alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Kewajiban Pengawas di Masa Pandemi Covid-19

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid–19 adalah musibah yang dialami oleh seluruh umat di Seluruh dunia. Indonesia kini sedang berduka dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang tak kunjung habis kapan berakhirnya. Pemerintah Indonesia telah mengambil berbagai kebijakan guna memutus mata rantai penularan virus Covid-19. Kebijakan utamanya dengan memprioritaskan kesehatan, keselamatan rakyat, beribadah, belajar, dan bekerja dari rumah atau lebih dikenal WFH (Work From Home).

Sehingga akhirnya pemerintah meliburkan seluruh aktivitas pendidikan. Hal ini mendorong pemerintah dan lembaga pendidikan membuat sistem alternatif kepada seluruh elemen lembaga pendidikan untuk bisa tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran meskipun dengan cara dalam jaringan (daring) atau online. Yang pada akhirnya pendidikan kita saat ini harus bisa mengikuti perkembangan kemajuan teknologi. Namun tidak semua guru melek teknologi, demikian juga siswa. Masih banyak guru dan siswa yang kurang memahami tentang cara penggunaan teknologi yang canggih seperti saat ini.

Sudah setahun pandemi Covid-19 , sehingga siswa tidak mendapatkan pembelajaran langsung atau tatap muka. Sehingga menyulitkan bagi guru dan siswa yang tidak punya bekal tentang teknologi. Selain juga tentang paket data yang harus ada di setiap jam pembelajaran. Hal inilah yang juga menjadi kendala pembelajaran dalam situasi pandemi Covid-19. Karena harus membeli paket data yang harganya juga tidak murah. Problematika pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga berdampak pada sektor ekonomi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Banyak pegawai yang terkena PHK (pemutusan hubungan kerja) karena banyak perusahaan yang juga terkena imbasnya dari pandemi Covid-19. Banyaknya pengangguran juga berpengaruh terhadap penghasilan orang tua atau wali siswa.

Sebagai seorang pengawas melihat kenyataan yang demikian sangat prihatin dengan kondisi saat ini. Lembaga pendidikan yang menjadi lahan utama yang menjadi korban pandemi karena melibatkan siswa yang harus menjalani pembelajaran secara jarak jauh (dalam jaringan atau online). Sudah barang tentu hal inilah yang membuat prihatin semua pemangku jabatan di dunia pendidikan. Perubahan dari masa normal ke masa pandemi sangat signifikan sekali.

Baik itu etos kerja guru atau karyawan dan juga anak didik yang sangat menurun drastis. Karena semua kegiatan serba dibatasi. Baik itu kegiatan di luar rumah atau di dalam rumah. Semua yang dikerjakan serba terbatas. Sehingga kegiatan yang kita lakukan tidak sesuai nurani kita. Akibatnya mau beraktivitas juga tidak nyaman.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid–19 adalah musibah yang dialami oleh seluruh umat di Seluruh dunia. Indonesia kini sedang berduka dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang tak kunjung habis kapan berakhirnya. Pemerintah Indonesia telah mengambil berbagai kebijakan guna memutus mata rantai penularan virus Covid-19. Kebijakan utamanya dengan memprioritaskan kesehatan, keselamatan rakyat, beribadah, belajar, dan bekerja dari rumah atau lebih dikenal WFH (Work From Home).

Sehingga akhirnya pemerintah meliburkan seluruh aktivitas pendidikan. Hal ini mendorong pemerintah dan lembaga pendidikan membuat sistem alternatif kepada seluruh elemen lembaga pendidikan untuk bisa tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran meskipun dengan cara dalam jaringan (daring) atau online. Yang pada akhirnya pendidikan kita saat ini harus bisa mengikuti perkembangan kemajuan teknologi. Namun tidak semua guru melek teknologi, demikian juga siswa. Masih banyak guru dan siswa yang kurang memahami tentang cara penggunaan teknologi yang canggih seperti saat ini.

