alexametrics
21.9 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Mau Bagaimana Pendidikan Pelosok Desa?

Mobile_AP_Rectangle 1

Negara kita ini merupakan negara yang berpendidikan. Namun, suatu kondisi pendidikannya lah yang belum merata di seluruh penjuru Indonesia. Pendidikan yang belum merata tentu menjadi masalah tersendiri. Biasanya yang menyebabkan pendidikan di Indonesia kurang merata yaitu persoalan kemiskinan, rendahnya prestasi, rendahnya kualitas guru di suatu tempat, dan Sumber Daya Manusia itu sendiri.

Daerah yang kualitas pendidikan nya kurang biasanya disebabkan oleh daerah tersebut yang sangat terpencil dan tidak mudah untuk dijangkau. Contoh daerah di Indonesia yang kualitas pendidikannya kurang yaitu berada di Indonesia bagian Timur. Di Indonesia bagian timur, tidak hanya sarana dan prasarananya yang kurang, tetapi tenaga pendidikannya juga sangat amat kurang, sehingga masih banyak dibutuhkan tenaga pendidik dari luar daerah yang terpencil tersebut. Karena kemiskinan menjadi salah satu penyebab kurang meratanya pendidikan, biasanya banyak anak yang dibawah umur ikut bekerja bersama orang tua, padahal di umur segitu, anak-anak yang seharus nya sekolah, namun terpaksa harus membantu orang tua bekerja, dan itu menjadi suatu penghambat anak-anak terlambat untuk sekolah atau bahkan tidak sekolah.

Kualitas Pendidikan di Indonesia ini sangat minim, miris, dan bahkan memprihatinkan sekali. Oleh karena itu, Pemerintah seharusnya berpikir penuh dan matang mengenai betapa pentingnya pemerataan pendidikan, terlebih pada anak-anak dan pada anak-anak di golongan masyarakat yang kurang mampu atau miskin dan anak-anak yang berada di daerah terpencil. Memang biasanya yang sering merasakan dampak dari tidak merata nya pendidikan yaitu dari anak-anak yang kurang mampu. Biasanya juga anak yang tidak sekolah bahkan lebih memilih untuk membantu orang tua, rata-rata orang tua tersebut juga tidak sekolah, jadi mereka berpikir atau mindset dari orang tersebut sudah menganggap bahwa sekolah itu tidak penting, biasanya orang tua selalu memengaruhi anak sendiri untuk tidak sekolah karena orang tua nya sendiri juga tidak sekolah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Orang tua juga menjadi alasan untuk tidak sekolah. Apalagi pemikiran orang-orang di desa biasa nya sangat tidak maju, terlebih orang-orang dahulu sangat bodo amat terhadap sekolah. Namun, Undang-Undang Dasar 45 Pasal 31 Ayat (1) menyebut, setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Tetapi, pada kenyataan nya dengan kondisi di Negara Indonesia ini yang sangat luas dan terdiri dari banyak pulau bahkan ribuan pulau, kita di hadapkan dengan sangat amat banyak berbagai permasalahan pelayanan pendidikan di masyarakat. Padahal Pendidikan merupakan suatu faktor utama dalam menentukan kemajuan suatu bangsa. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi, maka akan semakin baik sumber daya manusia yang ada, dan pada akhirnya akan semakin tinggi suatu kreativitas pemuda dan pemudi Indonesia dalam mengisi pembangunan sebuah bangsa.

Namun, yang kita tahu sendiri di Indonesia untuk suatu mewujudkan pendidikan yang baik dan berkualitas sesuai dengan standard nasional saja yang sangat masih sulit. Selalu banyak permasalahan yang sering kali menghambat peningkatan suatu mutu pendidikan nasional. Pada khusus nya di daerah tertinggal atau terpencil, yang pada akhirnya dapat mewarnai perjalanan pendidikan di Indonesia. Di suatu daerah yang sangat terpencil masih banyak sekali dijumpai, kondisi di mana anak-anak belum terlayani pendidikan nya.

