alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Implikasi UU No 33 Tahun 2014 terhadap Perekonomian Indonesia

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Apabila kita simak dalam Undang-Undang Dasar 1945, terdapat kalimat yang berbunyi bahwa “cabang-cabang produksi penting yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”. Kalimat ini memberikan indikasi bahwa ada kegiatan ekonomi penting yang menyentuh masyarakat banyak, sehingga harus dilakukan oleh pemerintah agar tidak memberatkan bagi masyarakat dan ada kegiatan ekonomi yang tidak penting atau tidak begitu penting. Sehingga tidak perlu dilakukan oleh pemerintah melainkan bisa diserahkan kepada masyarakat agar masyarakat itu sendiri yang mengusahakan kegiatan ekonominya.

Tujuan dari kegiatan ekonomi dilakukan oleh pemerintah adalah memberikan layanan seluas-luasnya kepada masyarakat agar semua masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Sedangkan tujuan kegiatan ekonomi yang bisa dilakukan oleh individu lebih ke arah untuk mencapai keuntungan maksimal.

Pembagian kegiatan ekonomi yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan individu ini, melahirkan badan usaha sebagai ujung tombaknya. Badan usaha yang mewakili kegiatan ekonomi dilakukan oleh pemerintah ialah BUMN (badan usaha milik negara), sedangkan badan usaha yang mewakili kegiatan ekonomi dilakukan oleh individu adalah BUMS (badan usaha milik swasta). Apabila telah dikembangkan lebih lanjut, lahirnya BUMS mewakili sistem ekonomi kapitalisme, sedangkan keberadaan BUMN mewakili sistem ekonomi sosialisme/komunisme. Berarti sistem ekonomi yang dianut oleh Indonesia adalah sistem ekonomi campuran. Namun, masih menyisakan tanda tanya, bagaimana dengan keberadaan koperasi dalam perekonomian Indonesia?

Mobile_AP_Rectangle 2

Bagi mahasiswa calon sarjana ekonomi, sistem ekonomi kapitalisme diketahui sebagai suatu bentuk sistem ekonomi yang mendasarkan diri pada pemikiran bahwa semua sumber daya milik individu, sehingga semua orang dalam sistem tersebut merupakan sapi aduan yang siap diadu dengan manusia lainnya. Sistem ini menuai kritik sejak diperkenalkannya sekitar 1776-an atau yang dikenal dengan prakapitalisme, karena kurang berpihak pada buruh dan persaingan yang muncul bisa menghalalkan berbagai cara yang bisa merugikan umat manusia.

Karena tidak puas dengan sistem kapitalisme, mulai muncul berbagai reaksi terhadap sistem ini. Salah satu bentuk reaksi itu adalah diperkenalkannya sistem ekonomi koperasi yang dirintis oleh Robert Owen pada tahun 1880-an. Sistem ini melandaskan pemikiran bahwa sumber daya manusia itu seharunsya dimiliki kelompok. Bila kelompok ini sejahtera maka masyarakat suatu negara akan banyak yang sejahtera.

Sistem ini mengusung prinsip-prinsip yang harus dijalankan oleh koperasi yang pada hakekatnya untuk mengeleminasi efek negatif sistem ekonomi kapitalisme. Sistem ini berkembang mulai dari Inggris dan meluas ke negara di Eropa lainnya kemudian tembus ke Asia yang dimulai di India. Hingga akhirnya dikenal dan di adopsi oleh Patih Aria Wiriatmadja, serta untuk pertama kalinya didirikan koperasi pada tanggal 16 Desember 1896 di Purwokerto, Indonesia.

Sekitar tahun 1880-an yang dimulai dengan praktik pendirian commun di Perancis oleh Charles Fourir kemudian merebak sistem ekonomi komunisme yang diperkenalkan oleh Karl Mark. Sistem ini berlawanan 180 derajat dengan sistem kapitalisme. Para pioner komunisme beranggapan bahwa masyarakat yang tidak suka kepada sistem kapitalisme dengan mendirikan koperasi dianggap sebagai suatu tindakan yang tanggung untuk melawan kapitalisme. Mereka menganjurkan bahwa manusia seharusnya memasrahkan semua sumber daya kepada pemerintah. Dengan kata lain, masyarakat hanya bekerja kepada pemerintah. Sistem ini juga dianggap memiliki kelemahan yaitu kurangnya kebebasan bagi masyarakat untuk berekspresi dan menunjukkan kepintaran dan inovasi hasil karyanya. Komunis kala itu dianggap seakan membelenggu manusia untuk berkarya lebih baik.

