alexametrics
30.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Globalisasi versus Nasionalisme

Mobile_AP_Rectangle 1

Globalisasi memang sebuah gerbang menuju perdagangan internasional yang tentunya memiliki dampak positif dan negatif. Dunia menjadi satu, apa yang terjadi di dunia akan saling terhubung dan terdampak. Berbagai wilayah dunia bisa terdampak dan dijangkau oleh setiap individu rakyat seperti kita. Semua terhubung, seperti suhu perpolitikan yang memanas, mudahnya terjangkit virus yang berasal dari negara lain, kemudahan beasiswa, pertukaran pelajar, pemenuhan tenaga kerja dunia atau dari sisi perdagangan semakin mudah dan cepat. Semua orang bebas bekerja di mana saja dan kapan pun mereka mau apalagi didukung oleh era perdagangan bebas (Dewi, Analisa Dampak Globalisasi Terhadap Perdagangan Internasional, 2019).

Sekarang mari tengok pendapat para ahli, seperti Roland Robertson dan David Held memaparkan bahwa perkembangan globalisasi sebenarnya bukanlah hal yang baru saja bergulir melainkan sudah dimulai sejak zaman sultan-sultan di abad ke-15 dan berkembang dengan terbentuknya negara di abad ke-17 (Yuniarto, Masalah Globalisasi di Indonesia: Antara Kepentingan, Kebijakan, dan Tantangan, 2015). James Petras dan Henry Veltmeyer menyampaikan bahwa globalisasi dapat diartikan sebagai proses liberalisasi pasar tingkat nasional dan global yang mengarah pada arus bebas perdagangan, modal, dan informasi dengan keyakinan bahwa situasi ini akan menciptakan pertumbuhan dan kesejahteraan manusia (Yuniarto, 2015).

Salah satu ciri penting dalam globalisasi adalah terintegrasinya semua aspek karena semakin majunya teknologi terutama teknologi informasi melalui internet sehingga kita bangsa Indonesia akan berinteraksi dengan dunia yang sudah banyak memberlakukan pasar bebas. Berbagai pasar akan terbuka, teknologi mesin-mesin, dan beragam produk dari luar negeri dengan keunggulan-keunggulan yang kompetitif. Namun, siapkah bangsa Indonesia menghadapi pasar bebas ini? Jawabnya tentu, siap atau tidak siap kita harus menghadapinya. Sebab, globalisasi tidak terelakkan harus di hadapi setiap elemen bangsa.

Mobile_AP_Rectangle 2

Indonesia sebagai negara harus hadir sebagai pelaku di kancah internasional. Sesuai prinsip kerja sama luar negeri Indonesia, yaitu bebas aktif, maka kita turut serta dalam pasar bebas, yaitu bebas menentukan arah politik luar negeri bangsa dengan secara aktif berperan dengan tujuan kemakmuran bangsa. Kebebasan pasar internasional dilaksanakan negara Indonesia dengan diiringi berbagai pembatasan untuk melindungi masyarakat. Baik di bidang kesehatan, ekonomi dan bidang-bidang lain pemerintah melakukan upaya-upaya perlindungan. Yang dapat kita lihat contoh-contoh dari pembatasan kebebasan pasar internasional yaitu pembatasan menggunakan tenaga ahli dari luar negeri apabila di Indonesia terdapat tenaga ahli yang sama, pembatasan impor produk pokok pertanian apabila Indonesia mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri, dan ada juga pembatasan ekspor nikel karena dinilai pelaksanaan kerja sama merugikan negara Indonesia.

Kiprah Indonesia di era globalisasi juga dapat dilihat dari konferensi Internasional G20. Merujuk Britannica, sejarah G20 sendiri dimulai pada 1999 sebagai forum internal pemerintah yang membahas ekonomi strategis antara negara maju dan berkembang. Indonesia secara resmi memegang Presidensi G20 sejak 1 Desember 2021 hingga KTT G20 pada November 2022 mendatang. Anggota G20: Argentina, Australia, Brasil, Kanada, China, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris, dan Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Dengan status sebagai presidensi, Indonesia menjadi faktor strategis secara sistemik dapat memengaruhi perundingan perekonomian global.

Bagaimana pasar bebas harus kita sikapi sebagai masyarakat Indonesia? Gambaran fenomena yang kita alami sehari-hari yaitu semua hal sekarang menggunakan dunia internet. Kemudahan kita mengakses apa pun yang kita butuhkan, kita inginkan dapat segera diwujudkan kita sering ternganga “wah kita bisa membeli barang dari luar negeri dengan harga yang jauh lebih murah dan gratis pengiriman”. Kita tinggal pilih-pilih barang yang kita mau dan satu kali klik maka semuanya akan datang dengan hitungan hari.