- Advertisement -

Negara kita ini merupakan negara yang berpendidikan. Namun, suatu kondisi pendidikannya lah yang belum merata di seluruh penjuru Indonesia. Pendidikan yang belum merata tentu menjadi masalah tersendiri. Biasanya yang menyebabkan pendidikan di Indonesia kurang merata yaitu persoalan kemiskinan, rendahnya prestasi, rendahnya kualitas guru di suatu tempat, dan Sumber Daya Manusia itu sendiri.

Daerah yang kualitas pendidikan nya kurang biasanya disebabkan oleh daerah tersebut yang sangat terpencil dan tidak mudah untuk dijangkau. Contoh daerah di Indonesia yang kualitas pendidikannya kurang yaitu berada di Indonesia bagian Timur. Di Indonesia bagian timur, tidak hanya sarana dan prasarananya yang kurang, tetapi tenaga pendidikannya juga sangat amat kurang, sehingga masih banyak dibutuhkan tenaga pendidik dari luar daerah yang terpencil tersebut. Karena kemiskinan menjadi salah satu penyebab kurang meratanya pendidikan, biasanya banyak anak yang dibawah umur ikut bekerja bersama orang tua, padahal di umur segitu, anak-anak yang seharus nya sekolah, namun terpaksa harus membantu orang tua bekerja, dan itu menjadi suatu penghambat anak-anak terlambat untuk sekolah atau bahkan tidak sekolah.

Kualitas Pendidikan di Indonesia ini sangat minim, miris, dan bahkan memprihatinkan sekali. Oleh karena itu, Pemerintah seharusnya berpikir penuh dan matang mengenai betapa pentingnya pemerataan pendidikan, terlebih pada anak-anak dan pada anak-anak di golongan masyarakat yang kurang mampu atau miskin dan anak-anak yang berada di daerah terpencil. Memang biasanya yang sering merasakan dampak dari tidak merata nya pendidikan yaitu dari anak-anak yang kurang mampu. Biasanya juga anak yang tidak sekolah bahkan lebih memilih untuk membantu orang tua, rata-rata orang tua tersebut juga tidak sekolah, jadi mereka berpikir atau mindset dari orang tersebut sudah menganggap bahwa sekolah itu tidak penting, biasanya orang tua selalu memengaruhi anak sendiri untuk tidak sekolah karena orang tua nya sendiri juga tidak sekolah.

Orang tua juga menjadi alasan untuk tidak sekolah. Apalagi pemikiran orang-orang di desa biasa nya sangat tidak maju, terlebih orang-orang dahulu sangat bodo amat terhadap sekolah. Namun, Undang-Undang Dasar 45 Pasal 31 Ayat (1) menyebut, setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Tetapi, pada kenyataan nya dengan kondisi di Negara Indonesia ini yang sangat luas dan terdiri dari banyak pulau bahkan ribuan pulau, kita di hadapkan dengan sangat amat banyak berbagai permasalahan pelayanan pendidikan di masyarakat. Padahal Pendidikan merupakan suatu faktor utama dalam menentukan kemajuan suatu bangsa. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi, maka akan semakin baik sumber daya manusia yang ada, dan pada akhirnya akan semakin tinggi suatu kreativitas pemuda dan pemudi Indonesia dalam mengisi pembangunan sebuah bangsa.

Namun, yang kita tahu sendiri di Indonesia untuk suatu mewujudkan pendidikan yang baik dan berkualitas sesuai dengan standard nasional saja yang sangat masih sulit. Selalu banyak permasalahan yang sering kali menghambat peningkatan suatu mutu pendidikan nasional. Pada khusus nya di daerah tertinggal atau terpencil, yang pada akhirnya dapat mewarnai perjalanan pendidikan di Indonesia. Di suatu daerah yang sangat terpencil masih banyak sekali dijumpai, kondisi di mana anak-anak belum terlayani pendidikan nya.

