alexametrics
24.8 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Perpusda Jember Sepi Pengunjung: Siapa Seharusnya yang Baca?

Mobile_AP_Rectangle 1

Perpustakaan daerah (perpusda) merupakan salah satu fasilitas wajib yang ada pada suatu daerah. Jember, salah satu kabupaten di Jawa Timur juga telah memiliki perpustakaan daerah dalam memfasilitasi informasi untuk masyarakatnya.

Penulis mencoba mengunjungi ke Perpusda Jember yang berada di Jalan Letjen Panjaitan atau tepatnya samping SMAN 1 Jember. Bertemu pustakawan Perpusda Jember bernama Fatchur Rocham, akhirnya mendapatkan informasi bahwa Perpusda menyediakan koleksi cetak sebanyak 71 ribu eksemplar dan judul 25 ribu lebih. Selain itu, Perpusda Jember juga telah menyediakan Koleksi digital sebanyak 600 judul dan 2 ribu lebih eksemplar.

Selain itu, Perpusda Jember juga memiliki fasilitas lain seperti ruang baca, ruang diskusi, ruang sastra, ruang referensi, ruang anak, ruang laboratorium online (wifi dan komputer), dan ada juga ruang pokja (pojok baca). Meskipun demikian, ternyata fasilitas tersebut tidak menjadikan masyarakat gemar dan tertarik membaca di perpustakaan daerah. Perpusda Jember masih sepi pengunjung.

Mobile_AP_Rectangle 2

Keadaan tersebut terjadi karena memang masyarakat masih belum memprioritaskan kebutuhan informasi atau membaca dalam hidupnya. Selanjutnya, menurut bincang-bincang dengan Fatchur Rocham untuk meliterasikan masyarakat dalam meningkatkan minat baca butuh kerja sama dari berbagai pihak, terlebih dari pengambil kebijakan, “Yang lebih penting daripada itu bagaimana kita mengubah mindset para pengambil kebijakan dari tidak prioritas menjadi prioritas,” tutur Fatchur.

Penulis juga mencoba menggali penyebab sepinya perpustakaan kepada pustakawan dari Politeknik Negeri Jember (Polije), Faris Dermawan namanya. Ketika ditanya mengenai kendala saat di Perpusda Jember, dirinya mengatakan kendala semacam itu banyak sebabnya. Salah satunya tidak memiliki stok buku. Seandainya telah lama terjalin, perpustakaan menjadi tempat mencari buku yang tidak ada dijual di toko buku. Maka, masyarakat akan berpikir perpustakaan ini lengkap. Namun, kenyataannya itu berbalik. Kalau tidak ada buku yang ditemukan di perpustakaan, maka pilihannya di toko buku.

Dari pernyataan tersebut diketahui ternyata, walau telah banyak koleksi buku yang ada di Perpusda Jember. Masih belum memadai dalam memenuhi kebutuhan informasi yang butuhkan. Harapan menambahkan koleksi buku tentu saja ada. Salah satunya yang perlu dilakukan adalah menambahkan jumlah buku yang unik atau yang jarang tersedia di buku lain. Sehingga Perpusda jadi rujukan ketika tidak ada buku yang tersedia di toko buku.

Di sisi lain, menurut Fatchur, yang seorang pustakawan ahli madya Perpusda Jember yang telah bekerja sejak tahun 2007 mengungkapkan, jumlah pengunjung saat ini telah mengalami peningkatan walaupun tidak signifikan. Pada Maret 2021, telah terjadi kenaikan pengunjung karena adanya perombakan pada penampilan depan, penampilan dalam, dan tata letak rak buku.

- Advertisement -

Perpustakaan daerah (perpusda) merupakan salah satu fasilitas wajib yang ada pada suatu daerah. Jember, salah satu kabupaten di Jawa Timur juga telah memiliki perpustakaan daerah dalam memfasilitasi informasi untuk masyarakatnya.

Penulis mencoba mengunjungi ke Perpusda Jember yang berada di Jalan Letjen Panjaitan atau tepatnya samping SMAN 1 Jember. Bertemu pustakawan Perpusda Jember bernama Fatchur Rocham, akhirnya mendapatkan informasi bahwa Perpusda menyediakan koleksi cetak sebanyak 71 ribu eksemplar dan judul 25 ribu lebih. Selain itu, Perpusda Jember juga telah menyediakan Koleksi digital sebanyak 600 judul dan 2 ribu lebih eksemplar.

Selain itu, Perpusda Jember juga memiliki fasilitas lain seperti ruang baca, ruang diskusi, ruang sastra, ruang referensi, ruang anak, ruang laboratorium online (wifi dan komputer), dan ada juga ruang pokja (pojok baca). Meskipun demikian, ternyata fasilitas tersebut tidak menjadikan masyarakat gemar dan tertarik membaca di perpustakaan daerah. Perpusda Jember masih sepi pengunjung.

Keadaan tersebut terjadi karena memang masyarakat masih belum memprioritaskan kebutuhan informasi atau membaca dalam hidupnya. Selanjutnya, menurut bincang-bincang dengan Fatchur Rocham untuk meliterasikan masyarakat dalam meningkatkan minat baca butuh kerja sama dari berbagai pihak, terlebih dari pengambil kebijakan, “Yang lebih penting daripada itu bagaimana kita mengubah mindset para pengambil kebijakan dari tidak prioritas menjadi prioritas,” tutur Fatchur.

