alexametrics
28 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Menjadi Guru Profesional di Era Digital

Mobile_AP_Rectangle 1

Guru dalam (bahasa Sanskerta: yang berarti guru, tetapi arti secara harfiahnya adalah ‘berat’) adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), guru diartikan “orang yang kerjanya sebagai pengajar”. (Purwadarminta, 1984: 335)

Guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam sebuah proses belajar mengajar, yang ikut mengambil bagian dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial pada bidang pembangunan. Djamarah, 1994:33, mengemukakan juga pendapatnya bahwa guru ialah semua orang yang memiliki wewenang serta juga yang bertanggung jawab dalam membimbing dan juga membina anak didik, baik itu dengan secara individual ataupun dengan secara klasikal di sekolah maupun juga di luar sekolah.

Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli tersebut Menurut UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, ada 4 kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh seorang guru profesional dalam pendidikan. Empat kompetensi dasar dimaksud adalah kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan kompetensi sosial. Berikut penjelasan dari masing-masing kompetensi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru untuk memahami dinamika proses pembelajaran dengan baik. Guru perlu memiliki strategi pembelajaran tertentu agar interaksi belajar yang terjadi berjalan efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu yang perlu mendapat perhatian dinamisasi pembelajaran adalah karakter dan potensi siswa yang berbeda. Heterogenitas siswa akan menentukan disain pembelajaran maupun; program, pelaksanaan dan penilaian.

Kompetensi Profesional

Kompetensi profesional adalah kemampuan guru mengelola pembelajaran dengan baik. Guru akan dapat mengelola pembelajaran apabila menguasai; materi pelajaran, mengelola kelas dengan baik, memahami berbagai strategi dan metode pembelajaran, menggunakan media dan sumber belajar yang ada.

Kompetensi Kepribadian

Kompetensi kepribadian adalah kemampuan guru untuk menunjukkan sikap dan pribadi yang dapat ditiru dan dipatuhi. Guru dapat ditiru karena terdapat sikap dan pribadi yang baik. Guru dipatuhi karena memiliki ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi siswa.

Kompetensi Sosial

Kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berinteraksi dan berkomunikasi sosial yang baik. Kemampuan bersosialisasi ini dapat dilihat melalui pergaulan sosial guru dengan siswa, rekan sesama guru maupun dengan masyarakat di mana ia berada. Di samping itu, guru juga diharapkan memiliki kompetensi untuk mengatasi konflik pergaulan sosial di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

- Advertisement -

Guru dalam (bahasa Sanskerta: yang berarti guru, tetapi arti secara harfiahnya adalah ‘berat’) adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), guru diartikan “orang yang kerjanya sebagai pengajar”. (Purwadarminta, 1984: 335)

Guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam sebuah proses belajar mengajar, yang ikut mengambil bagian dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial pada bidang pembangunan. Djamarah, 1994:33, mengemukakan juga pendapatnya bahwa guru ialah semua orang yang memiliki wewenang serta juga yang bertanggung jawab dalam membimbing dan juga membina anak didik, baik itu dengan secara individual ataupun dengan secara klasikal di sekolah maupun juga di luar sekolah.

Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli tersebut Menurut UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, ada 4 kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh seorang guru profesional dalam pendidikan. Empat kompetensi dasar dimaksud adalah kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan kompetensi sosial. Berikut penjelasan dari masing-masing kompetensi.

Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru untuk memahami dinamika proses pembelajaran dengan baik. Guru perlu memiliki strategi pembelajaran tertentu agar interaksi belajar yang terjadi berjalan efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu yang perlu mendapat perhatian dinamisasi pembelajaran adalah karakter dan potensi siswa yang berbeda. Heterogenitas siswa akan menentukan disain pembelajaran maupun; program, pelaksanaan dan penilaian.

Kompetensi Profesional

Kompetensi profesional adalah kemampuan guru mengelola pembelajaran dengan baik. Guru akan dapat mengelola pembelajaran apabila menguasai; materi pelajaran, mengelola kelas dengan baik, memahami berbagai strategi dan metode pembelajaran, menggunakan media dan sumber belajar yang ada.

Kompetensi Kepribadian

Kompetensi kepribadian adalah kemampuan guru untuk menunjukkan sikap dan pribadi yang dapat ditiru dan dipatuhi. Guru dapat ditiru karena terdapat sikap dan pribadi yang baik. Guru dipatuhi karena memiliki ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi siswa.

Kompetensi Sosial

Kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berinteraksi dan berkomunikasi sosial yang baik. Kemampuan bersosialisasi ini dapat dilihat melalui pergaulan sosial guru dengan siswa, rekan sesama guru maupun dengan masyarakat di mana ia berada. Di samping itu, guru juga diharapkan memiliki kompetensi untuk mengatasi konflik pergaulan sosial di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Guru dalam (bahasa Sanskerta: yang berarti guru, tetapi arti secara harfiahnya adalah ‘berat’) adalah seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), guru diartikan “orang yang kerjanya sebagai pengajar”. (Purwadarminta, 1984: 335)

Guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam sebuah proses belajar mengajar, yang ikut mengambil bagian dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial pada bidang pembangunan. Djamarah, 1994:33, mengemukakan juga pendapatnya bahwa guru ialah semua orang yang memiliki wewenang serta juga yang bertanggung jawab dalam membimbing dan juga membina anak didik, baik itu dengan secara individual ataupun dengan secara klasikal di sekolah maupun juga di luar sekolah.

Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli tersebut Menurut UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, ada 4 kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh seorang guru profesional dalam pendidikan. Empat kompetensi dasar dimaksud adalah kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan kompetensi sosial. Berikut penjelasan dari masing-masing kompetensi.

Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogik adalah kemampuan guru untuk memahami dinamika proses pembelajaran dengan baik. Guru perlu memiliki strategi pembelajaran tertentu agar interaksi belajar yang terjadi berjalan efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu yang perlu mendapat perhatian dinamisasi pembelajaran adalah karakter dan potensi siswa yang berbeda. Heterogenitas siswa akan menentukan disain pembelajaran maupun; program, pelaksanaan dan penilaian.

Kompetensi Profesional

Kompetensi profesional adalah kemampuan guru mengelola pembelajaran dengan baik. Guru akan dapat mengelola pembelajaran apabila menguasai; materi pelajaran, mengelola kelas dengan baik, memahami berbagai strategi dan metode pembelajaran, menggunakan media dan sumber belajar yang ada.

Kompetensi Kepribadian

Kompetensi kepribadian adalah kemampuan guru untuk menunjukkan sikap dan pribadi yang dapat ditiru dan dipatuhi. Guru dapat ditiru karena terdapat sikap dan pribadi yang baik. Guru dipatuhi karena memiliki ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi siswa.

Kompetensi Sosial

Kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berinteraksi dan berkomunikasi sosial yang baik. Kemampuan bersosialisasi ini dapat dilihat melalui pergaulan sosial guru dengan siswa, rekan sesama guru maupun dengan masyarakat di mana ia berada. Di samping itu, guru juga diharapkan memiliki kompetensi untuk mengatasi konflik pergaulan sosial di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/