs) adalah agen infeksius yang dapat menyebabkan infeksi berat pada manusia yang menyebabkan gangguan pada organ tubuh manusia, tidak hanya pada saluran pernapasan, namun juga pada saluran pencernaan bahkan sistemik.

Pada akhir 2019 lalu, sebuah strain/jenis virus korona baru ditemukan dan menjadi wabah di Wuhan, China. Pada awalnya virus ini diberi nama 2019-nCoV (2019-novel coronavirus). Pada tanggal 11 Februari 2020, WHO (World Health Organization) mengumumkan memberikan nama Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) untuk penyakit ini. Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus korona jenis SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome-Corona Virus-2).

Infeksi virus Covid-19 saat ini masih menjadi masalah besar di masyarakat karena keterbatasan pengetahuan, kurang tersedianya akses pemeriksaan dan belum terdapatnya obat maupun vaksin Covid-19. Gejala infeksi Covid-19 juga susah untuk dideteksi, penularannya yang cepat dan pemeriksaan yang belum masif.

Program deteksi dini Covid-19 di negara maju merupakan komponen utama penanggulangannya, tetapi sampai kini deteksi dini masih menjadi kendala di negara berkembang, termasuk Indonesia. Kurangnya lembaga yang dapat melayani pemeriksaan menjadi salah satu kendala dalam pencarian infeksi Covid-19 di masyarakat. Sosialisasi merupakan pintu masuk untuk membantu setiap orang mendapatkan akses semua pelayanan, baik informasi, edukasi, pencegahan atau terapi.

Mengingat masih cepatnya angka penularan serta rendahnya kesadaran mencegah, minimnya pengetahuan dan banyaknya informasi hoax terkait Covid-19 yang beredar di masyarakat menjadikan penekanan virus ini sulit dikendalikan. Sehingga perlu dilakukan pemberdayaan masyarakat untuk terlibat dalam pencegahan penularan Covid-19.

Salah satunya melalui sosialisasi  untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku sehingga diharapkan mampu menurunkan angka kejadian infeksi Covid-19 di Indonesia, terutama di daerah yang berisiko tinggi.

Peran aktif universitas yang melaksanakan Tri Dharma Pengabdian Kepada Masyarakat sangat diperlukan untuk membantu pemerintah dengan menyediakan tenaga dosen dan tenaga professional di bidang kesehatan untuk membatasi mengatasi masalah Covid-19. Salah satu cara adalah dengan melakukan sosialisasi terkait Covid-19 kepada masyarakat.

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) mempunyai kemampuan untuk ikut serta dalam pencegahan penyakit Covid-19 sebagai program unggulan Universitas. Departemen Biokimia Kedokteran FK Unair pada kesempatan kali ini bermitra dengan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember (FIKes UM Jember) secara bersama mengadakan program pengabdian kepada masyarakat dengan lokasi target di Jember.

Program ini dilakukan di dua desa yaitu Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji dan Desa Suci Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Wilayah Desa Rambipuji dan Desa Suci, Kabupaten Jember, Jawa Timur merupakan desa yang memiliki karakteristik yang berbeda. Rambipuji merupakan desa yang terletak didaerah urban dan berada di jalur provinsi. Rata-rata masyarakat desa Rambipuji memiliki mobilitas yang tinggi.

Banyak warga desa juga keluar daerah untuk memenuhi kebutuhan hidup ke kota-kota lain dalam hal ini adalah kota terdampak seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang. Jumlah RW di desa Rambipuji mencapai 20 RW dengan jumlah lansia yang tinggi sebagai kelompok risiko tertular COVID 19. Berbeda dengan desa Suci dengan wilayah yang berada di pedesaan.

Wilayah ini terdiri dari 16 Rukun Warga (RW) dengan angka lansia yang cukup tinggi. Mobilitas warga keluar daerah didominasi oleh mereka yang bekerja di kota terdampak seperti Surabaya dan Bali. Oleh karena itu, perlu adanya pemberdayaan masyarakat di kedua Desa tersebut untuk pencegahan penularan Covid-19. Wilayah ini merupakan salah satu wilayah cakupan Program Pengabdian oleh Universitas Airlangga.

Kondisi pandemi yang telah menimpa seluruh dunia pada tahun 2020 berdampak pada semua sektor termasuk Pendidikan. Seluruh elemen civitas academica terbatas ruang gerak dan waktu untuk menjalankan tugas dan fungsinya, termasuk Program Pengabdian Kepada Masyarakat.

Namun, program ini sangat diperlukan pada kondisi pandemi ini untuk menekan angka penyebaran dan menanggulangi dampak pandemi Covid-19 di masyarakat melalui berbagai kegiatan dan berbagai metode dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang diberlakukan.

Seluruh rangkaian kegiatan ini telah mendapatkan perizinan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jember, Jawa Timur dan didukung oleh Kepala Desa Rambipuji (Ibu Dwi Dyah Setyorini) dan Kepala Desa Suci (Bapak Akhmad Suyuti) yang juga turut memberikan sambutan saat pembukaan pelaksanaan kegiatan.

Kegiatan ini berlangsung pada masa pandemi Covid-19 sehingga dilakukan dengan dua metode yang berjalan secara bersamaan. Di Desa Rambipuji dilaksanakan secara offline/langsung yaitu sebanyak 20 peserta menghadiri acara secara bersamaan di Balai Desa Rambipuji dengan mematuhi protokol kesehatan yang telah disediakan oleh pelaksana program di antaranya mencuci tangan, pengecekan suhu badan, penggantian masker 3ply dan penggunaan face shield, serta aturan menjaga jarak.