alexametrics
24.1 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Pasar Koi Jember, Kapan?

Mobile_AP_Rectangle 1

Di daerah penghasil ikan koi di Jawa Timur, baik itu Blitar maupun Kediri tidak ada pasar khusus ikan koi yang eksis sampai saat ini. Di Kediri, ada penjualan ikan koi di pasar ikan hias Surowono, Kecamatan Badas. Pasar ikan hias tersebut menampung ikan koi dari pembudi daya koi di Kediri.

Di Blitar penjualan koi offline di antaranya bisa dijumpai di Pasar Ikan Hias Gandusari Kota Blitar. Campur, tidak hanya jualan koi saja, juga jualan ikan hias lainnya. Upaya membuat pasar ikan hias secara khusus pernah dilakukan pada tahun 2001, dengan membuat pasar koi di Loss Ruko Dinas Perikanan Kabupaten Blitar. Namun tersendat, dan tinggal satu yang sampai kini eksis satu kios yakni kiosnya Wahana Koi Indonesia. Eksistensinya cukup kuat di pasar online.

Yang menarik, meski pernah berusaha membuat pasar koi dan gagal, namun Pemkab Blitar tetap menjadikan kawasan tersebut sebagai pasar koi. Informasinya lahan seluas sekitar satu hektare tersebut akan digunakan untuk Mall Koi; integrasi display ikan koi, kafe, warung makan, tempat bermain dan rest area (tempat peristirahatan). Jadi, tidak semata hanya bertemu penjual dan pembeli ikan koi. Ada konsep wisata jalan-jalan di mal untuk keluarga. Bedanya, ini mal ikan koi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Direncanakan nanti, ada puluhan kolam bak fiber. Bak-bak kolam fiber tersebut akan menjadi tempat jualan ikan koi dari farm-farm (pembudi daya) yang ada di Kabupaten Blitar. Ini semacam jendela produk koi asli Blitar, dan bila ada pembeli ingin berlanjut ke farm, bisa dilayani langsung. Bila benar-benar terlaksana, tentu akan menjadi tempat nongkrong yang asyik bagi siapa pun. Ini membuka pandora pandangan pengunjung, yang awalnya tidak membeli koi bisa berubah ingin memiliki koi!

Jember pilih yang mana?
Memilih pasar koi seperti yang di Pasar Koi Jogjakarta bisa saja. Disitu cukup ada kolam kolam dan aquarium lapak-lapak penjual. Pengunjung tentu spesifik datang tertarik dengan koi. Atau memilih pasar ikan hias. Di mana tempat lokasi pasar juga digunakan untuk menjual ikan hias lainnya. Dan atau yang ketiga, memilih seperti yang akan dibangun oleh Pemkab Blitar yakni Mall Koi.

Atau belum memilih? Jika pilihan terakhir memilih belum memilih, ini berarti Jember dalam waktu dekat belum ada pasar koi. Ikan koi dijual cukup dengan cara online, dijual di farm masing-masing, dijual di rumah masing-masing, dijual obrokan di jalan-jalan, dan atau dijual keliling. Sambil menunggu momen tepat Pemkab Jember suatu saat mendirikan pasar ikan koi di masa-masa mendatang.

Nursalim
*Penulis adalah Sekretaris Jember Koi Club

 

 

- Advertisement -

Di daerah penghasil ikan koi di Jawa Timur, baik itu Blitar maupun Kediri tidak ada pasar khusus ikan koi yang eksis sampai saat ini. Di Kediri, ada penjualan ikan koi di pasar ikan hias Surowono, Kecamatan Badas. Pasar ikan hias tersebut menampung ikan koi dari pembudi daya koi di Kediri.

Di Blitar penjualan koi offline di antaranya bisa dijumpai di Pasar Ikan Hias Gandusari Kota Blitar. Campur, tidak hanya jualan koi saja, juga jualan ikan hias lainnya. Upaya membuat pasar ikan hias secara khusus pernah dilakukan pada tahun 2001, dengan membuat pasar koi di Loss Ruko Dinas Perikanan Kabupaten Blitar. Namun tersendat, dan tinggal satu yang sampai kini eksis satu kios yakni kiosnya Wahana Koi Indonesia. Eksistensinya cukup kuat di pasar online.

Yang menarik, meski pernah berusaha membuat pasar koi dan gagal, namun Pemkab Blitar tetap menjadikan kawasan tersebut sebagai pasar koi. Informasinya lahan seluas sekitar satu hektare tersebut akan digunakan untuk Mall Koi; integrasi display ikan koi, kafe, warung makan, tempat bermain dan rest area (tempat peristirahatan). Jadi, tidak semata hanya bertemu penjual dan pembeli ikan koi. Ada konsep wisata jalan-jalan di mal untuk keluarga. Bedanya, ini mal ikan koi.

