alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Skabies Si Penyakit Berkelompok

Oleh: dr. Michael Hostiadi *)

Mobile_AP_Rectangle 1

APAKAH anda sering merasa gatal-gatal? Gatal-gatal dirasakan terutama malam hari saat akan tidur. Apakah keluarga juga mengalami gatal-gatal serupa? Anggota keluarga apakah ada yang tinggal di pondok pesantren? Jika serangkaian itu terjadi ini, jangan disalahartikan kalau anda kompak dengan keluarga Anda, melainkan kemungkinan disebabkan oleh penyakit skabies.

Penyakit skabies ini merupakan kasus kulit kedu terbanyak yang ditemukan di Poli Kulit dan Kelamin RSUD dr. Soebandi, Jember. Kasus skabies ini biasanya disebut penyakit pondok karena paling sering di temukan pada santri dari pondok pesantren, dan di Jember terdapat kurang lebih 300 pondok pesantren. Hal ini bisa dikarenakan beberapa macam faktor yang mempengaruhi penularan penyakit skabies ini, misalnya personal hygiene, kepadatan hunian, air bersih yang digunakan dan tingkat pendidikan serta pengetahuan tentang penyakit skabies.

Apakah skabies itu? Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infetasi dan sensitisasi terhadap Sarcoptes scabiei var. hominis dan produknya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Penyebab seperti yang dijelaskan pada definisinya adalah Sarcoptes scabiei yang pada manusia disebut tungau kecil, berbentuk oval dengan punggung yang cembung dan bagian perutnya rata. Bagaimana skabies ini dapat menular? Skabies memiliki cara penularan (transmisi) berupa kontak langsung (kontak kulit dengan kulit) seperti berjabat tangan, tidur bersama, kontak seksual, dan kontak tidak langsung (melalui benda), seperti pakaian, handuk, seprai, bantal, dan lain-lain.

Dikenal pula Sarcoptes scabiei var. animalis yang kadang dapat menular ke manusia, terutama pada mereka yang memelihara binatang, misalnya anjing. Perkembangan penyakit ini sangat dipengaruhi hygiene yang buruk. Siapa saja yang dapar terkena? Skabies dapat menyerang siapa saja, dengan frekuensi yang sama pada pria dan wanita.

Bagaimana kita dapat mengenalinya? Ada pendapat yang mengatakan bahwa skabies ini merupakan penyakit “The Great Imitator” karena dapat menyerupai banyak penyakit kulit dengan keluhan gatal.

Namun, skabies memiliki 4 tanda utama (Cardinal Sign). Pertama, pruritus nocturnal, artinya gatal pada malam hari karena aktivitas tungau ini lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab dan panas. Kedua, penyakit ini menyerang sekelompok manusia, misalnya dalam sebuah keluarga, sehingga seluruh keluarga terkena infeksi, di asrama, atau pondokan. Begitu pula dalam sebuah perkampungan yang padat penduduknya, sebagian besar tetangga yang berdekatan akan diserang oleh tungau tersebut. Walaupun seluruh anggota keluarga mengalami investasi tungau, namun tidak memberikan gejala. Hal ini dikenal sebagai hiposensitisasi. Penderita bersifat pembawa (carrier).

Ketiga, adanya terowongan (kunikulus) pada tempat-tempat predileksi yang berwarna putih atau keabu-abuan, berbentuk garis lurus atau berkelok, rata-rata panjang 1 cm. Namun terowongan (kunikulus) biasanya sukar terlihat karena sangat gatal pasien selalu menggaruk, terowongan dapat rusak karenanya. Tempat predileksi biasanya merupakan tempat dengan lapisan kulit tipis, yaitu sela-sela jari tangan, siku bagian luar, lipat ketiak bagian depan, pusar, bokong, perut bagian bawah, sekitar puting susu pada wanita dan sekitar alat kelamin pada pria. Dan keempat, menemukan tungau merupakan hal yang paling menegakkan diagnosanya.

