alexametrics
28.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Multimodal: Kreativitas Belajar Mengajar Menuju Merdeka Belajar

Oleh: Priwahyu Hartanti

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Mari kita simak quotes Ki Hajar Dewantara berikut. “Di dalam hidupnya anak-anak adalah tiga tempat pergaulan yang menjadi pusat pendidikan yang amat penting baginya yaitu alam keluarga, alam perguruan, dan alam pergerakan pemuda.”

“Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Tugas Pendidik adalah merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat i.tu”

“Setiap orang menjadi guru dan setiap rumah menjadi sekolah.”

Mobile_AP_Rectangle 2

Hari Jumat, 13 Mei 2022, dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2022. Pemerintah melalui Kemendikbudristek mengajak seluruh pemangku pendidikan, tenaga pengajar, pegiat pendidikan, para peserta didik, dan masyarakat pada umumnya untuk tetap menyelenggarakan Proses Belajar Mengajar (PBM) yang dapat mengembangkan kreativitas siswa, mengembangkan karakter supaya selalu berperilaku dan berbudi luhur.

Sebagai upaya untuk menegakkan PBM “yang masih di tengah pandemi” ini, Kemendikbudristek telah mengatur kebijakan antara lain adalah: pembelajaran secara daring dan atau luring terbatas, tenaga pengajar memberikan pendidikan kepada siswa tentang kecakapan hidup, yakni pendidikan yang bersifat kontekstual, pembelajaran disesuaikan dengan bakat minat siswa, dan tugas-tugas yang diberikan kepada siswa tidak harus dinilai seperti biasanya di sekolah, akan tetapi penilaian lebih banyak kualitatif yang sifatnya pemberian motivasi. SMKN 1 Jember menyelenggarakan PBM ini dengan menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT).

Meskipun pendidikan merupakan peradaban bagi suatu negara dan menjadi kata kunci untuk meningkatkan kesejahteraan dan martabat bangsa, tetapi pendidikan tidak akan maju kalau tidak didukung berbagai pihak. Upaya pembangunan tidak bisa diwujudkan oleh pemerintah saja, tetapi perlu bantuan dari masyarakat, guru, orang tua, serta siswa.

Hal tersebut merupakan tantangan bagi para pengajar di SMKN 1 Jember untuk mengimplementasikan kegiatan dalam PBM supaya berkarakter, setidaknya melaksanakan 4 keterampilan yang harus dimiliki. Yaitu: 1) Keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah dengan meramu materi pembelajaran untuk diekspor kepada peserta didik; 2) Keterampilan berkomunikasi dan berkolaborasi berbasis teknologi informasi; 3) Berpikir kreatif dan inovatif untuk menemukan ide-ide baru yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran; Dan 4) keterampilan berliterasi secara teknologi.

Mendikbudristek dalam sambutan upacara peringatan Hardiknas juga menyampaikan bahwa sekarang ini tidak ada batasan ruang untuk berekspresi. Kita harus terus bergerak tidak boleh berhenti sejenak dan kita harus menjadi pemimpin pemulihan di sektor masing-masing, harus terus mengupayakan SDM yang unggul, dan semua Sekolah harus mengembangkan kreativitasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Mari kita simak quotes Ki Hajar Dewantara berikut. “Di dalam hidupnya anak-anak adalah tiga tempat pergaulan yang menjadi pusat pendidikan yang amat penting baginya yaitu alam keluarga, alam perguruan, dan alam pergerakan pemuda.”

“Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Tugas Pendidik adalah merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat i.tu”

“Setiap orang menjadi guru dan setiap rumah menjadi sekolah.”

Hari Jumat, 13 Mei 2022, dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2022. Pemerintah melalui Kemendikbudristek mengajak seluruh pemangku pendidikan, tenaga pengajar, pegiat pendidikan, para peserta didik, dan masyarakat pada umumnya untuk tetap menyelenggarakan Proses Belajar Mengajar (PBM) yang dapat mengembangkan kreativitas siswa, mengembangkan karakter supaya selalu berperilaku dan berbudi luhur.

Sebagai upaya untuk menegakkan PBM “yang masih di tengah pandemi” ini, Kemendikbudristek telah mengatur kebijakan antara lain adalah: pembelajaran secara daring dan atau luring terbatas, tenaga pengajar memberikan pendidikan kepada siswa tentang kecakapan hidup, yakni pendidikan yang bersifat kontekstual, pembelajaran disesuaikan dengan bakat minat siswa, dan tugas-tugas yang diberikan kepada siswa tidak harus dinilai seperti biasanya di sekolah, akan tetapi penilaian lebih banyak kualitatif yang sifatnya pemberian motivasi. SMKN 1 Jember menyelenggarakan PBM ini dengan menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT).

