Apa Kabar RPJMD Jember?

Sedangkan secara substansi yang dilakukan Jember baru kompilasi data dan identifikasi masalah yang disampaikan dalam RPJMD Teknokratis. Ini masih belum disandingkan dalam penjabaran visi dan misi bupati. Artinya, sampai hari ini belum tampak juga apa konsep perencanaan Kabupaten Jember sampai 2024 mendatang.

Proses yang berbeda dilakukan Kabupaten Situbondo proses akseleratif dilakukan dengan sejak awal bahwa tim di bentuk sudah dilakukan orientasi tentang penjabaran visi dan misi bupati. Hal ini tampak sekali bahwa ranwal RPJMD yang dibawa dalam konsultasi publik sudah terdapat penerjemahan program bupati. Bahkan sudah diturunkan dalam indikator target dalam bentuk IKU dan IKD serta rancangan program prioritas dan tematik RPJMD tiap tahunnya.

Menarik lagi bahwa penjabaran program visi dan misi bupati ini adalah program politik, maka harus diterjemahkan dalam program sesuai nomenklatur pemerintahan beserta OPD yang akan mengeksekusinya.

Jika melihat hal ini, maka dalam manajerial terutama perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Situbondo memulai jauh lebih baik dan lebih siap daripada Kabupaten Jember. Pertanyaannya, Jember yang selalu dikatakan besar dan dikelilingi banyak ahli yang katanya berkapasitas, maka mestinya prosesnya lebih akseleratif. Dan patut dicatat bahwa akselerasi RPJMD itu sejatinya adalah akselerasi untuk mewujudkan janji bupati yang mereka pilih.

Sebagai penutup, jika mengutip pada pepatah di atas, maka semua kata kuncinya adalah manajerial pemerintahan dalam pembangunan yang baik untuk menuai hasil yang baik. Secara proses dan substantif saya belum menemukan di Jember jika dibanding 2 kabupaten yang melakukan hal yang sama.

 

*) Penulis adalah dosen manajemen dan keuangan daerah FISIP UNEJ