Negara kita ini merupakan negara yang berpendidikan. Namun, suatu kondisi pendidikannya lah yang belum merata di seluruh penjuru Indonesia. Pendidikan yang belum merata tentu menjadi masalah tersendiri. Biasanya yang menyebabkan pendidikan di Indonesia kurang merata yaitu persoalan kemiskinan, rendahnya prestasi, rendahnya kualitas guru di suatu tempat, dan Sumber Daya Manusia itu sendiri.

Daerah yang kualitas pendidikan nya kurang biasanya disebabkan oleh daerah tersebut yang sangat terpencil dan tidak mudah untuk dijangkau. Contoh daerah di Indonesia yang kualitas pendidikannya kurang yaitu berada di Indonesia bagian Timur. Di Indonesia bagian timur, tidak hanya sarana dan prasarananya yang kurang, tetapi tenaga pendidikannya juga sangat amat kurang, sehingga masih banyak dibutuhkan tenaga pendidik dari luar daerah yang terpencil tersebut. Karena kemiskinan menjadi salah satu penyebab kurang meratanya pendidikan, biasanya banyak anak yang dibawah umur ikut bekerja bersama orang tua, padahal di umur segitu, anak-anak yang seharus nya sekolah, namun terpaksa harus membantu orang tua bekerja, dan itu menjadi suatu penghambat anak-anak terlambat untuk sekolah atau bahkan tidak sekolah.

Kualitas Pendidikan di Indonesia ini sangat minim, miris, dan bahkan memprihatinkan sekali. Oleh karena itu, Pemerintah seharusnya berpikir penuh dan matang mengenai betapa pentingnya pemerataan pendidikan, terlebih pada anak-anak dan pada anak-anak di golongan masyarakat yang kurang mampu atau miskin dan anak-anak yang berada di daerah terpencil. Memang biasanya yang sering merasakan dampak dari tidak merata nya pendidikan yaitu dari anak-anak yang kurang mampu. Biasanya juga anak yang tidak sekolah bahkan lebih memilih untuk membantu orang tua, rata-rata orang tua tersebut juga tidak sekolah, jadi mereka berpikir atau mindset dari orang tersebut sudah menganggap bahwa sekolah itu tidak penting, biasanya orang tua selalu memengaruhi anak sendiri untuk tidak sekolah karena orang tua nya sendiri juga tidak sekolah.

Orang tua juga menjadi alasan untuk tidak sekolah. Apalagi pemikiran orang-orang di desa biasa nya sangat tidak maju, terlebih orang-orang dahulu sangat bodo amat terhadap sekolah. Namun, Undang-Undang Dasar 45 Pasal 31 Ayat (1) menyebut, setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Tetapi, pada kenyataan nya dengan kondisi di Negara Indonesia ini yang sangat luas dan terdiri dari banyak pulau bahkan ribuan pulau, kita di hadapkan dengan sangat amat banyak berbagai permasalahan pelayanan pendidikan di masyarakat. Padahal Pendidikan merupakan suatu faktor utama dalam menentukan kemajuan suatu bangsa. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi, maka akan semakin baik sumber daya manusia yang ada, dan pada akhirnya akan semakin tinggi suatu kreativitas pemuda dan pemudi Indonesia dalam mengisi pembangunan sebuah bangsa.

Namun, yang kita tahu sendiri di Indonesia untuk suatu mewujudkan pendidikan yang baik dan berkualitas sesuai dengan standard nasional saja yang sangat masih sulit. Selalu banyak permasalahan yang sering kali menghambat peningkatan suatu mutu pendidikan nasional. Pada khusus nya di daerah tertinggal atau terpencil, yang pada akhirnya dapat mewarnai perjalanan pendidikan di Indonesia. Di suatu daerah yang sangat terpencil masih banyak sekali dijumpai, kondisi di mana anak-anak belum terlayani pendidikan nya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/