- Advertisement -

Globalisasi memang sebuah gerbang menuju perdagangan internasional yang tentunya memiliki dampak positif dan negatif. Dunia menjadi satu, apa yang terjadi di dunia akan saling terhubung dan terdampak. Berbagai wilayah dunia bisa terdampak dan dijangkau oleh setiap individu rakyat seperti kita. Semua terhubung, seperti suhu perpolitikan yang memanas, mudahnya terjangkit virus yang berasal dari negara lain, kemudahan beasiswa, pertukaran pelajar, pemenuhan tenaga kerja dunia atau dari sisi perdagangan semakin mudah dan cepat. Semua orang bebas bekerja di mana saja dan kapan pun mereka mau apalagi didukung oleh era perdagangan bebas (Dewi, Analisa Dampak Globalisasi Terhadap Perdagangan Internasional, 2019).

Sekarang mari tengok pendapat para ahli, seperti Roland Robertson dan David Held memaparkan bahwa perkembangan globalisasi sebenarnya bukanlah hal yang baru saja bergulir melainkan sudah dimulai sejak zaman sultan-sultan di abad ke-15 dan berkembang dengan terbentuknya negara di abad ke-17 (Yuniarto, Masalah Globalisasi di Indonesia: Antara Kepentingan, Kebijakan, dan Tantangan, 2015). James Petras dan Henry Veltmeyer menyampaikan bahwa globalisasi dapat diartikan sebagai proses liberalisasi pasar tingkat nasional dan global yang mengarah pada arus bebas perdagangan, modal, dan informasi dengan keyakinan bahwa situasi ini akan menciptakan pertumbuhan dan kesejahteraan manusia (Yuniarto, 2015).

Salah satu ciri penting dalam globalisasi adalah terintegrasinya semua aspek karena semakin majunya teknologi terutama teknologi informasi melalui internet sehingga kita bangsa Indonesia akan berinteraksi dengan dunia yang sudah banyak memberlakukan pasar bebas. Berbagai pasar akan terbuka, teknologi mesin-mesin, dan beragam produk dari luar negeri dengan keunggulan-keunggulan yang kompetitif. Namun, siapkah bangsa Indonesia menghadapi pasar bebas ini? Jawabnya tentu, siap atau tidak siap kita harus menghadapinya. Sebab, globalisasi tidak terelakkan harus di hadapi setiap elemen bangsa.

Indonesia sebagai negara harus hadir sebagai pelaku di kancah internasional. Sesuai prinsip kerja sama luar negeri Indonesia, yaitu bebas aktif, maka kita turut serta dalam pasar bebas, yaitu bebas menentukan arah politik luar negeri bangsa dengan secara aktif berperan dengan tujuan kemakmuran bangsa. Kebebasan pasar internasional dilaksanakan negara Indonesia dengan diiringi berbagai pembatasan untuk melindungi masyarakat. Baik di bidang kesehatan, ekonomi dan bidang-bidang lain pemerintah melakukan upaya-upaya perlindungan. Yang dapat kita lihat contoh-contoh dari pembatasan kebebasan pasar internasional yaitu pembatasan menggunakan tenaga ahli dari luar negeri apabila di Indonesia terdapat tenaga ahli yang sama, pembatasan impor produk pokok pertanian apabila Indonesia mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri, dan ada juga pembatasan ekspor nikel karena dinilai pelaksanaan kerja sama merugikan negara Indonesia.

Kiprah Indonesia di era globalisasi juga dapat dilihat dari konferensi Internasional G20. Merujuk Britannica, sejarah G20 sendiri dimulai pada 1999 sebagai forum internal pemerintah yang membahas ekonomi strategis antara negara maju dan berkembang. Indonesia secara resmi memegang Presidensi G20 sejak 1 Desember 2021 hingga KTT G20 pada November 2022 mendatang. Anggota G20: Argentina, Australia, Brasil, Kanada, China, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris, dan Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Dengan status sebagai presidensi, Indonesia menjadi faktor strategis secara sistemik dapat memengaruhi perundingan perekonomian global.

Bagaimana pasar bebas harus kita sikapi sebagai masyarakat Indonesia? Gambaran fenomena yang kita alami sehari-hari yaitu semua hal sekarang menggunakan dunia internet. Kemudahan kita mengakses apa pun yang kita butuhkan, kita inginkan dapat segera diwujudkan kita sering ternganga “wah kita bisa membeli barang dari luar negeri dengan harga yang jauh lebih murah dan gratis pengiriman”. Kita tinggal pilih-pilih barang yang kita mau dan satu kali klik maka semuanya akan datang dengan hitungan hari.

