alexametrics
27.2 C
Jember
Wednesday, 17 August 2022

Menyongsong HUT RI: Indonesia Butuh Banyak Negarawan

Mobile_AP_Rectangle 1

Menuju hari penting Bangsa Indonesia yakni Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77 tahun. Tepat pada 2 hari lalu dari penulis menuliskan opini ini, Istana melalui Kementerian Sekretariat Negara resmi merilis logo dan tema HUT Kemerdekaan RI tahun 2022 pada official Instagram @kemensetneg.ri. Tema HUT Kemerdekaan RI tahun ini adalah “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”. Tak lupa Kemensetneg juga mengajak masyarakat untuk mengunduh logo dan tema sebagai bentuk semarak HUT Kemerdekaan RI.

Tema HUT Kemerdekaan RI yang cukup menarik untuk dikulik, terlebih dalam satu untaian kalimat tersebut terdapat diksi “lebih” sebanyak 2 kali. Kalau boleh memaknai secara bebas, maka boleh saja tema HUT Kemerdekaan RI tahun ini memberikan sinyal bahwa proses pulihnya kondisi negara di tengah keterpurukan akibat pandemi hari ini cukup lambat atau mungkin proses bangkitnya berbagai sektor dewasa ini pemerintah cukup lemah. Namun, alangkah lebih bijak jika kita menengok sejenak makna sebenarnya dari logo dan tema yang dimaksudkan oleh pemerintah melalui Kemensetneg.

Menilik dari logo angka 7 berjajar setidaknya terdapat 7 makna yang ingin ditampilkan oleh istana yakni percepatan dan pergerakan, progres dan pembangunan, demokrasi dan keterbukaan, semangat juang dan Garuda Pancasila, sinergi dan harapan, penghubung antarbangsa dan persatuan Indonesia. Dari tujuh buah makna ini penulis dapat menangkap maksud bahwa semangat optimisme ingin dibuktikan oleh pemerintah era ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jika kita cermati betul tema-tema HUT Kemerdekaan RI di era Jokowi tampak mengalami perubahan orientasi, setidaknya dari tahun 2019 sampai 2022 ini. HUT RI tahun 2019 dengan tema “SDM Unggul, Indonesia Maju” pemerintah memberikan sinyal kuat bahwa pembangunan periode kedua Presiden Jokowi akan berfokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM), sampai pada tahun awal pandemi di tahun 2020 tema HUT Kemerdekaan RI masih menggunakan “Indonesia Maju”, tema yang masih punya relevansi dengan tahun sebelumnya, meski kenyataannya pada tahun ini pertama kalinya Indonesia merayakan HUT Kemerdekaan RI dengan sangat sederhana, bahkan upacara di istana hanya digelar tanpa mengundang para pejabat ataupun masyarakat. Berbeda halnya tema HUT Kemerdekaan RI tahun 2021 yakni “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” di mana tema ini dimaksudkan untuk mengajak masyarakat prihatin dan optimis dengan ujian pandemi Covid-19 seperti halnya dikatakan oleh Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono (17/6/2021) “Indonesia Tangguh menghadapi berbagai krisis yang selama ini menempa, dengan ketangguhan dan berbagai upaya yang dilakukan di masa pandemi maka Indonesia akan tumbuh”. Maka dapat dilihat bahwa orientasi tema dalam tahun 2021 adalah untuk menjawab dilema ujian pandemi yang kemudian senada di tahun ini dengan lebih gamblang dan lugas, pemerintah mengajak lebih cepat dan lebih kuat untuk pulih dan bangkit.

Penulis mencoba mengajak pembaca untuk turut kritis apakah momentum penting HUT Kemerdekaan RI ini cukup dengan mengimajinasikan eforia tema saja. Pastilah tidak hanya cukup itu. Kondisi keterpurukan akibat pandemi Covid-19 ini memang harus dipulihkan secara cepat karena sebelumnya Indonesia diwarnai banyak kecemasan sosial dan tekanan perekonomian yang cukup memprihatinkan. Kondisi ini terbukti di mana tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami minus 2,07 persen di tahun 2020.

Tentu yang dimaksudkan oleh tema HUT RI tentang “Bangkit Lebih Kuat” bukan hanya perkara perekonomian saja. Masih ada beberapa ancaman besar global yang ditengarai oleh banyak negara di dunia akan menjadi ancaman serius di era post-pandemic ini. Ancaman pemanasan global dan krisis energi serta krisis pangan adalah ancaman serius yang harus dipersiapkan sedari dini. Dan karena itulah mengapa Indonesia harus segera benar-benar pulih dan bangkit secepat mungkin yakni supaya siap menghadapi ujian-ujian berikutnya. Persoalannya adalah bagaimana momentum kemerdekaan ini dapat dimanfaatkan betul untuk meraih atensi dan semangat “gotong royong” pada seluruh elemen masyarakat.

