alexametrics
24 C
Jember
Monday, 8 August 2022

Secuil Rasa di Medsos

Mobile_AP_Rectangle 1

Seiring dengan  perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dunia komunikasi juga mengalami perkembangan yang melompat-lompat. Kecanggihan alat dan media komunikasi menjadi fasilitas yang memberi kenyamanan dalam bersosial.

Sebelum menjamurnya alat komunikasi khususnya Hand Phone dan gadget budaya berkunjung antar kerabat, sahabat dan relasi kerja sangat kental “manual” dilakukan. Tatap muka berlangsung, cengkerama penuh canda tawa, etika sopan santun dalam berkomunikasi masih tertata rapi dalam tatanan kehidupan. Buah tangan tak terlupakan sekadar menjadi simbol pengikat silaturrahim, anak istri turut mengiringi hubungan silaturrahim yang didalam agama merupakan ibadah mulia di perintahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Itu sekelumit gambaran kehidupan yang pernah kita alami dan jalani.

Dengan bergeraknya dan berkembangnya ilmu pengetahuan teknologi, aktifitas manusia mulai tergeser, terbatasi oleh “mini robot” hasil rekayasa teknologi informatika. Dulunya, “pak pos” sering kita lihat untuk mengantar surat ke rumah-rumah, instansi-instansi, sekarang sudah tergantikan e mail, surat kabar menjadi barang berharga yang biasa di tunggu untuk dibaca di setiap pagi.menjadi “wah” ketika kita mengetahui sebuah berita.tetapi kini,  peran koran mulai tergeser dengan media online yang memberi layanan dan akses sangat cepat, dimanapun dan kapanpun kepada “si pembaca” untuk mengetahui berita atau informasi “up to date”.

Mobile_AP_Rectangle 2

Peran media sosial “merangkul” hampir semua kelas masyarakat untuk melakukan komunikasi verbal. Itulah “secuil” fakta kehidupan di jaman yang penuh dengan “lalu lintas gelombang elektromagnetik” ini.

Terlepas kemudahan akses dalam dunia informasi dengan segala perangkatnya, sedikit kira cermati tentang “share dan posting” berita, informasi, ungkapan rasa, statement berupa teks, audio, video di media sosial. Dalam UU No.11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Bab VII Perbuatan yang dilarang dalam transaksi elektronik. Sudah barang tentu ketika kita pengguna media sosial melanggar aturan yang ditetapkan akan mendapat konsekuensi hukum yang harus kita hadapi.

- Advertisement -

Seiring dengan  perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dunia komunikasi juga mengalami perkembangan yang melompat-lompat. Kecanggihan alat dan media komunikasi menjadi fasilitas yang memberi kenyamanan dalam bersosial.

Sebelum menjamurnya alat komunikasi khususnya Hand Phone dan gadget budaya berkunjung antar kerabat, sahabat dan relasi kerja sangat kental “manual” dilakukan. Tatap muka berlangsung, cengkerama penuh canda tawa, etika sopan santun dalam berkomunikasi masih tertata rapi dalam tatanan kehidupan. Buah tangan tak terlupakan sekadar menjadi simbol pengikat silaturrahim, anak istri turut mengiringi hubungan silaturrahim yang didalam agama merupakan ibadah mulia di perintahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Itu sekelumit gambaran kehidupan yang pernah kita alami dan jalani.

Dengan bergeraknya dan berkembangnya ilmu pengetahuan teknologi, aktifitas manusia mulai tergeser, terbatasi oleh “mini robot” hasil rekayasa teknologi informatika. Dulunya, “pak pos” sering kita lihat untuk mengantar surat ke rumah-rumah, instansi-instansi, sekarang sudah tergantikan e mail, surat kabar menjadi barang berharga yang biasa di tunggu untuk dibaca di setiap pagi.menjadi “wah” ketika kita mengetahui sebuah berita.tetapi kini,  peran koran mulai tergeser dengan media online yang memberi layanan dan akses sangat cepat, dimanapun dan kapanpun kepada “si pembaca” untuk mengetahui berita atau informasi “up to date”.

Peran media sosial “merangkul” hampir semua kelas masyarakat untuk melakukan komunikasi verbal. Itulah “secuil” fakta kehidupan di jaman yang penuh dengan “lalu lintas gelombang elektromagnetik” ini.

Terlepas kemudahan akses dalam dunia informasi dengan segala perangkatnya, sedikit kira cermati tentang “share dan posting” berita, informasi, ungkapan rasa, statement berupa teks, audio, video di media sosial. Dalam UU No.11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Bab VII Perbuatan yang dilarang dalam transaksi elektronik. Sudah barang tentu ketika kita pengguna media sosial melanggar aturan yang ditetapkan akan mendapat konsekuensi hukum yang harus kita hadapi.

Seiring dengan  perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dunia komunikasi juga mengalami perkembangan yang melompat-lompat. Kecanggihan alat dan media komunikasi menjadi fasilitas yang memberi kenyamanan dalam bersosial.

Sebelum menjamurnya alat komunikasi khususnya Hand Phone dan gadget budaya berkunjung antar kerabat, sahabat dan relasi kerja sangat kental “manual” dilakukan. Tatap muka berlangsung, cengkerama penuh canda tawa, etika sopan santun dalam berkomunikasi masih tertata rapi dalam tatanan kehidupan. Buah tangan tak terlupakan sekadar menjadi simbol pengikat silaturrahim, anak istri turut mengiringi hubungan silaturrahim yang didalam agama merupakan ibadah mulia di perintahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Itu sekelumit gambaran kehidupan yang pernah kita alami dan jalani.

Dengan bergeraknya dan berkembangnya ilmu pengetahuan teknologi, aktifitas manusia mulai tergeser, terbatasi oleh “mini robot” hasil rekayasa teknologi informatika. Dulunya, “pak pos” sering kita lihat untuk mengantar surat ke rumah-rumah, instansi-instansi, sekarang sudah tergantikan e mail, surat kabar menjadi barang berharga yang biasa di tunggu untuk dibaca di setiap pagi.menjadi “wah” ketika kita mengetahui sebuah berita.tetapi kini,  peran koran mulai tergeser dengan media online yang memberi layanan dan akses sangat cepat, dimanapun dan kapanpun kepada “si pembaca” untuk mengetahui berita atau informasi “up to date”.

Peran media sosial “merangkul” hampir semua kelas masyarakat untuk melakukan komunikasi verbal. Itulah “secuil” fakta kehidupan di jaman yang penuh dengan “lalu lintas gelombang elektromagnetik” ini.

Terlepas kemudahan akses dalam dunia informasi dengan segala perangkatnya, sedikit kira cermati tentang “share dan posting” berita, informasi, ungkapan rasa, statement berupa teks, audio, video di media sosial. Dalam UU No.11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Bab VII Perbuatan yang dilarang dalam transaksi elektronik. Sudah barang tentu ketika kita pengguna media sosial melanggar aturan yang ditetapkan akan mendapat konsekuensi hukum yang harus kita hadapi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/