Diagnosa dapat ditegakkan dengan menemukan 2 dari 4 tanda utama tersebut. Jika Anda mengalami gejala seperti yang disampaikan di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan.

Pengobatan yang diberikan berupa anti parasite yang diberikan dengan cara dioleskan pada kulit dan obat berfungsi untuk membunuh tungau parasite tersebut dan meredakan rasa gatal yang umumnya dirasakan oleh penderita.

Yang mendapatkan pengobatan adalah penderita beserta seluruh anggota keluarga. Semakin cepat pengobatan diberikan, serta pola hidup bersih dan sehat dapat dilaksanakan, maka penyakit ini dapat diberantas dan memberi hasil yang baik. Perlu kita ketahui juga yaitu pengobatan penyakit skabies ini memiliki waktu kurang lebih empat minggu. Pengobatan juga harus diberikan kepada seluruh anggota keluarga baik yang memiliki keluhan gatal maupun tidak ada keluhan gatal (carrier).

Dalam upaya preventif (pencegahan), perlu dilakukan edukasi pada pasien tentang penyakit skabies, perjalanan penyakit, penularan, cara eradikasi tungau skabies, menjaga hygiene pribadi, dan tata cara pengolesan obat.

*) Penulis adalah dokter umum magang di Poli Kulit dan Kelamin RSUD Soebandi Jember.

- Advertisement -

APAKAH anda sering merasa gatal-gatal? Gatal-gatal dirasakan terutama malam hari saat akan tidur. Apakah keluarga juga mengalami gatal-gatal serupa? Anggota keluarga apakah ada yang tinggal di pondok pesantren? Jika serangkaian itu terjadi ini, jangan disalahartikan kalau anda kompak dengan keluarga Anda, melainkan kemungkinan disebabkan oleh penyakit skabies.

Penyakit skabies ini merupakan kasus kulit kedu terbanyak yang ditemukan di Poli Kulit dan Kelamin RSUD dr. Soebandi, Jember. Kasus skabies ini biasanya disebut penyakit pondok karena paling sering di temukan pada santri dari pondok pesantren, dan di Jember terdapat kurang lebih 300 pondok pesantren. Hal ini bisa dikarenakan beberapa macam faktor yang mempengaruhi penularan penyakit skabies ini, misalnya personal hygiene, kepadatan hunian, air bersih yang digunakan dan tingkat pendidikan serta pengetahuan tentang penyakit skabies.

Apakah skabies itu? Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infetasi dan sensitisasi terhadap Sarcoptes scabiei var. hominis dan produknya.

Penyebab seperti yang dijelaskan pada definisinya adalah Sarcoptes scabiei yang pada manusia disebut tungau kecil, berbentuk oval dengan punggung yang cembung dan bagian perutnya rata. Bagaimana skabies ini dapat menular? Skabies memiliki cara penularan (transmisi) berupa kontak langsung (kontak kulit dengan kulit) seperti berjabat tangan, tidur bersama, kontak seksual, dan kontak tidak langsung (melalui benda), seperti pakaian, handuk, seprai, bantal, dan lain-lain.

Dikenal pula Sarcoptes scabiei var. animalis yang kadang dapat menular ke manusia, terutama pada mereka yang memelihara binatang, misalnya anjing. Perkembangan penyakit ini sangat dipengaruhi hygiene yang buruk. Siapa saja yang dapar terkena? Skabies dapat menyerang siapa saja, dengan frekuensi yang sama pada pria dan wanita.

Bagaimana kita dapat mengenalinya? Ada pendapat yang mengatakan bahwa skabies ini merupakan penyakit “The Great Imitator” karena dapat menyerupai banyak penyakit kulit dengan keluhan gatal.