Setelah ditunggu berapa tahun dan beberapa dekade, kesejahteraan yang diharapkan dan merupakan tujuan dari setiap sistem ekonomi yang ada tidak kunjung tiba juga maka pada tahun 1963-an masyarakat mulai mencampur sistem ekonomi kapitalisme dan komunisme menjadi satu sehingga dikenal dengan sistem ekonomi campuran, bahkan Indonesia mencampur ketiganya akhir lahirlah sistem ekonomi campuran ala Indonesia yang dikenal dengan sistem ekonomi Pancasila. Konsekuensi dari sistem ini antara lain terdapat tiga pelaku ekonomi di Indonesia yang diadop dari sistem campurannnya, yakni BUMS yang berasal dari Kapitalisme, BUMN yang merupakan konsekuensi dari sistem ekonomi Komunisme dan Koperasi sebagai jalan tengah diantara keduanya.

Sistem ekonomi campuran ini tidak juga mempercepat keinginan masyarakat Indonesia menuju kesejahteraan yang diinginkan, maka campuran adonan kue sistem ekonominya mulai ditambah dengan melirik kembali sistem ekonomi Islami yang sebenarnya telah diperkenalkan pada tahun 611-an. Sistem ini mulai menusuk sendi sistem ekonomi Indonesia sejak tahun 1992, yaitu sejak didirikannya Bank Muamalat Indonesia.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Apabila kita simak dalam Undang-Undang Dasar 1945, terdapat kalimat yang berbunyi bahwa “cabang-cabang produksi penting yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”. Kalimat ini memberikan indikasi bahwa ada kegiatan ekonomi penting yang menyentuh masyarakat banyak, sehingga harus dilakukan oleh pemerintah agar tidak memberatkan bagi masyarakat dan ada kegiatan ekonomi yang tidak penting atau tidak begitu penting. Sehingga tidak perlu dilakukan oleh pemerintah melainkan bisa diserahkan kepada masyarakat agar masyarakat itu sendiri yang mengusahakan kegiatan ekonominya.

Tujuan dari kegiatan ekonomi dilakukan oleh pemerintah adalah memberikan layanan seluas-luasnya kepada masyarakat agar semua masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Sedangkan tujuan kegiatan ekonomi yang bisa dilakukan oleh individu lebih ke arah untuk mencapai keuntungan maksimal.

Pembagian kegiatan ekonomi yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan individu ini, melahirkan badan usaha sebagai ujung tombaknya. Badan usaha yang mewakili kegiatan ekonomi dilakukan oleh pemerintah ialah BUMN (badan usaha milik negara), sedangkan badan usaha yang mewakili kegiatan ekonomi dilakukan oleh individu adalah BUMS (badan usaha milik swasta). Apabila telah dikembangkan lebih lanjut, lahirnya BUMS mewakili sistem ekonomi kapitalisme, sedangkan keberadaan BUMN mewakili sistem ekonomi sosialisme/komunisme. Berarti sistem ekonomi yang dianut oleh Indonesia adalah sistem ekonomi campuran. Namun, masih menyisakan tanda tanya, bagaimana dengan keberadaan koperasi dalam perekonomian Indonesia?

Bagi mahasiswa calon sarjana ekonomi, sistem ekonomi kapitalisme diketahui sebagai suatu bentuk sistem ekonomi yang mendasarkan diri pada pemikiran bahwa semua sumber daya milik individu, sehingga semua orang dalam sistem tersebut merupakan sapi aduan yang siap diadu dengan manusia lainnya. Sistem ini menuai kritik sejak diperkenalkannya sekitar 1776-an atau yang dikenal dengan prakapitalisme, karena kurang berpihak pada buruh dan persaingan yang muncul bisa menghalalkan berbagai cara yang bisa merugikan umat manusia.

Karena tidak puas dengan sistem kapitalisme, mulai muncul berbagai reaksi terhadap sistem ini. Salah satu bentuk reaksi itu adalah diperkenalkannya sistem ekonomi koperasi yang dirintis oleh Robert Owen pada tahun 1880-an. Sistem ini melandaskan pemikiran bahwa sumber daya manusia itu seharunsya dimiliki kelompok. Bila kelompok ini sejahtera maka masyarakat suatu negara akan banyak yang sejahtera.

