alexametrics
19.8 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Inovasi Bank Desa, Solusi Tepat Terhindar Jerat Rentenir 4.0

Mobile_AP_Rectangle 1

Kedua, menyediakan modul atau buku panduan dengan lengkap yang membahas konsep, peraturan dan manfaat dari pelaksanaan bank desa. Modul tersebut bisa digunakan oleh pendamping nasabah untuk memberikan arahan dalam pelaksanaan bank desa. Di sisi lain, modul tersebut juga bermanfaat untuk digunakan sebagai acuan bersama.

Ketiga, memberikan reward bagi masyarakat yang aktif dalam melakukan aktivitas simpan pinjam di bank desa. Pemberian reward ini dapat dilakukan sebagai daya tarik masyarakat untuk konsisten melakukan hal simpan pinjam dengan tepat waktu. Di sisi lain, dengan pemberian reward ini juga bisa meningkatkan loyalitas nasabah untuk tetap menggunakan bank desa sebagai layanan simpan pinjam.

Keempat, melaksanakan workshop untuk nasabah mengenai strategi atau cara memulai atau memaksimalkan usaha per sektor usaha. Workshop ini cukup penting dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat cara mengoptimalkan usaha agar cepat berkembang. Penyesuaian dengan sektor usaha nasabah juga perlu diperhatikan agar workshop yang digelar dapat diterima dengan baik oleh nasabah sesuai dengan usaha yang sedang digeluti.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kelima, melakukan pendampingan secara intens kepada nasabah pasca workshop dilakukan. Pendampingan ini bisa dilakukan oleh mentor yang sudah kompeten di bidangnya untuk membantu masyarakat mengoptimalkan usaha yang sedang dijalani. Mentor ini dapat memberikan masukan dan arahan terhadap keberlangsungan usaha nasabah.

Beberapa strategi di atas dapat dilakukan guna memaksimalkan pelaksanaan bank desa agar berjalan dengan lancar dan berkesinambungan. Tentu keberhasilan dari pelaksanaan tersebut tidak akan terlepas dari dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak seperti pemerintah, masyarakat dan pihak lain di dalamnya. Selain itu, peningkatan SDM pelaksana juga dibutuhkan guna memaksimalkan tugas dan fungsi bank desa dengan baik.

Di sisi lain pengawasan dari pemerintah desa sangat diperlukan untuk menjaga agar kinerja dan operasionalisasi bank desa tetap berjalan dan sesuai dengan ketentuan sebagai BUMDes. Yaitu tidak hanya menjalankan bisnis secara ekonomi akan tetapi juga menjalankan bisnis secara sosial.

Inovasi pelaksanaan bank desa memiliki banyak manfaat serta sangat potensial untuk diimplementasikan di daerah perdesaan guna membangun ekonomi masyarakat agar bisa mandiri secara finansial.

 

*) Penulis adalah mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah UIN KHAS Jember dan Ketua Umum Unity of Writer.

 

- Advertisement -

Kedua, menyediakan modul atau buku panduan dengan lengkap yang membahas konsep, peraturan dan manfaat dari pelaksanaan bank desa. Modul tersebut bisa digunakan oleh pendamping nasabah untuk memberikan arahan dalam pelaksanaan bank desa. Di sisi lain, modul tersebut juga bermanfaat untuk digunakan sebagai acuan bersama.

Ketiga, memberikan reward bagi masyarakat yang aktif dalam melakukan aktivitas simpan pinjam di bank desa. Pemberian reward ini dapat dilakukan sebagai daya tarik masyarakat untuk konsisten melakukan hal simpan pinjam dengan tepat waktu. Di sisi lain, dengan pemberian reward ini juga bisa meningkatkan loyalitas nasabah untuk tetap menggunakan bank desa sebagai layanan simpan pinjam.

Keempat, melaksanakan workshop untuk nasabah mengenai strategi atau cara memulai atau memaksimalkan usaha per sektor usaha. Workshop ini cukup penting dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat cara mengoptimalkan usaha agar cepat berkembang. Penyesuaian dengan sektor usaha nasabah juga perlu diperhatikan agar workshop yang digelar dapat diterima dengan baik oleh nasabah sesuai dengan usaha yang sedang digeluti.