Namun, skabies memiliki 4 tanda utama (Cardinal Sign). Pertama, pruritus nocturnal, artinya gatal pada malam hari karena aktivitas tungau ini lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab dan panas. Kedua, penyakit ini menyerang sekelompok manusia, misalnya dalam sebuah keluarga, sehingga seluruh keluarga terkena infeksi, di asrama, atau pondokan. Begitu pula dalam sebuah perkampungan yang padat penduduknya, sebagian besar tetangga yang berdekatan akan diserang oleh tungau tersebut. Walaupun seluruh anggota keluarga mengalami investasi tungau, namun tidak memberikan gejala. Hal ini dikenal sebagai hiposensitisasi. Penderita bersifat pembawa (carrier).

Ketiga, adanya terowongan (kunikulus) pada tempat-tempat predileksi yang berwarna putih atau keabu-abuan, berbentuk garis lurus atau berkelok, rata-rata panjang 1 cm. Namun terowongan (kunikulus) biasanya sukar terlihat karena sangat gatal pasien selalu menggaruk, terowongan dapat rusak karenanya. Tempat predileksi biasanya merupakan tempat dengan lapisan kulit tipis, yaitu sela-sela jari tangan, siku bagian luar, lipat ketiak bagian depan, pusar, bokong, perut bagian bawah, sekitar puting susu pada wanita dan sekitar alat kelamin pada pria. Dan keempat, menemukan tungau merupakan hal yang paling menegakkan diagnosanya.

Diagnosa dapat ditegakkan dengan menemukan 2 dari 4 tanda utama tersebut. Jika Anda mengalami gejala seperti yang disampaikan di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan.

Pengobatan yang diberikan berupa anti parasite yang diberikan dengan cara dioleskan pada kulit dan obat berfungsi untuk membunuh tungau parasite tersebut dan meredakan rasa gatal yang umumnya dirasakan oleh penderita.

Yang mendapatkan pengobatan adalah penderita beserta seluruh anggota keluarga. Semakin cepat pengobatan diberikan, serta pola hidup bersih dan sehat dapat dilaksanakan, maka penyakit ini dapat diberantas dan memberi hasil yang baik. Perlu kita ketahui juga yaitu pengobatan penyakit skabies ini memiliki waktu kurang lebih empat minggu. Pengobatan juga harus diberikan kepada seluruh anggota keluarga baik yang memiliki keluhan gatal maupun tidak ada keluhan gatal (carrier).

Dalam upaya preventif (pencegahan), perlu dilakukan edukasi pada pasien tentang penyakit skabies, perjalanan penyakit, penularan, cara eradikasi tungau skabies, menjaga hygiene pribadi, dan tata cara pengolesan obat.

*) Penulis adalah dokter umum magang di Poli Kulit dan Kelamin RSUD Soebandi Jember.

APAKAH anda sering merasa gatal-gatal? Gatal-gatal dirasakan terutama malam hari saat akan tidur. Apakah keluarga juga mengalami gatal-gatal serupa? Anggota keluarga apakah ada yang tinggal di pondok pesantren? Jika serangkaian itu terjadi ini, jangan disalahartikan kalau anda kompak dengan keluarga Anda, melainkan kemungkinan disebabkan oleh penyakit skabies.

Penyakit skabies ini merupakan kasus kulit kedu terbanyak yang ditemukan di Poli Kulit dan Kelamin RSUD dr. Soebandi, Jember. Kasus skabies ini biasanya disebut penyakit pondok karena paling sering di temukan pada santri dari pondok pesantren, dan di Jember terdapat kurang lebih 300 pondok pesantren. Hal ini bisa dikarenakan beberapa macam faktor yang mempengaruhi penularan penyakit skabies ini, misalnya personal hygiene, kepadatan hunian, air bersih yang digunakan dan tingkat pendidikan serta pengetahuan tentang penyakit skabies.

Apakah skabies itu? Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infetasi dan sensitisasi terhadap Sarcoptes scabiei var. hominis dan produknya.