- Advertisement -

Menuju hari penting Bangsa Indonesia yakni Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77 tahun. Tepat pada 2 hari lalu dari penulis menuliskan opini ini, Istana melalui Kementerian Sekretariat Negara resmi merilis logo dan tema HUT Kemerdekaan RI tahun 2022 pada official Instagram @kemensetneg.ri. Tema HUT Kemerdekaan RI tahun ini adalah “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”. Tak lupa Kemensetneg juga mengajak masyarakat untuk mengunduh logo dan tema sebagai bentuk semarak HUT Kemerdekaan RI.

Tema HUT Kemerdekaan RI yang cukup menarik untuk dikulik, terlebih dalam satu untaian kalimat tersebut terdapat diksi “lebih” sebanyak 2 kali. Kalau boleh memaknai secara bebas, maka boleh saja tema HUT Kemerdekaan RI tahun ini memberikan sinyal bahwa proses pulihnya kondisi negara di tengah keterpurukan akibat pandemi hari ini cukup lambat atau mungkin proses bangkitnya berbagai sektor dewasa ini pemerintah cukup lemah. Namun, alangkah lebih bijak jika kita menengok sejenak makna sebenarnya dari logo dan tema yang dimaksudkan oleh pemerintah melalui Kemensetneg.

Menilik dari logo angka 7 berjajar setidaknya terdapat 7 makna yang ingin ditampilkan oleh istana yakni percepatan dan pergerakan, progres dan pembangunan, demokrasi dan keterbukaan, semangat juang dan Garuda Pancasila, sinergi dan harapan, penghubung antarbangsa dan persatuan Indonesia. Dari tujuh buah makna ini penulis dapat menangkap maksud bahwa semangat optimisme ingin dibuktikan oleh pemerintah era ini.

Jika kita cermati betul tema-tema HUT Kemerdekaan RI di era Jokowi tampak mengalami perubahan orientasi, setidaknya dari tahun 2019 sampai 2022 ini. HUT RI tahun 2019 dengan tema “SDM Unggul, Indonesia Maju” pemerintah memberikan sinyal kuat bahwa pembangunan periode kedua Presiden Jokowi akan berfokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM), sampai pada tahun awal pandemi di tahun 2020 tema HUT Kemerdekaan RI masih menggunakan “Indonesia Maju”, tema yang masih punya relevansi dengan tahun sebelumnya, meski kenyataannya pada tahun ini pertama kalinya Indonesia merayakan HUT Kemerdekaan RI dengan sangat sederhana, bahkan upacara di istana hanya digelar tanpa mengundang para pejabat ataupun masyarakat. Berbeda halnya tema HUT Kemerdekaan RI tahun 2021 yakni “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” di mana tema ini dimaksudkan untuk mengajak masyarakat prihatin dan optimis dengan ujian pandemi Covid-19 seperti halnya dikatakan oleh Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono (17/6/2021) “Indonesia Tangguh menghadapi berbagai krisis yang selama ini menempa, dengan ketangguhan dan berbagai upaya yang dilakukan di masa pandemi maka Indonesia akan tumbuh”. Maka dapat dilihat bahwa orientasi tema dalam tahun 2021 adalah untuk menjawab dilema ujian pandemi yang kemudian senada di tahun ini dengan lebih gamblang dan lugas, pemerintah mengajak lebih cepat dan lebih kuat untuk pulih dan bangkit.

Penulis mencoba mengajak pembaca untuk turut kritis apakah momentum penting HUT Kemerdekaan RI ini cukup dengan mengimajinasikan eforia tema saja. Pastilah tidak hanya cukup itu. Kondisi keterpurukan akibat pandemi Covid-19 ini memang harus dipulihkan secara cepat karena sebelumnya Indonesia diwarnai banyak kecemasan sosial dan tekanan perekonomian yang cukup memprihatinkan. Kondisi ini terbukti di mana tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami minus 2,07 persen di tahun 2020.

Tentu yang dimaksudkan oleh tema HUT RI tentang “Bangkit Lebih Kuat” bukan hanya perkara perekonomian saja. Masih ada beberapa ancaman besar global yang ditengarai oleh banyak negara di dunia akan menjadi ancaman serius di era post-pandemic ini. Ancaman pemanasan global dan krisis energi serta krisis pangan adalah ancaman serius yang harus dipersiapkan sedari dini. Dan karena itulah mengapa Indonesia harus segera benar-benar pulih dan bangkit secepat mungkin yakni supaya siap menghadapi ujian-ujian berikutnya. Persoalannya adalah bagaimana momentum kemerdekaan ini dapat dimanfaatkan betul untuk meraih atensi dan semangat “gotong royong” pada seluruh elemen masyarakat.

