ERA disrupsi singkatnya merupakan fenomena ketika masyarakat menggeser aktivitas yang awalnya dilakukan di dunia nyata beralih ke dunia maya. Lebih jauh lagi, Guru Besar Harvard Business School, Clayton M. Cristhensen melalui bukunya yang berjudul The Innovator Dilemma (1997) menerangkan disrupsi adalah perubahan besar yang mengubah tatanan. Fenomena menjamurnya e-Commerce hari ini merupakah salah satu contoh disrupsi.

Dalam kajian di acara seminar nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Dakwah IAIN Jember, tema yang diangkat tentang Dakwah dan Komunikasi islam di Era Disrups. Dalam diskusi yang berlangsung tentang disrupsi memang awalnya lebih banyak terjadi pada dunia bisnis atau persaingan usaha. Namun tidak semata pada bisnis, hal ini juga mempengaruhi perilaku komunikasi masyarakat yang biasa menikmati santapan informasi melalui media massa mainstream, kini berlaih ke digital. Tidak hanya koran, media elektronik seperti radio dan televisi pun perlu bersiap (Prof. Musta’in M,Si).

Fenomena ini pun tentunya didukung karena munculnya teknologi digital yang memudahkan aktivitas masyarakat. Satu sentuhan di layar hand phone, kini diibaratkan seolah langsung mendapat jutaan informasi di dalamnya. Bisa kita lihat bagaimana perkembangan media online hari ini yang begitu pesat karena mampu menyajikan informasi yang aktual. Namun hal itu juga masih tak cukup, kecepatan atau aktualitas media pada kenyataannya bisa diimbangi dengan audiensnya sendiri.

Globalisasi menyebabkan dunia semakin sempit. Globalisasi mengakibatkan semua peristiwa yang terjadi di seluruh penjuru dunia dengan mudah dapat di ketahui. Oleh sebab itu, globalisasi dikenal dengan istilah proses mendunia. Globalisasi muncul karena adanya teknologi transportasi dan komunikasi yang makin canggih. Kehidupan di sekitar kita sudah banyak yang canggih dan serba modern. Misalnya, sekarang banyak menggunakan HP yang sudah dilengkapi beberapa fasilitas seperti internet. Dengan internet, kita lebih cepat mengetahui hal-hal yang luas dari penjuru dunia. Contoh lainnya, yaitu sekarang banyak makanan cepat saji yang di jual di sekitar kita.

Beberapa platform media sosial hari ini sudah memfasilitasi itu, imbasnya seseorang yang bukan dari kalangan media atau bekerja berlembaga pada suatu media pun sekarang sudah bisa menjadi sumber informasi bagi orang lain. Contohnya fitur live streaming pada Instagram, dalam suatu kondisi seseorang dihadapkan langsung pada kejadian besar atau luar biasa, dirinya bisa langsung menyebarkan kejadian itu kepada audiens, bahkan tak jarang pula media massa menjadikan itu sebagai sumber untuk beritanya.