Meskipun pendidikan merupakan peradaban bagi suatu negara dan menjadi kata kunci untuk meningkatkan kesejahteraan dan martabat bangsa, tetapi pendidikan tidak akan maju kalau tidak didukung berbagai pihak. Upaya pembangunan tidak bisa diwujudkan oleh pemerintah saja, tetapi perlu bantuan dari masyarakat, guru, orang tua, serta siswa.

Hal tersebut merupakan tantangan bagi para pengajar di SMKN 1 Jember untuk mengimplementasikan kegiatan dalam PBM supaya berkarakter, setidaknya melaksanakan 4 keterampilan yang harus dimiliki. Yaitu: 1) Keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah dengan meramu materi pembelajaran untuk diekspor kepada peserta didik; 2) Keterampilan berkomunikasi dan berkolaborasi berbasis teknologi informasi; 3) Berpikir kreatif dan inovatif untuk menemukan ide-ide baru yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran; Dan 4) keterampilan berliterasi secara teknologi.

Mendikbudristek dalam sambutan upacara peringatan Hardiknas juga menyampaikan bahwa sekarang ini tidak ada batasan ruang untuk berekspresi. Kita harus terus bergerak tidak boleh berhenti sejenak dan kita harus menjadi pemimpin pemulihan di sektor masing-masing, harus terus mengupayakan SDM yang unggul, dan semua Sekolah harus mengembangkan kreativitasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Mari kita simak quotes Ki Hajar Dewantara berikut. “Di dalam hidupnya anak-anak adalah tiga tempat pergaulan yang menjadi pusat pendidikan yang amat penting baginya yaitu alam keluarga, alam perguruan, dan alam pergerakan pemuda.”

“Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Tugas Pendidik adalah merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat i.tu”

“Setiap orang menjadi guru dan setiap rumah menjadi sekolah.”

Hari Jumat, 13 Mei 2022, dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2022. Pemerintah melalui Kemendikbudristek mengajak seluruh pemangku pendidikan, tenaga pengajar, pegiat pendidikan, para peserta didik, dan masyarakat pada umumnya untuk tetap menyelenggarakan Proses Belajar Mengajar (PBM) yang dapat mengembangkan kreativitas siswa, mengembangkan karakter supaya selalu berperilaku dan berbudi luhur.

Sebagai upaya untuk menegakkan PBM “yang masih di tengah pandemi” ini, Kemendikbudristek telah mengatur kebijakan antara lain adalah: pembelajaran secara daring dan atau luring terbatas, tenaga pengajar memberikan pendidikan kepada siswa tentang kecakapan hidup, yakni pendidikan yang bersifat kontekstual, pembelajaran disesuaikan dengan bakat minat siswa, dan tugas-tugas yang diberikan kepada siswa tidak harus dinilai seperti biasanya di sekolah, akan tetapi penilaian lebih banyak kualitatif yang sifatnya pemberian motivasi. SMKN 1 Jember menyelenggarakan PBM ini dengan menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT).

Meskipun pendidikan merupakan peradaban bagi suatu negara dan menjadi kata kunci untuk meningkatkan kesejahteraan dan martabat bangsa, tetapi pendidikan tidak akan maju kalau tidak didukung berbagai pihak. Upaya pembangunan tidak bisa diwujudkan oleh pemerintah saja, tetapi perlu bantuan dari masyarakat, guru, orang tua, serta siswa.

Hal tersebut merupakan tantangan bagi para pengajar di SMKN 1 Jember untuk mengimplementasikan kegiatan dalam PBM supaya berkarakter, setidaknya melaksanakan 4 keterampilan yang harus dimiliki. Yaitu: 1) Keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah dengan meramu materi pembelajaran untuk diekspor kepada peserta didik; 2) Keterampilan berkomunikasi dan berkolaborasi berbasis teknologi informasi; 3) Berpikir kreatif dan inovatif untuk menemukan ide-ide baru yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran; Dan 4) keterampilan berliterasi secara teknologi.

Mendikbudristek dalam sambutan upacara peringatan Hardiknas juga menyampaikan bahwa sekarang ini tidak ada batasan ruang untuk berekspresi. Kita harus terus bergerak tidak boleh berhenti sejenak dan kita harus menjadi pemimpin pemulihan di sektor masing-masing, harus terus mengupayakan SDM yang unggul, dan semua Sekolah harus mengembangkan kreativitasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/