Menuju hari penting Bangsa Indonesia yakni Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77 tahun. Tepat pada 2 hari lalu dari penulis menuliskan opini ini, Istana melalui Kementerian Sekretariat Negara resmi merilis logo dan tema HUT Kemerdekaan RI tahun 2022 pada official Instagram @kemensetneg.ri. Tema HUT Kemerdekaan RI tahun ini adalah “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”. Tak lupa Kemensetneg juga mengajak masyarakat untuk mengunduh logo dan tema sebagai bentuk semarak HUT Kemerdekaan RI.

Tema HUT Kemerdekaan RI yang cukup menarik untuk dikulik, terlebih dalam satu untaian kalimat tersebut terdapat diksi “lebih” sebanyak 2 kali. Kalau boleh memaknai secara bebas, maka boleh saja tema HUT Kemerdekaan RI tahun ini memberikan sinyal bahwa proses pulihnya kondisi negara di tengah keterpurukan akibat pandemi hari ini cukup lambat atau mungkin proses bangkitnya berbagai sektor dewasa ini pemerintah cukup lemah. Namun, alangkah lebih bijak jika kita menengok sejenak makna sebenarnya dari logo dan tema yang dimaksudkan oleh pemerintah melalui Kemensetneg.

Menilik dari logo angka 7 berjajar setidaknya terdapat 7 makna yang ingin ditampilkan oleh istana yakni percepatan dan pergerakan, progres dan pembangunan, demokrasi dan keterbukaan, semangat juang dan Garuda Pancasila, sinergi dan harapan, penghubung antarbangsa dan persatuan Indonesia. Dari tujuh buah makna ini penulis dapat menangkap maksud bahwa semangat optimisme ingin dibuktikan oleh pemerintah era ini.

Jika kita cermati betul tema-tema HUT Kemerdekaan RI di era Jokowi tampak mengalami perubahan orientasi, setidaknya dari tahun 2019 sampai 2022 ini. HUT RI tahun 2019 dengan tema “SDM Unggul, Indonesia Maju” pemerintah memberikan sinyal kuat bahwa pembangunan periode kedua Presiden Jokowi akan berfokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM), sampai pada tahun awal pandemi di tahun 2020 tema HUT Kemerdekaan RI masih menggunakan “Indonesia Maju”, tema yang masih punya relevansi dengan tahun sebelumnya, meski kenyataannya pada tahun ini pertama kalinya Indonesia merayakan HUT Kemerdekaan RI dengan sangat sederhana, bahkan upacara di istana hanya digelar tanpa mengundang para pejabat ataupun masyarakat. Berbeda halnya tema HUT Kemerdekaan RI tahun 2021 yakni “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” di mana tema ini dimaksudkan untuk mengajak masyarakat prihatin dan optimis dengan ujian pandemi Covid-19 seperti halnya dikatakan oleh Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono (17/6/2021) “Indonesia Tangguh menghadapi berbagai krisis yang selama ini menempa, dengan ketangguhan dan berbagai upaya yang dilakukan di masa pandemi maka Indonesia akan tumbuh”. Maka dapat dilihat bahwa orientasi tema dalam tahun 2021 adalah untuk menjawab dilema ujian pandemi yang kemudian senada di tahun ini dengan lebih gamblang dan lugas, pemerintah mengajak lebih cepat dan lebih kuat untuk pulih dan bangkit.

Penulis mencoba mengajak pembaca untuk turut kritis apakah momentum penting HUT Kemerdekaan RI ini cukup dengan mengimajinasikan eforia tema saja. Pastilah tidak hanya cukup itu. Kondisi keterpurukan akibat pandemi Covid-19 ini memang harus dipulihkan secara cepat karena sebelumnya Indonesia diwarnai banyak kecemasan sosial dan tekanan perekonomian yang cukup memprihatinkan. Kondisi ini terbukti di mana tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami minus 2,07 persen di tahun 2020.

Tentu yang dimaksudkan oleh tema HUT RI tentang “Bangkit Lebih Kuat” bukan hanya perkara perekonomian saja. Masih ada beberapa ancaman besar global yang ditengarai oleh banyak negara di dunia akan menjadi ancaman serius di era post-pandemic ini. Ancaman pemanasan global dan krisis energi serta krisis pangan adalah ancaman serius yang harus dipersiapkan sedari dini. Dan karena itulah mengapa Indonesia harus segera benar-benar pulih dan bangkit secepat mungkin yakni supaya siap menghadapi ujian-ujian berikutnya. Persoalannya adalah bagaimana momentum kemerdekaan ini dapat dimanfaatkan betul untuk meraih atensi dan semangat “gotong royong” pada seluruh elemen masyarakat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/