Penulis juga mencoba menggali penyebab sepinya perpustakaan kepada pustakawan dari Politeknik Negeri Jember (Polije), Faris Dermawan namanya. Ketika ditanya mengenai kendala saat di Perpusda Jember, dirinya mengatakan kendala semacam itu banyak sebabnya. Salah satunya tidak memiliki stok buku. Seandainya telah lama terjalin, perpustakaan menjadi tempat mencari buku yang tidak ada dijual di toko buku. Maka, masyarakat akan berpikir perpustakaan ini lengkap. Namun, kenyataannya itu berbalik. Kalau tidak ada buku yang ditemukan di perpustakaan, maka pilihannya di toko buku.

Dari pernyataan tersebut diketahui ternyata, walau telah banyak koleksi buku yang ada di Perpusda Jember. Masih belum memadai dalam memenuhi kebutuhan informasi yang butuhkan. Harapan menambahkan koleksi buku tentu saja ada. Salah satunya yang perlu dilakukan adalah menambahkan jumlah buku yang unik atau yang jarang tersedia di buku lain. Sehingga Perpusda jadi rujukan ketika tidak ada buku yang tersedia di toko buku.

Di sisi lain, menurut Fatchur, yang seorang pustakawan ahli madya Perpusda Jember yang telah bekerja sejak tahun 2007 mengungkapkan, jumlah pengunjung saat ini telah mengalami peningkatan walaupun tidak signifikan. Pada Maret 2021, telah terjadi kenaikan pengunjung karena adanya perombakan pada penampilan depan, penampilan dalam, dan tata letak rak buku.

Perpustakaan daerah (perpusda) merupakan salah satu fasilitas wajib yang ada pada suatu daerah. Jember, salah satu kabupaten di Jawa Timur juga telah memiliki perpustakaan daerah dalam memfasilitasi informasi untuk masyarakatnya.

Penulis mencoba mengunjungi ke Perpusda Jember yang berada di Jalan Letjen Panjaitan atau tepatnya samping SMAN 1 Jember. Bertemu pustakawan Perpusda Jember bernama Fatchur Rocham, akhirnya mendapatkan informasi bahwa Perpusda menyediakan koleksi cetak sebanyak 71 ribu eksemplar dan judul 25 ribu lebih. Selain itu, Perpusda Jember juga telah menyediakan Koleksi digital sebanyak 600 judul dan 2 ribu lebih eksemplar.

Selain itu, Perpusda Jember juga memiliki fasilitas lain seperti ruang baca, ruang diskusi, ruang sastra, ruang referensi, ruang anak, ruang laboratorium online (wifi dan komputer), dan ada juga ruang pokja (pojok baca). Meskipun demikian, ternyata fasilitas tersebut tidak menjadikan masyarakat gemar dan tertarik membaca di perpustakaan daerah. Perpusda Jember masih sepi pengunjung.

Keadaan tersebut terjadi karena memang masyarakat masih belum memprioritaskan kebutuhan informasi atau membaca dalam hidupnya. Selanjutnya, menurut bincang-bincang dengan Fatchur Rocham untuk meliterasikan masyarakat dalam meningkatkan minat baca butuh kerja sama dari berbagai pihak, terlebih dari pengambil kebijakan, “Yang lebih penting daripada itu bagaimana kita mengubah mindset para pengambil kebijakan dari tidak prioritas menjadi prioritas,” tutur Fatchur.

Penulis juga mencoba menggali penyebab sepinya perpustakaan kepada pustakawan dari Politeknik Negeri Jember (Polije), Faris Dermawan namanya. Ketika ditanya mengenai kendala saat di Perpusda Jember, dirinya mengatakan kendala semacam itu banyak sebabnya. Salah satunya tidak memiliki stok buku. Seandainya telah lama terjalin, perpustakaan menjadi tempat mencari buku yang tidak ada dijual di toko buku. Maka, masyarakat akan berpikir perpustakaan ini lengkap. Namun, kenyataannya itu berbalik. Kalau tidak ada buku yang ditemukan di perpustakaan, maka pilihannya di toko buku.

Dari pernyataan tersebut diketahui ternyata, walau telah banyak koleksi buku yang ada di Perpusda Jember. Masih belum memadai dalam memenuhi kebutuhan informasi yang butuhkan. Harapan menambahkan koleksi buku tentu saja ada. Salah satunya yang perlu dilakukan adalah menambahkan jumlah buku yang unik atau yang jarang tersedia di buku lain. Sehingga Perpusda jadi rujukan ketika tidak ada buku yang tersedia di toko buku.

Di sisi lain, menurut Fatchur, yang seorang pustakawan ahli madya Perpusda Jember yang telah bekerja sejak tahun 2007 mengungkapkan, jumlah pengunjung saat ini telah mengalami peningkatan walaupun tidak signifikan. Pada Maret 2021, telah terjadi kenaikan pengunjung karena adanya perombakan pada penampilan depan, penampilan dalam, dan tata letak rak buku.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/