alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Membangun Kesadaran Sejarah Generasi Muda di Era Society 5.0

Mobile_AP_Rectangle 1

Presiden pertama yang sekaligus founding father bangsa Indonesia, Ir Soekarno, pernah berucap pada acara peringatan Hari Pahlawan, 10 November 1961, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarah”. Jadi, perlu digarisbawahi sejarah adalah suatu hal yang penting bagi perjalanan hidup manusia karena sejarah ada karena manusia yang menciptakannya. Oleh karena itu, kesadaran sejarah merupakan kebutuhan mendesak bagi bangsa Indonesia terutama bagi generasi muda.

Melalui pemahaman sejarah, akan muncul narasi dalam bentuk kesadaran bahwa sejarahlah yang membentuk kehidupan di masa sekarang dan yang akan datang. Sudah sewajarnya kita terus memperkuat diri dengan kesadaran perlunya menghargai, menghormati, dan meneladani tokoh bangsa yang pernah berjasa di masa lalu. Namun, dalam realitasnya generasi muda di era global saat ini berpikir sangat realistis, sedangkan sejarah adalah peristiwa masa lalu, yang mereka pikir sudah lewat dan berakhir.

Namun, sejarah juga menggambarkan masa lalu suatu bangsa, dan itu terkait dengan apa yang telah dicapai, kemenangan, atau kemunduran. Menurut Drs Muhammad Sungaidi MA, implementasi yang harus dibangun generasi milenial saat ini yakni dapat berdialog duduk bersama mendengarkan suara hatinya dan membimbing mereka untuk maju, serta mengambil inisiatif dan kolaborasi wujudkan janji dan mimpi kemerdekaan. Posisi dan kedudukan generasi muda saat ini sangat krusial karena di tangan mereka masa depan bangsa dipikul.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut data dari Badan Pusat Statistik Nasional penduduk Indonesia didominasi usia produktif (15-64 tahun) dengan jumlah mencapai 191,08 juta jiwa (70,72 persen). Hal itu menandakan bahwa kita sedang memasuki periode terbaik bonus demografi dan melimpahnya penduduk usia produktif tentu harus dimanfaatkan bagi peningkatan kesejahteraan penduduk. Agar kesadaran sejarah generasi muda tumbuh lebih tinggi lagi, maka perlu dilakukan pendekatan secara persuasif. Dalam artian, kesadaran ini harus digaungkan dengan gaya anak muda masa kini sehingga nantinya sejarah bukan hal yang kuno lagi bagi mereka melainkan sudah menjadi lifestyle sehari-hari.

- Advertisement -

Presiden pertama yang sekaligus founding father bangsa Indonesia, Ir Soekarno, pernah berucap pada acara peringatan Hari Pahlawan, 10 November 1961, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarah”. Jadi, perlu digarisbawahi sejarah adalah suatu hal yang penting bagi perjalanan hidup manusia karena sejarah ada karena manusia yang menciptakannya. Oleh karena itu, kesadaran sejarah merupakan kebutuhan mendesak bagi bangsa Indonesia terutama bagi generasi muda.

Melalui pemahaman sejarah, akan muncul narasi dalam bentuk kesadaran bahwa sejarahlah yang membentuk kehidupan di masa sekarang dan yang akan datang. Sudah sewajarnya kita terus memperkuat diri dengan kesadaran perlunya menghargai, menghormati, dan meneladani tokoh bangsa yang pernah berjasa di masa lalu. Namun, dalam realitasnya generasi muda di era global saat ini berpikir sangat realistis, sedangkan sejarah adalah peristiwa masa lalu, yang mereka pikir sudah lewat dan berakhir.

Namun, sejarah juga menggambarkan masa lalu suatu bangsa, dan itu terkait dengan apa yang telah dicapai, kemenangan, atau kemunduran. Menurut Drs Muhammad Sungaidi MA, implementasi yang harus dibangun generasi milenial saat ini yakni dapat berdialog duduk bersama mendengarkan suara hatinya dan membimbing mereka untuk maju, serta mengambil inisiatif dan kolaborasi wujudkan janji dan mimpi kemerdekaan. Posisi dan kedudukan generasi muda saat ini sangat krusial karena di tangan mereka masa depan bangsa dipikul.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik Nasional penduduk Indonesia didominasi usia produktif (15-64 tahun) dengan jumlah mencapai 191,08 juta jiwa (70,72 persen). Hal itu menandakan bahwa kita sedang memasuki periode terbaik bonus demografi dan melimpahnya penduduk usia produktif tentu harus dimanfaatkan bagi peningkatan kesejahteraan penduduk. Agar kesadaran sejarah generasi muda tumbuh lebih tinggi lagi, maka perlu dilakukan pendekatan secara persuasif. Dalam artian, kesadaran ini harus digaungkan dengan gaya anak muda masa kini sehingga nantinya sejarah bukan hal yang kuno lagi bagi mereka melainkan sudah menjadi lifestyle sehari-hari.

Presiden pertama yang sekaligus founding father bangsa Indonesia, Ir Soekarno, pernah berucap pada acara peringatan Hari Pahlawan, 10 November 1961, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal sejarah”. Jadi, perlu digarisbawahi sejarah adalah suatu hal yang penting bagi perjalanan hidup manusia karena sejarah ada karena manusia yang menciptakannya. Oleh karena itu, kesadaran sejarah merupakan kebutuhan mendesak bagi bangsa Indonesia terutama bagi generasi muda.

Melalui pemahaman sejarah, akan muncul narasi dalam bentuk kesadaran bahwa sejarahlah yang membentuk kehidupan di masa sekarang dan yang akan datang. Sudah sewajarnya kita terus memperkuat diri dengan kesadaran perlunya menghargai, menghormati, dan meneladani tokoh bangsa yang pernah berjasa di masa lalu. Namun, dalam realitasnya generasi muda di era global saat ini berpikir sangat realistis, sedangkan sejarah adalah peristiwa masa lalu, yang mereka pikir sudah lewat dan berakhir.

Namun, sejarah juga menggambarkan masa lalu suatu bangsa, dan itu terkait dengan apa yang telah dicapai, kemenangan, atau kemunduran. Menurut Drs Muhammad Sungaidi MA, implementasi yang harus dibangun generasi milenial saat ini yakni dapat berdialog duduk bersama mendengarkan suara hatinya dan membimbing mereka untuk maju, serta mengambil inisiatif dan kolaborasi wujudkan janji dan mimpi kemerdekaan. Posisi dan kedudukan generasi muda saat ini sangat krusial karena di tangan mereka masa depan bangsa dipikul.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik Nasional penduduk Indonesia didominasi usia produktif (15-64 tahun) dengan jumlah mencapai 191,08 juta jiwa (70,72 persen). Hal itu menandakan bahwa kita sedang memasuki periode terbaik bonus demografi dan melimpahnya penduduk usia produktif tentu harus dimanfaatkan bagi peningkatan kesejahteraan penduduk. Agar kesadaran sejarah generasi muda tumbuh lebih tinggi lagi, maka perlu dilakukan pendekatan secara persuasif. Dalam artian, kesadaran ini harus digaungkan dengan gaya anak muda masa kini sehingga nantinya sejarah bukan hal yang kuno lagi bagi mereka melainkan sudah menjadi lifestyle sehari-hari.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/