alexametrics
24 C
Jember
Monday, 8 August 2022

Membangun Bondowoso dengan SDM Progresif Reformis

Mobile_AP_Rectangle 1

Setiap kota atau daerah memiliki poin kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tidak bisa dimungkiri Kabupaten Bondowoso yang sampai detik ini masih dirasa perlu untuk melakukan transformasi besar-besaran. Keharusan sikap mendasar yang harus dimiliki adalah rasa ingin mengembangkan dan memajukan Bondowoso. Hal ini tidak perlu adanya tebang pilih antarkelompok, elemen atau instansi yang ada di Kabupaten Bondowoso. Namun, berbagai elemen atau instansi itu harus saling bahu membahu mewujudkan tujuan bersama untuk membangun Bondowoso secara keseluruhan, bukan hanya membangun Bondowoso dari pinggiran.

Kota/daerah akan dinilai maju jika kualitas dan potensi pendidikan manusianya juga bagus. Segala ketimpangan yang terjadi diakibatkan oleh manusia-manusia yang tidak memiliki integritas dan pengetahuan. Berdasarkan narasi tersebut, Bondowoso dirasa perlu untuk kembali membuka jendela dan melihat suasana di sekelilingnya. Akankah suasana yang terjadi saat ini sesuai dengan harapan seperti misi awal, atau justru sebaliknya?

Pendidikan merupakan gerbang awal untuk menjadikan kota/daerah menjadi maju, karena kualitas daerah sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Oleh karena itu, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan oleh Pemkab Bondowoso dalam meningkatkan kualitas pendidikan di kabupaten setempat.

  1. Peran Sinergis Antarinstansi Pendidikan
Mobile_AP_Rectangle 2

Jauh sebelum Covid-19 menimpa Bondowoso, kualitas pendidikan telah mengalami degradasi yang sangat drastis. Ditambah serangan biologis yang merebak di Bondowoso membuat segala lini kewalahan. Kegiatan berjalan hanya formalitas, tidak ada landasan, pijakan, serta pemikiran solutif untuk menjawab keadaan yang semakin hari semakin keruh.

Lembaga-lembaga pendidikan hari ini sulit memberikan transformasi pengetahuan dari pendidik pada peserta didik. Ketimpangan ini terjadi bermula dari awal diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara nasional, sehingga menuntut lembaga-lembaga pendidikan harus melakukan Pembelajaran secara online. Hingga hari ini, pendidik juga belum menemukan solusi konkret untuk memberikan pendidikan pengetahuan dan pendidikan moral kepada peserta didik.

Pun dengan peserta didik, pendidikan secara daring tidak sepenuhnya mewakili peserta didik mendapatkan materi dan pengetahuan yang seharusnya mereka dapatkan. Ditambah lagi dengan peserta didik yang tidak memiliki fasilitas penunjang untuk mengikuti pembelajaran secara daring tersebut. Misalnya, keterbatasan peranti alat komunikasi atau terkendala akses sinyal.

Proses pendidikan tidak akan bergerak dinamis jika hanya menitikberatkan pada arus kultur masyarakat. Oleh karena itu, tentunya diperlukan adanya penyokong kuat yang akan menjadi landasan serta pijakan dari gerak pendidikan ke depan. Hal ini secara sistemik juga diperlukan adanya dukungan, dukungan itu berupa moril dan sistem yang juga akan menjamin kelancaran, efektivitas dan efisiensi aktivitas pendidikan.

- Advertisement -

Setiap kota atau daerah memiliki poin kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tidak bisa dimungkiri Kabupaten Bondowoso yang sampai detik ini masih dirasa perlu untuk melakukan transformasi besar-besaran. Keharusan sikap mendasar yang harus dimiliki adalah rasa ingin mengembangkan dan memajukan Bondowoso. Hal ini tidak perlu adanya tebang pilih antarkelompok, elemen atau instansi yang ada di Kabupaten Bondowoso. Namun, berbagai elemen atau instansi itu harus saling bahu membahu mewujudkan tujuan bersama untuk membangun Bondowoso secara keseluruhan, bukan hanya membangun Bondowoso dari pinggiran.

Kota/daerah akan dinilai maju jika kualitas dan potensi pendidikan manusianya juga bagus. Segala ketimpangan yang terjadi diakibatkan oleh manusia-manusia yang tidak memiliki integritas dan pengetahuan. Berdasarkan narasi tersebut, Bondowoso dirasa perlu untuk kembali membuka jendela dan melihat suasana di sekelilingnya. Akankah suasana yang terjadi saat ini sesuai dengan harapan seperti misi awal, atau justru sebaliknya?

Pendidikan merupakan gerbang awal untuk menjadikan kota/daerah menjadi maju, karena kualitas daerah sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Oleh karena itu, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan oleh Pemkab Bondowoso dalam meningkatkan kualitas pendidikan di kabupaten setempat.