Sistem ini mengusung prinsip-prinsip yang harus dijalankan oleh koperasi yang pada hakekatnya untuk mengeleminasi efek negatif sistem ekonomi kapitalisme. Sistem ini berkembang mulai dari Inggris dan meluas ke negara di Eropa lainnya kemudian tembus ke Asia yang dimulai di India. Hingga akhirnya dikenal dan di adopsi oleh Patih Aria Wiriatmadja, serta untuk pertama kalinya didirikan koperasi pada tanggal 16 Desember 1896 di Purwokerto, Indonesia.

Sekitar tahun 1880-an yang dimulai dengan praktik pendirian commun di Perancis oleh Charles Fourir kemudian merebak sistem ekonomi komunisme yang diperkenalkan oleh Karl Mark. Sistem ini berlawanan 180 derajat dengan sistem kapitalisme. Para pioner komunisme beranggapan bahwa masyarakat yang tidak suka kepada sistem kapitalisme dengan mendirikan koperasi dianggap sebagai suatu tindakan yang tanggung untuk melawan kapitalisme. Mereka menganjurkan bahwa manusia seharusnya memasrahkan semua sumber daya kepada pemerintah. Dengan kata lain, masyarakat hanya bekerja kepada pemerintah. Sistem ini juga dianggap memiliki kelemahan yaitu kurangnya kebebasan bagi masyarakat untuk berekspresi dan menunjukkan kepintaran dan inovasi hasil karyanya. Komunis kala itu dianggap seakan membelenggu manusia untuk berkarya lebih baik.

Setelah ditunggu berapa tahun dan beberapa dekade, kesejahteraan yang diharapkan dan merupakan tujuan dari setiap sistem ekonomi yang ada tidak kunjung tiba juga maka pada tahun 1963-an masyarakat mulai mencampur sistem ekonomi kapitalisme dan komunisme menjadi satu sehingga dikenal dengan sistem ekonomi campuran, bahkan Indonesia mencampur ketiganya akhir lahirlah sistem ekonomi campuran ala Indonesia yang dikenal dengan sistem ekonomi Pancasila. Konsekuensi dari sistem ini antara lain terdapat tiga pelaku ekonomi di Indonesia yang diadop dari sistem campurannnya, yakni BUMS yang berasal dari Kapitalisme, BUMN yang merupakan konsekuensi dari sistem ekonomi Komunisme dan Koperasi sebagai jalan tengah diantara keduanya.

Sistem ekonomi campuran ini tidak juga mempercepat keinginan masyarakat Indonesia menuju kesejahteraan yang diinginkan, maka campuran adonan kue sistem ekonominya mulai ditambah dengan melirik kembali sistem ekonomi Islami yang sebenarnya telah diperkenalkan pada tahun 611-an. Sistem ini mulai menusuk sendi sistem ekonomi Indonesia sejak tahun 1992, yaitu sejak didirikannya Bank Muamalat Indonesia.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Apabila kita simak dalam Undang-Undang Dasar 1945, terdapat kalimat yang berbunyi bahwa “cabang-cabang produksi penting yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”. Kalimat ini memberikan indikasi bahwa ada kegiatan ekonomi penting yang menyentuh masyarakat banyak, sehingga harus dilakukan oleh pemerintah agar tidak memberatkan bagi masyarakat dan ada kegiatan ekonomi yang tidak penting atau tidak begitu penting. Sehingga tidak perlu dilakukan oleh pemerintah melainkan bisa diserahkan kepada masyarakat agar masyarakat itu sendiri yang mengusahakan kegiatan ekonominya.

Tujuan dari kegiatan ekonomi dilakukan oleh pemerintah adalah memberikan layanan seluas-luasnya kepada masyarakat agar semua masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Sedangkan tujuan kegiatan ekonomi yang bisa dilakukan oleh individu lebih ke arah untuk mencapai keuntungan maksimal.

Pembagian kegiatan ekonomi yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan individu ini, melahirkan badan usaha sebagai ujung tombaknya. Badan usaha yang mewakili kegiatan ekonomi dilakukan oleh pemerintah ialah BUMN (badan usaha milik negara), sedangkan badan usaha yang mewakili kegiatan ekonomi dilakukan oleh individu adalah BUMS (badan usaha milik swasta). Apabila telah dikembangkan lebih lanjut, lahirnya BUMS mewakili sistem ekonomi kapitalisme, sedangkan keberadaan BUMN mewakili sistem ekonomi sosialisme/komunisme. Berarti sistem ekonomi yang dianut oleh Indonesia adalah sistem ekonomi campuran. Namun, masih menyisakan tanda tanya, bagaimana dengan keberadaan koperasi dalam perekonomian Indonesia?

