Menindaklanjuti SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di masa pandemi Covid-19, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso merekomendasi lima satuan pendidikan jenjang SMP di Kabupaten Bondowoso untuk melaksanakan uji coba tatap muka terbatas, yang dilaksanakan mulai Senin tanggal 15 Maret 2021. Dikhususkan untuk peserta didik kelas 9 dalam rangka persiapan Ujian Satuan Pendidikan Tahun Ajaran 2020/2021. Tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso Nomor: 421/439/430.9.9/2021 tentang Uji Coba Tatap Muka Terbatas Jenjang SMP Tahun Ajaran 2020/2021 Semester 2 (dua) di Kabupaten Bondowoso.

Pelaksanaan pembelajaran harus memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) Pembelajaran Tatap Muka di Era New Normal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso Nomor: 421/493/430.9.9/2021 serta memperhatikan Rekomendasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bondowoso Nomor: 360/157/430.10.6/2021 tentang Penyelenggaraan Pertemuan. Dalam hal ini bidang pendidikan semaksimal mungkin tetap memenuhi hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan. Kesehatan lahir dan batin peserta didik, pendidik, kepala satuan pendidikan, serta seluruh warga sekolah menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan.

Hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Pengawas SMP di Kabupaten Bondowoso terhadap pelaksanaan uji coba tatap muka terbatas jenjang SMP pada 5 (lima) Satuan Pendidikan dinyatakan berjalan dengan baik dan lancar. Selanjutnya memperluas pelaksanaan tatap muka terbatas pada Satuan Pendidikan Jenjang SD dan SMP mulai Senin tanggal 5 April 2021, diutamakan bagi peserta didik kelas 9 (Sembilan) dan kelas 6 (enam) dalam rangka persiapan Ujian Satuan Pendidikan Tahun Ajaran 2020/2021. Dipaparkan pada Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso Nomor: 421/984/430.9.9/2021 tentang Pelaksanaan Tatap Muka Terbatas Jenjang SD-SMP Tahun Ajaran 2020/2021 Semester 2 (dua) di Kabupaten Bondowoso.

Ditegaskan juga bahwa pembelajaran dari rumah baik dengan metode daring/luring tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya bagi peserta didik yang tidak mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas. Mengambil hikmah dari pandemi Covid-19 pada bidang pendidikan, menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) daring, luring, dan tatap muka dalam mencapai tujuan pendidikan. PJJ daring alternatif kegiatan peserta didik pada saat pembelajaran daring: peserta didik bergabung pada grup WhatsApp mata pelajaran, masuk di Google Classroom (sebagai ruang kelas daring), akses langsung dilaksanakan melalui video conference pada aplikasi WhatsApp video, Webex, Google Meet, Zoom, atau aplikasi lain yang dapat mendukung pembelajaran. Pembelajaran online berisi pendahuluan, inti, dan penutup. Akhir pembelajaran peserta didik diberi tugas dan disetorkan sesuai kesepakatan tenggat.

PJJ luring media pembelajaran di rumah secara luring pada masa belajar dari rumah (BDR) dapat melalui televisi, radio, bahan ajar cetak, modul belajar mandiri dan lembar kerja, serta alat peraga dan media belajar dari benda juga lingkungan sekitar.

Peserta didik mendapat materi dalam bentuk fotokopi, file dokumen/video, mempelajari sesuai arahan guru dan menerima tugas serta mengumpulkan tugas sesuai tenggat yang disepakati. Mengapa harus blended learning (BL)? Kendala pembelajaran daring dan luring adalah interaksi langsung antara peserta didik dengan pendidik tidak maksimal dan kesulitan dalam mengontrol keaktifan serta kedisiplinan peserta didik. Blended learning adalah solusi meminimalisir kelemahan model PJJ, juga merupakan proses pembelajaran yang mengombinasikan pendekatan daring, luring, dan tatap muka.

Kegiatan pembelajaran BL memunculkan interaksi langsung, diskusi, tukar pendapat dengan teman dan pendidik tentang isi pembelajaran. Mengakses e-learning dan kelas virtual, belajar online melalui video dan audio, laboratorium virtual, blog, Youtube, dan berbagai macam portal yang tersedia, seperti guru berbagi dan rumah belajar Kemendikbud.

Perpaduan apik dalam proses pembelajaran selama masa pandemi Covid-19, peserta didik mendapatkan ilmu kecanggihan teknologi, pengalaman belajar lebih bermakna, serta tetap berinteraksi sosial aman juga sehat pada saat daring, luring, dan tatap muka. Saat ini menciptakan pendidikan kecakapan hidup dan pembentukan karakter tanggung jawab lebih berarti. Interaksi langsung antara peserta didik dengan pendidik bisa maksimal dan keaktifan serta kedisiplinan peserta didik dapat dipantau.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim melalui channel YouTube KEMENDIKBUD RI, Jakarta (30/3/2021) mengumumkan sekolah diperkenankan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka terbatas yang dikombinasi dengan pembelajaran jarak jauh untuk memenuhi protokol kesehatan. Solusi pembelajaran blended learning dengan model flipped classroom bisa sebagai salah satu praktik baik untuk mendukung pembelajaran tatap muka terbatas yang dikombinasikan dengan pembelajaran jarak jauh.

Apa itu Flipped Classroom (FC)

Flipped Classroom atau Inverted classroom merupakan salah satu pemanfaatan dan implementasi dari teknologi Pendidikan dalam format BL. Flipped Classroom (kelas terbalik) memiliki konsep dasar apa yang secara tradisional dilakukan di kelas sekarang dilakukan di rumah, dan apa yang secara tradisional dilakukan sebagai pekerjaan rumah (PR) sekarang diselesaikan di kelas.

Pada pembelajaran ini, peserta didik menonton video pembelajaran yang diberikan oleh guru (karya guru itu sendiri ataupun video pembelajaran dari hasil upload orang lain) di rumah untuk menemukan sendiri konsep materi pelajaran sesuai dengan pemahaman masing-masing. Pada saat di kelas, peserta didik memiliki waktu untuk mengerjakan tugas, latihan soal, proyek, ataupun diskusi materi dari video yang dipelajari pada waktu sebelumnya.

Sehingga peserta didik tidak hanya mendapat pembelajaran di dalam kelas saja namun di luar kelas, peserta didik juga dapat mengakses atau melihat materi yang diberikan oleh guru secara berulang-ulang, memunculkan kemandirian belajar dengan memanfaatkan video pembelajaran yang diberikan atau memanfaatkan berbagai aplikasi pembelajaran online yang tersedia sehingga mendukung semangat belajar, sarana dan koneksi internet yang memadai perlu diperhatikan.

 

*) penulis adalah guru SMP Negeri 7 Bondowoso