Sudah setahun pandemi Covid-19 , sehingga siswa tidak mendapatkan pembelajaran langsung atau tatap muka. Sehingga menyulitkan bagi guru dan siswa yang tidak punya bekal tentang teknologi. Selain juga tentang paket data yang harus ada di setiap jam pembelajaran. Hal inilah yang juga menjadi kendala pembelajaran dalam situasi pandemi Covid-19. Karena harus membeli paket data yang harganya juga tidak murah. Problematika pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga berdampak pada sektor ekonomi.

Banyak pegawai yang terkena PHK (pemutusan hubungan kerja) karena banyak perusahaan yang juga terkena imbasnya dari pandemi Covid-19. Banyaknya pengangguran juga berpengaruh terhadap penghasilan orang tua atau wali siswa.

Sebagai seorang pengawas melihat kenyataan yang demikian sangat prihatin dengan kondisi saat ini. Lembaga pendidikan yang menjadi lahan utama yang menjadi korban pandemi karena melibatkan siswa yang harus menjalani pembelajaran secara jarak jauh (dalam jaringan atau online). Sudah barang tentu hal inilah yang membuat prihatin semua pemangku jabatan di dunia pendidikan. Perubahan dari masa normal ke masa pandemi sangat signifikan sekali.

Baik itu etos kerja guru atau karyawan dan juga anak didik yang sangat menurun drastis. Karena semua kegiatan serba dibatasi. Baik itu kegiatan di luar rumah atau di dalam rumah. Semua yang dikerjakan serba terbatas. Sehingga kegiatan yang kita lakukan tidak sesuai nurani kita. Akibatnya mau beraktivitas juga tidak nyaman.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid–19 adalah musibah yang dialami oleh seluruh umat di Seluruh dunia. Indonesia kini sedang berduka dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang tak kunjung habis kapan berakhirnya. Pemerintah Indonesia telah mengambil berbagai kebijakan guna memutus mata rantai penularan virus Covid-19. Kebijakan utamanya dengan memprioritaskan kesehatan, keselamatan rakyat, beribadah, belajar, dan bekerja dari rumah atau lebih dikenal WFH (Work From Home).

Sehingga akhirnya pemerintah meliburkan seluruh aktivitas pendidikan. Hal ini mendorong pemerintah dan lembaga pendidikan membuat sistem alternatif kepada seluruh elemen lembaga pendidikan untuk bisa tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran meskipun dengan cara dalam jaringan (daring) atau online. Yang pada akhirnya pendidikan kita saat ini harus bisa mengikuti perkembangan kemajuan teknologi. Namun tidak semua guru melek teknologi, demikian juga siswa. Masih banyak guru dan siswa yang kurang memahami tentang cara penggunaan teknologi yang canggih seperti saat ini.

Sudah setahun pandemi Covid-19 , sehingga siswa tidak mendapatkan pembelajaran langsung atau tatap muka. Sehingga menyulitkan bagi guru dan siswa yang tidak punya bekal tentang teknologi. Selain juga tentang paket data yang harus ada di setiap jam pembelajaran. Hal inilah yang juga menjadi kendala pembelajaran dalam situasi pandemi Covid-19. Karena harus membeli paket data yang harganya juga tidak murah. Problematika pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga berdampak pada sektor ekonomi.

Banyak pegawai yang terkena PHK (pemutusan hubungan kerja) karena banyak perusahaan yang juga terkena imbasnya dari pandemi Covid-19. Banyaknya pengangguran juga berpengaruh terhadap penghasilan orang tua atau wali siswa.

Sebagai seorang pengawas melihat kenyataan yang demikian sangat prihatin dengan kondisi saat ini. Lembaga pendidikan yang menjadi lahan utama yang menjadi korban pandemi karena melibatkan siswa yang harus menjalani pembelajaran secara jarak jauh (dalam jaringan atau online). Sudah barang tentu hal inilah yang membuat prihatin semua pemangku jabatan di dunia pendidikan. Perubahan dari masa normal ke masa pandemi sangat signifikan sekali.

Baik itu etos kerja guru atau karyawan dan juga anak didik yang sangat menurun drastis. Karena semua kegiatan serba dibatasi. Baik itu kegiatan di luar rumah atau di dalam rumah. Semua yang dikerjakan serba terbatas. Sehingga kegiatan yang kita lakukan tidak sesuai nurani kita. Akibatnya mau beraktivitas juga tidak nyaman.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/