Kelima, melakukan pendampingan secara intens kepada nasabah pasca workshop dilakukan. Pendampingan ini bisa dilakukan oleh mentor yang sudah kompeten di bidangnya untuk membantu masyarakat mengoptimalkan usaha yang sedang dijalani. Mentor ini dapat memberikan masukan dan arahan terhadap keberlangsungan usaha nasabah.

Beberapa strategi di atas dapat dilakukan guna memaksimalkan pelaksanaan bank desa agar berjalan dengan lancar dan berkesinambungan. Tentu keberhasilan dari pelaksanaan tersebut tidak akan terlepas dari dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak seperti pemerintah, masyarakat dan pihak lain di dalamnya. Selain itu, peningkatan SDM pelaksana juga dibutuhkan guna memaksimalkan tugas dan fungsi bank desa dengan baik.

Di sisi lain pengawasan dari pemerintah desa sangat diperlukan untuk menjaga agar kinerja dan operasionalisasi bank desa tetap berjalan dan sesuai dengan ketentuan sebagai BUMDes. Yaitu tidak hanya menjalankan bisnis secara ekonomi akan tetapi juga menjalankan bisnis secara sosial.

Inovasi pelaksanaan bank desa memiliki banyak manfaat serta sangat potensial untuk diimplementasikan di daerah perdesaan guna membangun ekonomi masyarakat agar bisa mandiri secara finansial.

 

*) Penulis adalah mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah UIN KHAS Jember dan Ketua Umum Unity of Writer.

 

Kedua, menyediakan modul atau buku panduan dengan lengkap yang membahas konsep, peraturan dan manfaat dari pelaksanaan bank desa. Modul tersebut bisa digunakan oleh pendamping nasabah untuk memberikan arahan dalam pelaksanaan bank desa. Di sisi lain, modul tersebut juga bermanfaat untuk digunakan sebagai acuan bersama.

Ketiga, memberikan reward bagi masyarakat yang aktif dalam melakukan aktivitas simpan pinjam di bank desa. Pemberian reward ini dapat dilakukan sebagai daya tarik masyarakat untuk konsisten melakukan hal simpan pinjam dengan tepat waktu. Di sisi lain, dengan pemberian reward ini juga bisa meningkatkan loyalitas nasabah untuk tetap menggunakan bank desa sebagai layanan simpan pinjam.

Keempat, melaksanakan workshop untuk nasabah mengenai strategi atau cara memulai atau memaksimalkan usaha per sektor usaha. Workshop ini cukup penting dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat cara mengoptimalkan usaha agar cepat berkembang. Penyesuaian dengan sektor usaha nasabah juga perlu diperhatikan agar workshop yang digelar dapat diterima dengan baik oleh nasabah sesuai dengan usaha yang sedang digeluti.

Kelima, melakukan pendampingan secara intens kepada nasabah pasca workshop dilakukan. Pendampingan ini bisa dilakukan oleh mentor yang sudah kompeten di bidangnya untuk membantu masyarakat mengoptimalkan usaha yang sedang dijalani. Mentor ini dapat memberikan masukan dan arahan terhadap keberlangsungan usaha nasabah.

Beberapa strategi di atas dapat dilakukan guna memaksimalkan pelaksanaan bank desa agar berjalan dengan lancar dan berkesinambungan. Tentu keberhasilan dari pelaksanaan tersebut tidak akan terlepas dari dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak seperti pemerintah, masyarakat dan pihak lain di dalamnya. Selain itu, peningkatan SDM pelaksana juga dibutuhkan guna memaksimalkan tugas dan fungsi bank desa dengan baik.

Di sisi lain pengawasan dari pemerintah desa sangat diperlukan untuk menjaga agar kinerja dan operasionalisasi bank desa tetap berjalan dan sesuai dengan ketentuan sebagai BUMDes. Yaitu tidak hanya menjalankan bisnis secara ekonomi akan tetapi juga menjalankan bisnis secara sosial.

Inovasi pelaksanaan bank desa memiliki banyak manfaat serta sangat potensial untuk diimplementasikan di daerah perdesaan guna membangun ekonomi masyarakat agar bisa mandiri secara finansial.

 

*) Penulis adalah mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah UIN KHAS Jember dan Ketua Umum Unity of Writer.

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/