alexametrics
28.4 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Menjernihkan Pemahaman Jihad dan Terorisme

Oleh: Joko Yuliyanto

Mobile_AP_Rectangle 1

Teror adalah usaha menciptakan ketakutan yang sangat dalam oleh seseorang atau kelompok. Terorisme adalah perilaku dengan kekerasan yang bertujuan menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat. Kekerasan dilakukan dengan tujuan dan motif-motif politik, keagamaan, dan ideologi lainnya. Suatu perbuatan bisa dikatakan terorisme kalau melibatkan kekerasan atau ancaman kekerasan.

Sebagai sebuah perbuatan terorisme, kekerasan harus mampu memengaruhi sasaran atau audience di luar target langsung (korban). Terorisme dilakukan oleh orang-orang yang waras atau rasional, bukan yang tidak rasional atau gila. Dampak nyatanya adalah mengakibatkan timbulnya korban warga sipil yang tidak berdosa.

Gerakan aksi terorisme ini bertambah besar karena pengaruh media massa. Dengan memanfaatkan media, teroris kriminal biasanya menggunakan cara pemerasan dan intimidasi. Agama dijadikan tameng untuk melancarkan rencana dan perilaku terorisme sehingga setiap perekrutan anggota teroris didasari dengan doktrin keagamaan yang dapat menjadikan mereka yakin dan percaya bahwa perbuatannya adalah misi suci yang dapat menghantarkan mereka kepada rida Tuhannya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Maulana Abu al-Kalam Azad, melihat ada distorsi yang berkembang seputar pengertian jihad. Dalam tulisannya yang membahas soal-soal khilafah dan pemerintahan, ia menulis mengenai pengertian jihad. Banyak orang mengartikan, jihad itu ialah berperang (kekerasan).

Dalam istilah Alquran dan assunnah, jihad artinya usaha keras untuk mengatasi kepentingan pribadi guna kepentingan kebenaran yang menjadi fondasi dalam kepribadian seorang muslim. Usaha ini dilakukan dengan lisan, dengan harta, dengan membelanjakan waktu, umur dan sebagainya.

Adapun peperangan yang dilakukan zaman nabi bukanlah sebagaimana perangnya para imperialis yang berambisi memperluas daerah kekuasaan, memusnahkan manusia, peradaban, kebudayaan dan moralitas. Perang dalam Islam membawa misi kebenaran, kemanusiaan dan kehormatan manusia yang bertujuan untuk kemaslahatan umat manusia di muka bumi.

Peperangan dalam pengertian syariat bukanlah untuk memaksa manusia memeluk agama Islam, bukan pula berupa penaklukan atau untuk memperluas daerah kekuasaan. Perang itu diizinkan hanyalah untuk membela diri dari serangan musuh, membalas serangan, mempertahankan kemerdekaan memeluk agama, melenyapkan tekanan terhadap agama Islam dan kaum muslimin.

Klasifikasi ayat peperangan dimaksudkan berjihad untuk; (1) perang untuk mempertahankan diri dari serangan, (2) membalas serangan, (3) menentang penindasan, (4) mempertahankan kemerdekaan beragama, (5) menghilangkan tekanan terhadap agama, (6) memerangi orang yang memulai perang.

 

Mengatasnamakan Agama

- Advertisement -

Teror adalah usaha menciptakan ketakutan yang sangat dalam oleh seseorang atau kelompok. Terorisme adalah perilaku dengan kekerasan yang bertujuan menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat. Kekerasan dilakukan dengan tujuan dan motif-motif politik, keagamaan, dan ideologi lainnya. Suatu perbuatan bisa dikatakan terorisme kalau melibatkan kekerasan atau ancaman kekerasan.

Sebagai sebuah perbuatan terorisme, kekerasan harus mampu memengaruhi sasaran atau audience di luar target langsung (korban). Terorisme dilakukan oleh orang-orang yang waras atau rasional, bukan yang tidak rasional atau gila. Dampak nyatanya adalah mengakibatkan timbulnya korban warga sipil yang tidak berdosa.

Gerakan aksi terorisme ini bertambah besar karena pengaruh media massa. Dengan memanfaatkan media, teroris kriminal biasanya menggunakan cara pemerasan dan intimidasi. Agama dijadikan tameng untuk melancarkan rencana dan perilaku terorisme sehingga setiap perekrutan anggota teroris didasari dengan doktrin keagamaan yang dapat menjadikan mereka yakin dan percaya bahwa perbuatannya adalah misi suci yang dapat menghantarkan mereka kepada rida Tuhannya.

Maulana Abu al-Kalam Azad, melihat ada distorsi yang berkembang seputar pengertian jihad. Dalam tulisannya yang membahas soal-soal khilafah dan pemerintahan, ia menulis mengenai pengertian jihad. Banyak orang mengartikan, jihad itu ialah berperang (kekerasan).

