Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Area Persawahan Dipenuhi Lumpur Setinggi Pinggang, Begini Usaha Petani Aceh Utara Terus Menanam Padi

Imron Hidayatullahh • Minggu, 25 Januari 2026 | 17:54 WIB
Kondisi persawahan warga yang dipenuhi sisa lumpur bekas banjir akhir November 2025. (Instagram/paseimages)
Kondisi persawahan warga yang dipenuhi sisa lumpur bekas banjir akhir November 2025. (Instagram/paseimages)

Radar Jember - Banjir bandang yang menerjang Aceh pada akhir November 2025 lalu memberi perubahan di lingkungan terdampak.

Seperti permukiman dan area persawahan milik warga yang kini memiliki ketinggian tanah berbeda dari sebelum banjir datang.

Banjir yang datang menerjang membawa lumpur yang sekarang mengendap, sehingga membuat permukaan tanah pun ikut naik.

Tanam Padi di Sawah yang Terendam Lumpur

Viral di media sosial, sejumlah petani di Gampong Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, menanam padi di sawah yang kini terendam lumpur pascabanjir.

“Lumpur sepinggang pascabanjir di Aceh Utara. Tanam padi atau mandi lumpur?” dikutip dari unggahan Tiktok @paseimages pada Minggu (25/1/2026).

Video yang sudah diputar lebih dari 320 ribu kali penayangan itu menunjukkan beberapa petani yang susah payah menanam padi di lumpur yang tinggi.

Terlihat tanaman padi ditanam tepat setinggi pinggang para petani, menunjukkan tingginya endapan lumpur bekas banjir dua bulan lalu.

Respons Positif Warganet

Mengintip dari kolom komentar, warganet mengungkapkan kekaguman bahkan apresiasi kepada para petani yang mulai beraktivitas normal.

Beberapa komentar dari warganet seperti, “Ya Allah, begitu berat perjuangan petani, semoga diberi hasil yang melimpah,” tulis akun @nir*******_

 

“Semoga lumpurnya membawa kesuburan dan hasil berlimpah,” tulis akun @ikh*******i

Penanganan Pascabanjir di Aceh Utara

Belum lama ini, Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi memberi kritikan kepada penanganan banjir di Kabupaten Aceh Utara.

Menurutnya, pembersihan lumpur dan tumpukan kayu di beberapa daerah di kabupatennya itu masih menjadi PR besar.

Selain persoalan lumpur dan kayu, Tarmizi juga menyoroti pembangunan hunian sementara (huntara).

Pembangunan huntara perlu dikebut untuk bisa rampung dan ditempati oleh warga terdampak sebelum 18 Februari 2026, di mana umat Islam akan masuk bulan Ramadan.

Sementara itu, korban di Aceh Utara akibat banjir bandang dan tanah longsor November 2025 lalu tercatat 345 orang meninggal dunia, 6 orang masih hilang, dan lebih dari 33 ribu orang mengungsi yang tersebar di 12 kecamatan.

Editor : Imron Hidayatullahh
#banjir bandang Aceh Sumbar Sumut #aceh utara #Pascabanjir Aceh