Bagi mahasiswa calon sarjana ekonomi, sistem ekonomi kapitalisme diketahui sebagai suatu bentuk sistem ekonomi yang mendasarkan diri pada pemikiran bahwa semua sumber daya milik individu, sehingga semua orang dalam sistem tersebut merupakan sapi aduan yang siap diadu dengan manusia lainnya. Sistem ini menuai kritik sejak diperkenalkannya sekitar 1776-an atau yang dikenal dengan prakapitalisme, karena kurang berpihak pada buruh dan persaingan yang muncul bisa menghalalkan berbagai cara yang bisa merugikan umat manusia.

Karena tidak puas dengan sistem kapitalisme, mulai muncul berbagai reaksi terhadap sistem ini. Salah satu bentuk reaksi itu adalah diperkenalkannya sistem ekonomi koperasi yang dirintis oleh Robert Owen pada tahun 1880-an. Sistem ini melandaskan pemikiran bahwa sumber daya manusia itu seharunsya dimiliki kelompok. Bila kelompok ini sejahtera maka masyarakat suatu negara akan banyak yang sejahtera.

Sistem ini mengusung prinsip-prinsip yang harus dijalankan oleh koperasi yang pada hakekatnya untuk mengeleminasi efek negatif sistem ekonomi kapitalisme. Sistem ini berkembang mulai dari Inggris dan meluas ke negara di Eropa lainnya kemudian tembus ke Asia yang dimulai di India. Hingga akhirnya dikenal dan di adopsi oleh Patih Aria Wiriatmadja, serta untuk pertama kalinya didirikan koperasi pada tanggal 16 Desember 1896 di Purwokerto, Indonesia.

Sekitar tahun 1880-an yang dimulai dengan praktik pendirian commun di Perancis oleh Charles Fourir kemudian merebak sistem ekonomi komunisme yang diperkenalkan oleh Karl Mark. Sistem ini berlawanan 180 derajat dengan sistem kapitalisme. Para pioner komunisme beranggapan bahwa masyarakat yang tidak suka kepada sistem kapitalisme dengan mendirikan koperasi dianggap sebagai suatu tindakan yang tanggung untuk melawan kapitalisme. Mereka menganjurkan bahwa manusia seharusnya memasrahkan semua sumber daya kepada pemerintah. Dengan kata lain, masyarakat hanya bekerja kepada pemerintah. Sistem ini juga dianggap memiliki kelemahan yaitu kurangnya kebebasan bagi masyarakat untuk berekspresi dan menunjukkan kepintaran dan inovasi hasil karyanya. Komunis kala itu dianggap seakan membelenggu manusia untuk berkarya lebih baik.

Setelah ditunggu berapa tahun dan beberapa dekade, kesejahteraan yang diharapkan dan merupakan tujuan dari setiap sistem ekonomi yang ada tidak kunjung tiba juga maka pada tahun 1963-an masyarakat mulai mencampur sistem ekonomi kapitalisme dan komunisme menjadi satu sehingga dikenal dengan sistem ekonomi campuran, bahkan Indonesia mencampur ketiganya akhir lahirlah sistem ekonomi campuran ala Indonesia yang dikenal dengan sistem ekonomi Pancasila. Konsekuensi dari sistem ini antara lain terdapat tiga pelaku ekonomi di Indonesia yang diadop dari sistem campurannnya, yakni BUMS yang berasal dari Kapitalisme, BUMN yang merupakan konsekuensi dari sistem ekonomi Komunisme dan Koperasi sebagai jalan tengah diantara keduanya.

Sistem ekonomi campuran ini tidak juga mempercepat keinginan masyarakat Indonesia menuju kesejahteraan yang diinginkan, maka campuran adonan kue sistem ekonominya mulai ditambah dengan melirik kembali sistem ekonomi Islami yang sebenarnya telah diperkenalkan pada tahun 611-an. Sistem ini mulai menusuk sendi sistem ekonomi Indonesia sejak tahun 1992, yaitu sejak didirikannya Bank Muamalat Indonesia.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/