alexametrics
32 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Daya Dukung Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – SDM (sumber daya manusia) dan SDA (sumber daya alam) merupakan dua komponen penting dalam suatu kehidupan. Keduanya harus sejalan dengan sangat baik. Apabila tidak bisa seimbang satu sama lain, maka kehidupan ini tidak akan berjalan dengan baik. Maju atau tidaknya suatu negara disebabkan pula oleh kualitas SDA dan SDM. Hal yang paling berpengaruh adalah kualitas SDM di suatu negara tersebut.

Apabila suatu negara sudah memiliki SDA yang baik tetapi tidak memiliki SDM yang berkualitas, maka negara itu bisa saja diatur oleh negara luar yang memiliki SDM yang berkualitas tinggi. SDM merupakan aset bangsa untuk membangun perekonomian Indonesia. Daya dukung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lain

Penentuan daya dukung lingkungan hidup dilakukan dengan cara mengetahui kapasitas lingkungan alam dan sumber daya untuk mendukung kegiatan manusia/penduduk yang menggunakan ruang bagi kelangsungan hidup. Besarnya kapasitas tersebut di suatu tempat dipengaruhi oleh keadaan dan karakteristik sumber daya yang ada di hamparan ruang yang bersangkutan. Kapasitas lingkungan hidup dan sumber daya akan menjadi faktor pembatas dalam penentuan pemanfaatan ruang yang sesuai.

Mobile_AP_Rectangle 2

Daya dukung lingkungan dibagi menjadi dua komponen, yaitu: (1) kemampuan pasokan (kemampuan dukungan) dan; (2) kapasitas sampah (kapasitas asimilasi). Dalam pedoman ini kajian tentang daya dukung lingkungan dibatasi pada kemampuan menyediakan SDA, terutama kapasitas lahan dan ketersediaan ruang/wilayah serta kebutuhan lahan dan air.

Karena daya tampung SDA bergantung pada daya tampung, ketersediaan dan kebutuhan sumber daya lahan dan air, maka penentuan daya dukung lingkungan dalam pedoman ini didasarkan pada tiga (tiga) cara, yaitu: (1) kapasitas lahan yang dialokasikan untuk penggunaan ruang, (2) perbandingan antara ketersediaan dan permintaan lahan, (3) perbandingan antara air yang tersedia dan kebutuhan.

Di era Industri 4.0 dan dunia abad 21 yang sangat saling terhubung, kehidupan manusia diwarnai dengan berbagai ketidakpastian dan interupsi yang sangat cepat. Namun yang pasti dengan bertambahnya jumlah penduduk, daya beli dan kualitas hidup, maka permintaan manusia akan barang dan jasa yang berkualitas akan terus meningkat. Barang dan jasa tersebut ada dalam bentuk kebutuhan dasar, antara lain pangan, sandang, papan, kesehatan, dan pendidikan. Serta sifat sekunder dan tersier transportasi, komunikasi, kebugaran, hiburan dan pariwisata.

Dalam rangka memenuhi segala kebutuhan hidup, manusia telah melakukan berbagai kegiatan eksplorasi dan pengembangan SDA di darat dan di laut. Kemudian, SDA tersebut diolah dan dikemas menjadi berbagai produk (komoditas) yang dibutuhkan manusia. Untuk mendistribusikan berbagai jenis produk dan komoditas kepada konsumen atau pengguna (pasar) di dalam dan luar negeri, diperlukan sarana prasarana, sarana transportasi dan komunikasi.

Arus dan hubungan interpersonal antar berbagai wilayah di dalam suatu negara dan antar negara di dunia juga memerlukan metode transportasi dan komunikasi. Ekosistem alam (hutan, sungai, danau, pantai, lautan, dan udara) yang menyusun bumi tidak hanya mengandung berbagai SDA, tetapi juga memberikan jasa lingkungan berupa keindahan alam dan media transportasi, serta menetralisir berbagai limbah. Kapasitas asimilasi, siklus hidrologi, siklus biogeokimia dan fungsi penunjang kehidupan lainnya menjadikan bumi ini tempat yang nyaman bagi manusia untuk hidup.