Globalisasi memang sebuah gerbang menuju perdagangan internasional yang tentunya memiliki dampak positif dan negatif. Dunia menjadi satu, apa yang terjadi di dunia akan saling terhubung dan terdampak. Berbagai wilayah dunia bisa terdampak dan dijangkau oleh setiap individu rakyat seperti kita. Semua terhubung, seperti suhu perpolitikan yang memanas, mudahnya terjangkit virus yang berasal dari negara lain, kemudahan beasiswa, pertukaran pelajar, pemenuhan tenaga kerja dunia atau dari sisi perdagangan semakin mudah dan cepat. Semua orang bebas bekerja di mana saja dan kapan pun mereka mau apalagi didukung oleh era perdagangan bebas (Dewi, Analisa Dampak Globalisasi Terhadap Perdagangan Internasional, 2019).

Sekarang mari tengok pendapat para ahli, seperti Roland Robertson dan David Held memaparkan bahwa perkembangan globalisasi sebenarnya bukanlah hal yang baru saja bergulir melainkan sudah dimulai sejak zaman sultan-sultan di abad ke-15 dan berkembang dengan terbentuknya negara di abad ke-17 (Yuniarto, Masalah Globalisasi di Indonesia: Antara Kepentingan, Kebijakan, dan Tantangan, 2015). James Petras dan Henry Veltmeyer menyampaikan bahwa globalisasi dapat diartikan sebagai proses liberalisasi pasar tingkat nasional dan global yang mengarah pada arus bebas perdagangan, modal, dan informasi dengan keyakinan bahwa situasi ini akan menciptakan pertumbuhan dan kesejahteraan manusia (Yuniarto, 2015).

Salah satu ciri penting dalam globalisasi adalah terintegrasinya semua aspek karena semakin majunya teknologi terutama teknologi informasi melalui internet sehingga kita bangsa Indonesia akan berinteraksi dengan dunia yang sudah banyak memberlakukan pasar bebas. Berbagai pasar akan terbuka, teknologi mesin-mesin, dan beragam produk dari luar negeri dengan keunggulan-keunggulan yang kompetitif. Namun, siapkah bangsa Indonesia menghadapi pasar bebas ini? Jawabnya tentu, siap atau tidak siap kita harus menghadapinya. Sebab, globalisasi tidak terelakkan harus di hadapi setiap elemen bangsa.

Indonesia sebagai negara harus hadir sebagai pelaku di kancah internasional. Sesuai prinsip kerja sama luar negeri Indonesia, yaitu bebas aktif, maka kita turut serta dalam pasar bebas, yaitu bebas menentukan arah politik luar negeri bangsa dengan secara aktif berperan dengan tujuan kemakmuran bangsa. Kebebasan pasar internasional dilaksanakan negara Indonesia dengan diiringi berbagai pembatasan untuk melindungi masyarakat. Baik di bidang kesehatan, ekonomi dan bidang-bidang lain pemerintah melakukan upaya-upaya perlindungan. Yang dapat kita lihat contoh-contoh dari pembatasan kebebasan pasar internasional yaitu pembatasan menggunakan tenaga ahli dari luar negeri apabila di Indonesia terdapat tenaga ahli yang sama, pembatasan impor produk pokok pertanian apabila Indonesia mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri, dan ada juga pembatasan ekspor nikel karena dinilai pelaksanaan kerja sama merugikan negara Indonesia.

Kiprah Indonesia di era globalisasi juga dapat dilihat dari konferensi Internasional G20. Merujuk Britannica, sejarah G20 sendiri dimulai pada 1999 sebagai forum internal pemerintah yang membahas ekonomi strategis antara negara maju dan berkembang. Indonesia secara resmi memegang Presidensi G20 sejak 1 Desember 2021 hingga KTT G20 pada November 2022 mendatang. Anggota G20: Argentina, Australia, Brasil, Kanada, China, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris, dan Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Dengan status sebagai presidensi, Indonesia menjadi faktor strategis secara sistemik dapat memengaruhi perundingan perekonomian global.

Bagaimana pasar bebas harus kita sikapi sebagai masyarakat Indonesia? Gambaran fenomena yang kita alami sehari-hari yaitu semua hal sekarang menggunakan dunia internet. Kemudahan kita mengakses apa pun yang kita butuhkan, kita inginkan dapat segera diwujudkan kita sering ternganga “wah kita bisa membeli barang dari luar negeri dengan harga yang jauh lebih murah dan gratis pengiriman”. Kita tinggal pilih-pilih barang yang kita mau dan satu kali klik maka semuanya akan datang dengan hitungan hari.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/