Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Curhat Warga Samar Kilang Bener Meriah Aceh: Setelah Antre BBM Kini Giliran Air Bersih

Imron Hidayatullahh • Senin, 26 Januari 2026 | 17:34 WIB
Warga Samar Kilang, Syiah Utama di Bener Meriah yang masih kesulitan air bersih. (Instagram/keber_samar__kilang)
Warga Samar Kilang, Syiah Utama di Bener Meriah yang masih kesulitan air bersih. (Instagram/keber_samar__kilang)

Radar Jember - Kondisi sejumlah wilayah di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, belum bisa pulih setelah banjir bandang disertai tanah longsor pada akhir November 2025 lalu.

Salah satunya Samar Kilang, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, yang warganya kini menghadapi permasalahan baru.

Air bersih untuk kegiatan sehari-hari warga Samar Kilang masih sulit untuk diakses.

Keluar dari Desa untuk Mendapatkan Air Bersih

Kesulitan akses air bersih membuat warga Samar Kilang harus mencari hingga keluar desa.

Hal serupa sempat terjadi ketika warga berbondong-bondong berjalan kaki ke Kampung Kem, Bener Meriah, demi mendapatkan sembako dan BBM.

“60 hari yang lalu, cari minyak ke Kem. Sekarang cari air ke Keken,” dikutip dari unggahan akun Instagram @keber_samar__kilangg pada Senin (26/1/2026).

“Kami butuh air bersih karena air bersih yang dulu sudah habis dibawa banjir dan longsor,” imbuhnya.

Dalam video yang diunggah, tampak sejumlah warga membawa jeriken mengantre demi mendapatkan air bersih.

Air tersebut berasal dari sumur di gunung dan disambung dengan pipa, lokasinya berada di pinggir jalan raya yang sudah rusak karena banjir dan longsor.

Air Bersih untuk Kebutuhan Minum dan Mandi

Menilik dari video lain, perekam membeberkan bahwa air tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak dan mandi.

“Ini kondisi masyarakat Samar Kilang untuk mengambil air bersih untuk minum, mandi, dan memasak. Luar biasa ya,” ucapnya.

“Kalau kemarin mencari minyak ke Kem, sekarang kami harus mencari air ke Keken. Aduh, beda tipis sih Kem dan Keken,” lanjutnya sambil bergurau.

Tak hanya warga, relawan tenaga kesehatan (nakes) juga turut mengaku kesulitan mendapatkan air bersih.

“Air adalah sumber kehidupan, bayangkan ada pasien rawat gimana? Dokter relawan dan nakes berjuang mengambil air di tengah hutan,” dikutip dari keterangan pada unggahan akun yang sama.

“Kalau dulu ngambil minyak ke Kem, sekarang masyarakat Samar Kilang harus mengambil air ke daerah Keken. Ada ini setengah jam untuk mengambil air minum, mandi. Luar biasa,” tukasnya.

Terlihat dari video, para nakes membawa beberapa jeriken dan bak menggunakan mobil ambulans.

Penanganan Banjir di Bener Meriah

Dua bulan pascabanjir, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bener Meriah mencatat sebanyak 2.116 masyarakat masih mengungsi akibat banjir bandang dan tanah longsor.

Para pengungsi tersebar di lima kecamatan dari sepuluh kecamatan yang ada, yakni di Kecamatan Pintu Rime Gayo sebanyak 431 pengungsi, Timang Gajah 1.166 pengungsi, Gajah Putih 84 pengungsi, Wih Pesam 319, dan Mesidah 116 pengungsi.

Pembangunan hunian sementara (huntara) pun terus dilakukan dengan target bisa segera ditempati sebelum Ramadan.

Lebih lanjut, ada sebanyak 914 huntara yang sedang dibangun di 35 titik di 10 kecamatan, yaitu yaitu Bandar, Bener Kelipah, Bukit, Gajah Putih, Mesidah, Permata, Pintu Rime Gayo, Syah Utam, Timang Gajah, dan Wih Pesam.

Editor : Imron Hidayatullahh
#Banjir dan Longsor Aceh dan Sumatera #bencana aceh sumbar sumut #bener meriah #Pascabanjir Aceh