 

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – SDM (sumber daya manusia) dan SDA (sumber daya alam) merupakan dua komponen penting dalam suatu kehidupan. Keduanya harus sejalan dengan sangat baik. Apabila tidak bisa seimbang satu sama lain, maka kehidupan ini tidak akan berjalan dengan baik. Maju atau tidaknya suatu negara disebabkan pula oleh kualitas SDA dan SDM. Hal yang paling berpengaruh adalah kualitas SDM di suatu negara tersebut.

Apabila suatu negara sudah memiliki SDA yang baik tetapi tidak memiliki SDM yang berkualitas, maka negara itu bisa saja diatur oleh negara luar yang memiliki SDM yang berkualitas tinggi. SDM merupakan aset bangsa untuk membangun perekonomian Indonesia. Daya dukung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lain

Penentuan daya dukung lingkungan hidup dilakukan dengan cara mengetahui kapasitas lingkungan alam dan sumber daya untuk mendukung kegiatan manusia/penduduk yang menggunakan ruang bagi kelangsungan hidup. Besarnya kapasitas tersebut di suatu tempat dipengaruhi oleh keadaan dan karakteristik sumber daya yang ada di hamparan ruang yang bersangkutan. Kapasitas lingkungan hidup dan sumber daya akan menjadi faktor pembatas dalam penentuan pemanfaatan ruang yang sesuai.

Daya dukung lingkungan dibagi menjadi dua komponen, yaitu: (1) kemampuan pasokan (kemampuan dukungan) dan; (2) kapasitas sampah (kapasitas asimilasi). Dalam pedoman ini kajian tentang daya dukung lingkungan dibatasi pada kemampuan menyediakan SDA, terutama kapasitas lahan dan ketersediaan ruang/wilayah serta kebutuhan lahan dan air.

Karena daya tampung SDA bergantung pada daya tampung, ketersediaan dan kebutuhan sumber daya lahan dan air, maka penentuan daya dukung lingkungan dalam pedoman ini didasarkan pada tiga (tiga) cara, yaitu: (1) kapasitas lahan yang dialokasikan untuk penggunaan ruang, (2) perbandingan antara ketersediaan dan permintaan lahan, (3) perbandingan antara air yang tersedia dan kebutuhan.

Di era Industri 4.0 dan dunia abad 21 yang sangat saling terhubung, kehidupan manusia diwarnai dengan berbagai ketidakpastian dan interupsi yang sangat cepat. Namun yang pasti dengan bertambahnya jumlah penduduk, daya beli dan kualitas hidup, maka permintaan manusia akan barang dan jasa yang berkualitas akan terus meningkat. Barang dan jasa tersebut ada dalam bentuk kebutuhan dasar, antara lain pangan, sandang, papan, kesehatan, dan pendidikan. Serta sifat sekunder dan tersier transportasi, komunikasi, kebugaran, hiburan dan pariwisata.

Dalam rangka memenuhi segala kebutuhan hidup, manusia telah melakukan berbagai kegiatan eksplorasi dan pengembangan SDA di darat dan di laut. Kemudian, SDA tersebut diolah dan dikemas menjadi berbagai produk (komoditas) yang dibutuhkan manusia. Untuk mendistribusikan berbagai jenis produk dan komoditas kepada konsumen atau pengguna (pasar) di dalam dan luar negeri, diperlukan sarana prasarana, sarana transportasi dan komunikasi.

Arus dan hubungan interpersonal antar berbagai wilayah di dalam suatu negara dan antar negara di dunia juga memerlukan metode transportasi dan komunikasi. Ekosistem alam (hutan, sungai, danau, pantai, lautan, dan udara) yang menyusun bumi tidak hanya mengandung berbagai SDA, tetapi juga memberikan jasa lingkungan berupa keindahan alam dan media transportasi, serta menetralisir berbagai limbah. Kapasitas asimilasi, siklus hidrologi, siklus biogeokimia dan fungsi penunjang kehidupan lainnya menjadikan bumi ini tempat yang nyaman bagi manusia untuk hidup.