  1. Peran Sinergis Antarinstansi Pendidikan

Jauh sebelum Covid-19 menimpa Bondowoso, kualitas pendidikan telah mengalami degradasi yang sangat drastis. Ditambah serangan biologis yang merebak di Bondowoso membuat segala lini kewalahan. Kegiatan berjalan hanya formalitas, tidak ada landasan, pijakan, serta pemikiran solutif untuk menjawab keadaan yang semakin hari semakin keruh.

Lembaga-lembaga pendidikan hari ini sulit memberikan transformasi pengetahuan dari pendidik pada peserta didik. Ketimpangan ini terjadi bermula dari awal diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara nasional, sehingga menuntut lembaga-lembaga pendidikan harus melakukan Pembelajaran secara online. Hingga hari ini, pendidik juga belum menemukan solusi konkret untuk memberikan pendidikan pengetahuan dan pendidikan moral kepada peserta didik.

Pun dengan peserta didik, pendidikan secara daring tidak sepenuhnya mewakili peserta didik mendapatkan materi dan pengetahuan yang seharusnya mereka dapatkan. Ditambah lagi dengan peserta didik yang tidak memiliki fasilitas penunjang untuk mengikuti pembelajaran secara daring tersebut. Misalnya, keterbatasan peranti alat komunikasi atau terkendala akses sinyal.

Proses pendidikan tidak akan bergerak dinamis jika hanya menitikberatkan pada arus kultur masyarakat. Oleh karena itu, tentunya diperlukan adanya penyokong kuat yang akan menjadi landasan serta pijakan dari gerak pendidikan ke depan. Hal ini secara sistemik juga diperlukan adanya dukungan, dukungan itu berupa moril dan sistem yang juga akan menjamin kelancaran, efektivitas dan efisiensi aktivitas pendidikan.

Setiap kota atau daerah memiliki poin kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tidak bisa dimungkiri Kabupaten Bondowoso yang sampai detik ini masih dirasa perlu untuk melakukan transformasi besar-besaran. Keharusan sikap mendasar yang harus dimiliki adalah rasa ingin mengembangkan dan memajukan Bondowoso. Hal ini tidak perlu adanya tebang pilih antarkelompok, elemen atau instansi yang ada di Kabupaten Bondowoso. Namun, berbagai elemen atau instansi itu harus saling bahu membahu mewujudkan tujuan bersama untuk membangun Bondowoso secara keseluruhan, bukan hanya membangun Bondowoso dari pinggiran.

Kota/daerah akan dinilai maju jika kualitas dan potensi pendidikan manusianya juga bagus. Segala ketimpangan yang terjadi diakibatkan oleh manusia-manusia yang tidak memiliki integritas dan pengetahuan. Berdasarkan narasi tersebut, Bondowoso dirasa perlu untuk kembali membuka jendela dan melihat suasana di sekelilingnya. Akankah suasana yang terjadi saat ini sesuai dengan harapan seperti misi awal, atau justru sebaliknya?

Pendidikan merupakan gerbang awal untuk menjadikan kota/daerah menjadi maju, karena kualitas daerah sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Oleh karena itu, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan oleh Pemkab Bondowoso dalam meningkatkan kualitas pendidikan di kabupaten setempat.

  1. Peran Sinergis Antarinstansi Pendidikan

Jauh sebelum Covid-19 menimpa Bondowoso, kualitas pendidikan telah mengalami degradasi yang sangat drastis. Ditambah serangan biologis yang merebak di Bondowoso membuat segala lini kewalahan. Kegiatan berjalan hanya formalitas, tidak ada landasan, pijakan, serta pemikiran solutif untuk menjawab keadaan yang semakin hari semakin keruh.

Lembaga-lembaga pendidikan hari ini sulit memberikan transformasi pengetahuan dari pendidik pada peserta didik. Ketimpangan ini terjadi bermula dari awal diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara nasional, sehingga menuntut lembaga-lembaga pendidikan harus melakukan Pembelajaran secara online. Hingga hari ini, pendidik juga belum menemukan solusi konkret untuk memberikan pendidikan pengetahuan dan pendidikan moral kepada peserta didik.

Pun dengan peserta didik, pendidikan secara daring tidak sepenuhnya mewakili peserta didik mendapatkan materi dan pengetahuan yang seharusnya mereka dapatkan. Ditambah lagi dengan peserta didik yang tidak memiliki fasilitas penunjang untuk mengikuti pembelajaran secara daring tersebut. Misalnya, keterbatasan peranti alat komunikasi atau terkendala akses sinyal.

Proses pendidikan tidak akan bergerak dinamis jika hanya menitikberatkan pada arus kultur masyarakat. Oleh karena itu, tentunya diperlukan adanya penyokong kuat yang akan menjadi landasan serta pijakan dari gerak pendidikan ke depan. Hal ini secara sistemik juga diperlukan adanya dukungan, dukungan itu berupa moril dan sistem yang juga akan menjamin kelancaran, efektivitas dan efisiensi aktivitas pendidikan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/