Penyebab seperti yang dijelaskan pada definisinya adalah Sarcoptes scabiei yang pada manusia disebut tungau kecil, berbentuk oval dengan punggung yang cembung dan bagian perutnya rata. Bagaimana skabies ini dapat menular? Skabies memiliki cara penularan (transmisi) berupa kontak langsung (kontak kulit dengan kulit) seperti berjabat tangan, tidur bersama, kontak seksual, dan kontak tidak langsung (melalui benda), seperti pakaian, handuk, seprai, bantal, dan lain-lain.

Dikenal pula Sarcoptes scabiei var. animalis yang kadang dapat menular ke manusia, terutama pada mereka yang memelihara binatang, misalnya anjing. Perkembangan penyakit ini sangat dipengaruhi hygiene yang buruk. Siapa saja yang dapar terkena? Skabies dapat menyerang siapa saja, dengan frekuensi yang sama pada pria dan wanita.

Bagaimana kita dapat mengenalinya? Ada pendapat yang mengatakan bahwa skabies ini merupakan penyakit “The Great Imitator” karena dapat menyerupai banyak penyakit kulit dengan keluhan gatal.

Namun, skabies memiliki 4 tanda utama (Cardinal Sign). Pertama, pruritus nocturnal, artinya gatal pada malam hari karena aktivitas tungau ini lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab dan panas. Kedua, penyakit ini menyerang sekelompok manusia, misalnya dalam sebuah keluarga, sehingga seluruh keluarga terkena infeksi, di asrama, atau pondokan. Begitu pula dalam sebuah perkampungan yang padat penduduknya, sebagian besar tetangga yang berdekatan akan diserang oleh tungau tersebut. Walaupun seluruh anggota keluarga mengalami investasi tungau, namun tidak memberikan gejala. Hal ini dikenal sebagai hiposensitisasi. Penderita bersifat pembawa (carrier).

Ketiga, adanya terowongan (kunikulus) pada tempat-tempat predileksi yang berwarna putih atau keabu-abuan, berbentuk garis lurus atau berkelok, rata-rata panjang 1 cm. Namun terowongan (kunikulus) biasanya sukar terlihat karena sangat gatal pasien selalu menggaruk, terowongan dapat rusak karenanya. Tempat predileksi biasanya merupakan tempat dengan lapisan kulit tipis, yaitu sela-sela jari tangan, siku bagian luar, lipat ketiak bagian depan, pusar, bokong, perut bagian bawah, sekitar puting susu pada wanita dan sekitar alat kelamin pada pria. Dan keempat, menemukan tungau merupakan hal yang paling menegakkan diagnosanya.

Diagnosa dapat ditegakkan dengan menemukan 2 dari 4 tanda utama tersebut. Jika Anda mengalami gejala seperti yang disampaikan di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan.

Pengobatan yang diberikan berupa anti parasite yang diberikan dengan cara dioleskan pada kulit dan obat berfungsi untuk membunuh tungau parasite tersebut dan meredakan rasa gatal yang umumnya dirasakan oleh penderita.

Yang mendapatkan pengobatan adalah penderita beserta seluruh anggota keluarga. Semakin cepat pengobatan diberikan, serta pola hidup bersih dan sehat dapat dilaksanakan, maka penyakit ini dapat diberantas dan memberi hasil yang baik. Perlu kita ketahui juga yaitu pengobatan penyakit skabies ini memiliki waktu kurang lebih empat minggu. Pengobatan juga harus diberikan kepada seluruh anggota keluarga baik yang memiliki keluhan gatal maupun tidak ada keluhan gatal (carrier).

Dalam upaya preventif (pencegahan), perlu dilakukan edukasi pada pasien tentang penyakit skabies, perjalanan penyakit, penularan, cara eradikasi tungau skabies, menjaga hygiene pribadi, dan tata cara pengolesan obat.

*) Penulis adalah dokter umum magang di Poli Kulit dan Kelamin RSUD Soebandi Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/