Direncanakan nanti, ada puluhan kolam bak fiber. Bak-bak kolam fiber tersebut akan menjadi tempat jualan ikan koi dari farm-farm (pembudi daya) yang ada di Kabupaten Blitar. Ini semacam jendela produk koi asli Blitar, dan bila ada pembeli ingin berlanjut ke farm, bisa dilayani langsung. Bila benar-benar terlaksana, tentu akan menjadi tempat nongkrong yang asyik bagi siapa pun. Ini membuka pandora pandangan pengunjung, yang awalnya tidak membeli koi bisa berubah ingin memiliki koi!

Jember pilih yang mana?
Memilih pasar koi seperti yang di Pasar Koi Jogjakarta bisa saja. Disitu cukup ada kolam kolam dan aquarium lapak-lapak penjual. Pengunjung tentu spesifik datang tertarik dengan koi. Atau memilih pasar ikan hias. Di mana tempat lokasi pasar juga digunakan untuk menjual ikan hias lainnya. Dan atau yang ketiga, memilih seperti yang akan dibangun oleh Pemkab Blitar yakni Mall Koi.

Atau belum memilih? Jika pilihan terakhir memilih belum memilih, ini berarti Jember dalam waktu dekat belum ada pasar koi. Ikan koi dijual cukup dengan cara online, dijual di farm masing-masing, dijual di rumah masing-masing, dijual obrokan di jalan-jalan, dan atau dijual keliling. Sambil menunggu momen tepat Pemkab Jember suatu saat mendirikan pasar ikan koi di masa-masa mendatang.

Nursalim
*Penulis adalah Sekretaris Jember Koi Club

 

 

Di daerah penghasil ikan koi di Jawa Timur, baik itu Blitar maupun Kediri tidak ada pasar khusus ikan koi yang eksis sampai saat ini. Di Kediri, ada penjualan ikan koi di pasar ikan hias Surowono, Kecamatan Badas. Pasar ikan hias tersebut menampung ikan koi dari pembudi daya koi di Kediri.

Di Blitar penjualan koi offline di antaranya bisa dijumpai di Pasar Ikan Hias Gandusari Kota Blitar. Campur, tidak hanya jualan koi saja, juga jualan ikan hias lainnya. Upaya membuat pasar ikan hias secara khusus pernah dilakukan pada tahun 2001, dengan membuat pasar koi di Loss Ruko Dinas Perikanan Kabupaten Blitar. Namun tersendat, dan tinggal satu yang sampai kini eksis satu kios yakni kiosnya Wahana Koi Indonesia. Eksistensinya cukup kuat di pasar online.

Yang menarik, meski pernah berusaha membuat pasar koi dan gagal, namun Pemkab Blitar tetap menjadikan kawasan tersebut sebagai pasar koi. Informasinya lahan seluas sekitar satu hektare tersebut akan digunakan untuk Mall Koi; integrasi display ikan koi, kafe, warung makan, tempat bermain dan rest area (tempat peristirahatan). Jadi, tidak semata hanya bertemu penjual dan pembeli ikan koi. Ada konsep wisata jalan-jalan di mal untuk keluarga. Bedanya, ini mal ikan koi.

Direncanakan nanti, ada puluhan kolam bak fiber. Bak-bak kolam fiber tersebut akan menjadi tempat jualan ikan koi dari farm-farm (pembudi daya) yang ada di Kabupaten Blitar. Ini semacam jendela produk koi asli Blitar, dan bila ada pembeli ingin berlanjut ke farm, bisa dilayani langsung. Bila benar-benar terlaksana, tentu akan menjadi tempat nongkrong yang asyik bagi siapa pun. Ini membuka pandora pandangan pengunjung, yang awalnya tidak membeli koi bisa berubah ingin memiliki koi!

Jember pilih yang mana?
Memilih pasar koi seperti yang di Pasar Koi Jogjakarta bisa saja. Disitu cukup ada kolam kolam dan aquarium lapak-lapak penjual. Pengunjung tentu spesifik datang tertarik dengan koi. Atau memilih pasar ikan hias. Di mana tempat lokasi pasar juga digunakan untuk menjual ikan hias lainnya. Dan atau yang ketiga, memilih seperti yang akan dibangun oleh Pemkab Blitar yakni Mall Koi.

Atau belum memilih? Jika pilihan terakhir memilih belum memilih, ini berarti Jember dalam waktu dekat belum ada pasar koi. Ikan koi dijual cukup dengan cara online, dijual di farm masing-masing, dijual di rumah masing-masing, dijual obrokan di jalan-jalan, dan atau dijual keliling. Sambil menunggu momen tepat Pemkab Jember suatu saat mendirikan pasar ikan koi di masa-masa mendatang.

Nursalim
*Penulis adalah Sekretaris Jember Koi Club

 

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/