Indonesia yang dikatakan seperti mozaik adalah negeri yang kaya keberagaman budaya. Dikatakan kaya keberagaman budaya karena Indonesia adalah negara kaya dengan kemajemukan masyarakatnya, dari beragam budaya, etnis dan agama. Keberagaman ini di satu sisi merupakan kekuatan bangsa, namun di sisi lain berpotensi terjadinya konflik. Suatu konflik yang dapat terjadi dalam proses interaksi sosial yang masih rapuh dalam kesadaran tentang pluralisme dan multikultural.

Keanekaragaman kultur, khususnya keragaman agama, suku, dan ras secara langsung ataupun tidak telah memberikan banyak tantangan bagi umat manusia. Konsekuensi tersebut salah satunya, adalah timbulnya potensi konflik untuk saling bertentangan. Hampir di semua negara terjadi konflik kekerasan antarwarga yang memiliki latar belakang yang berbeda, baik dikarenakan oleh perbedaan agama, suku, ras, warna kulit, maupun perbedaan-perbedaan lainnya.

Multikultural adalah kenyataan yang harus diterima oleh umat manusia hal ini sesuai dengan QS. Al-Hujarat 13 “Hai manusia, sesungguhnya kami dijadikan kamu dari laki-laki dan perempuan, dan kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu adalah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Mengenal”. Karena itu, kenyataan tersebut tidak harus membuat umat manusia yang berasal dari kultur yang berbeda menjadi terpecah belah dan saling memusuhi satu sama lain.

Dalam menjaga kerukunan, persaudaraan, dan keutuhan bangsa ini, kita harus memahami lebih mendalam makna toleransi. Dalam Islam, toleransi didefinisikan dengan tasamuh, yang berarti seabagai sifat atau sikap menghargai, membiarkan, membolehkan pendirian (pandangan) orang lain yang bertentangan dengan pandangan kita. Secara prinsip metodologis, toleransi adalah penerimaan terhadap yang tampak sampai kepalsuannya tersingkap. (Ngainun Naim, 2008)

Jika toleransi adalah hal yang selalu di gadang-gadang sebagai fondasi persatuan dan kesatuan yang telah menjadi karakteristik masyarakat kita, maka seyogyanya masyarakat kita harus cerdas dalam menerima perbedaaan yang ada, baik perbedaan agama, budaya, ras dan bahkan pendapat, serta tidak mudah menyebar dan menelan secara mentah berita yang mengandung unsur intoleransi.

Kita selaku masyarakat Indonesia yang bermartabat, maka harus menjunjung tinggi Pancasila sebagai dasar negara bangsa Indonesia. Di mana sila-silanya menghargai dan menghendaki toleransi antarsesama umat beragama dan bermasyarakat. Dengan menghayati setiap sila dalam Pancasila, maka pasti tidak akan ada yang namanya egoisme antarsuku, ras dan agama, serta tidak akan terjadi konflik antaretnis dan agama yang dapat membahayakan kehidupan bernegara dan keamanan nasional, baik internal maupun eksternal.

Belajar Memahami Toleransi Indonesia (Papua dan Jawa)