Dalam istilah Alquran dan assunnah, jihad artinya usaha keras untuk mengatasi kepentingan pribadi guna kepentingan kebenaran yang menjadi fondasi dalam kepribadian seorang muslim. Usaha ini dilakukan dengan lisan, dengan harta, dengan membelanjakan waktu, umur dan sebagainya.

Adapun peperangan yang dilakukan zaman nabi bukanlah sebagaimana perangnya para imperialis yang berambisi memperluas daerah kekuasaan, memusnahkan manusia, peradaban, kebudayaan dan moralitas. Perang dalam Islam membawa misi kebenaran, kemanusiaan dan kehormatan manusia yang bertujuan untuk kemaslahatan umat manusia di muka bumi.

Peperangan dalam pengertian syariat bukanlah untuk memaksa manusia memeluk agama Islam, bukan pula berupa penaklukan atau untuk memperluas daerah kekuasaan. Perang itu diizinkan hanyalah untuk membela diri dari serangan musuh, membalas serangan, mempertahankan kemerdekaan memeluk agama, melenyapkan tekanan terhadap agama Islam dan kaum muslimin.

Klasifikasi ayat peperangan dimaksudkan berjihad untuk; (1) perang untuk mempertahankan diri dari serangan, (2) membalas serangan, (3) menentang penindasan, (4) mempertahankan kemerdekaan beragama, (5) menghilangkan tekanan terhadap agama, (6) memerangi orang yang memulai perang.

 

Mengatasnamakan Agama

Teror adalah usaha menciptakan ketakutan yang sangat dalam oleh seseorang atau kelompok. Terorisme adalah perilaku dengan kekerasan yang bertujuan menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat. Kekerasan dilakukan dengan tujuan dan motif-motif politik, keagamaan, dan ideologi lainnya. Suatu perbuatan bisa dikatakan terorisme kalau melibatkan kekerasan atau ancaman kekerasan.

Sebagai sebuah perbuatan terorisme, kekerasan harus mampu memengaruhi sasaran atau audience di luar target langsung (korban). Terorisme dilakukan oleh orang-orang yang waras atau rasional, bukan yang tidak rasional atau gila. Dampak nyatanya adalah mengakibatkan timbulnya korban warga sipil yang tidak berdosa.

Gerakan aksi terorisme ini bertambah besar karena pengaruh media massa. Dengan memanfaatkan media, teroris kriminal biasanya menggunakan cara pemerasan dan intimidasi. Agama dijadikan tameng untuk melancarkan rencana dan perilaku terorisme sehingga setiap perekrutan anggota teroris didasari dengan doktrin keagamaan yang dapat menjadikan mereka yakin dan percaya bahwa perbuatannya adalah misi suci yang dapat menghantarkan mereka kepada rida Tuhannya.

Maulana Abu al-Kalam Azad, melihat ada distorsi yang berkembang seputar pengertian jihad. Dalam tulisannya yang membahas soal-soal khilafah dan pemerintahan, ia menulis mengenai pengertian jihad. Banyak orang mengartikan, jihad itu ialah berperang (kekerasan).

Dalam istilah Alquran dan assunnah, jihad artinya usaha keras untuk mengatasi kepentingan pribadi guna kepentingan kebenaran yang menjadi fondasi dalam kepribadian seorang muslim. Usaha ini dilakukan dengan lisan, dengan harta, dengan membelanjakan waktu, umur dan sebagainya.

Adapun peperangan yang dilakukan zaman nabi bukanlah sebagaimana perangnya para imperialis yang berambisi memperluas daerah kekuasaan, memusnahkan manusia, peradaban, kebudayaan dan moralitas. Perang dalam Islam membawa misi kebenaran, kemanusiaan dan kehormatan manusia yang bertujuan untuk kemaslahatan umat manusia di muka bumi.

Peperangan dalam pengertian syariat bukanlah untuk memaksa manusia memeluk agama Islam, bukan pula berupa penaklukan atau untuk memperluas daerah kekuasaan. Perang itu diizinkan hanyalah untuk membela diri dari serangan musuh, membalas serangan, mempertahankan kemerdekaan memeluk agama, melenyapkan tekanan terhadap agama Islam dan kaum muslimin.

Klasifikasi ayat peperangan dimaksudkan berjihad untuk; (1) perang untuk mempertahankan diri dari serangan, (2) membalas serangan, (3) menentang penindasan, (4) mempertahankan kemerdekaan beragama, (5) menghilangkan tekanan terhadap agama, (6) memerangi orang yang memulai perang.

 

Mengatasnamakan Agama

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/