 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – SDM (sumber daya manusia) dan SDA (sumber daya alam) merupakan dua komponen penting dalam suatu kehidupan. Keduanya harus sejalan dengan sangat baik. Apabila tidak bisa seimbang satu sama lain, maka kehidupan ini tidak akan berjalan dengan baik. Maju atau tidaknya suatu negara disebabkan pula oleh kualitas SDA dan SDM. Hal yang paling berpengaruh adalah kualitas SDM di suatu negara tersebut.

Apabila suatu negara sudah memiliki SDA yang baik tetapi tidak memiliki SDM yang berkualitas, maka negara itu bisa saja diatur oleh negara luar yang memiliki SDM yang berkualitas tinggi. SDM merupakan aset bangsa untuk membangun perekonomian Indonesia. Daya dukung lingkungan hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lain

Penentuan daya dukung lingkungan hidup dilakukan dengan cara mengetahui kapasitas lingkungan alam dan sumber daya untuk mendukung kegiatan manusia/penduduk yang menggunakan ruang bagi kelangsungan hidup. Besarnya kapasitas tersebut di suatu tempat dipengaruhi oleh keadaan dan karakteristik sumber daya yang ada di hamparan ruang yang bersangkutan. Kapasitas lingkungan hidup dan sumber daya akan menjadi faktor pembatas dalam penentuan pemanfaatan ruang yang sesuai.

Daya dukung lingkungan dibagi menjadi dua komponen, yaitu: (1) kemampuan pasokan (kemampuan dukungan) dan; (2) kapasitas sampah (kapasitas asimilasi). Dalam pedoman ini kajian tentang daya dukung lingkungan dibatasi pada kemampuan menyediakan SDA, terutama kapasitas lahan dan ketersediaan ruang/wilayah serta kebutuhan lahan dan air.

Karena daya tampung SDA bergantung pada daya tampung, ketersediaan dan kebutuhan sumber daya lahan dan air, maka penentuan daya dukung lingkungan dalam pedoman ini didasarkan pada tiga (tiga) cara, yaitu: (1) kapasitas lahan yang dialokasikan untuk penggunaan ruang, (2) perbandingan antara ketersediaan dan permintaan lahan, (3) perbandingan antara air yang tersedia dan kebutuhan.

Di era Industri 4.0 dan dunia abad 21 yang sangat saling terhubung, kehidupan manusia diwarnai dengan berbagai ketidakpastian dan interupsi yang sangat cepat. Namun yang pasti dengan bertambahnya jumlah penduduk, daya beli dan kualitas hidup, maka permintaan manusia akan barang dan jasa yang berkualitas akan terus meningkat. Barang dan jasa tersebut ada dalam bentuk kebutuhan dasar, antara lain pangan, sandang, papan, kesehatan, dan pendidikan. Serta sifat sekunder dan tersier transportasi, komunikasi, kebugaran, hiburan dan pariwisata.

Dalam rangka memenuhi segala kebutuhan hidup, manusia telah melakukan berbagai kegiatan eksplorasi dan pengembangan SDA di darat dan di laut. Kemudian, SDA tersebut diolah dan dikemas menjadi berbagai produk (komoditas) yang dibutuhkan manusia. Untuk mendistribusikan berbagai jenis produk dan komoditas kepada konsumen atau pengguna (pasar) di dalam dan luar negeri, diperlukan sarana prasarana, sarana transportasi dan komunikasi.

Arus dan hubungan interpersonal antar berbagai wilayah di dalam suatu negara dan antar negara di dunia juga memerlukan metode transportasi dan komunikasi. Ekosistem alam (hutan, sungai, danau, pantai, lautan, dan udara) yang menyusun bumi tidak hanya mengandung berbagai SDA, tetapi juga memberikan jasa lingkungan berupa keindahan alam dan media transportasi, serta menetralisir berbagai limbah. Kapasitas asimilasi, siklus hidrologi, siklus biogeokimia dan fungsi penunjang kehidupan lainnya menjadikan bumi ini tempat yang nyaman bagi manusia untuk hidup.

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/