RADAR JEMBER – Wacana bahwa pemerintah akan membuka seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2026 dan menghentikan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) memunculkan harapan baru bagi tenaga PPPK dan pekerja paruh waktu.
Mereka berharap memperoleh prioritas dalam pengisian formasi CPNS mendatang.
Ketua Umum Aliansi Merah Putih, Fadlun Abdillah, menyampaikan bahwa seleksi CPNS 2026 sebaiknya tidak hanya ditujukan kepada lulusan baru (fresh graduate), tetapi juga memberi peluang bagi tenaga PPPK yang telah mengabdi.
Menurutnya, kesempatan ini penting sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka.
“Informasi yang kami terima, tahun depan hanya formasi CPNS yang dibuka. Mudah-mudahan PPPK dan PPPK paruh waktu diprioritaskan untuk mengisi formasi CPNS,” ujar Fadlun Abdillah kepada JPNN.com, Minggu (30/11).
Di sisi lain, Direktur Jenderal Guru Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru (GTKPG) Kemendikdasmen, Prof Nunuk Suryani, menyatakan dukungannya terhadap rencana fokus rekrutmen CASN 2026 pada formasi CPNS.
Ia menegaskan bahwa khusus untuk sektor pendidikan, formasi guru CPNS 2026 akan diarahkan bagi lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Nunuk juga mengungkapkan bahwa Mendikdasmen Abdul Mu’ti menginginkan lebih banyak guru berstatus ASN PNS, bukan PPPK.
“Untuk guru CPNS baru memang diarahkan kepada lulusan PPG. Pak Mendikdasmen juga ingin guru itu PNS, bukan kerja kontrak,” jelasnya.
Meski demikian, hingga saat ini Kemendikdasmen belum mengajukan usulan formasi guru CPNS 2026.
Proses pengusulan formasi masih menunggu jadwal resmi tahapan seleksi dari Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) CASN.
Nunuk memperkirakan pengajuan kebutuhan formasi bisa dilakukan pada tahun depan.
“Kemungkinan tahun depan baru ada pengusulan kebutuhan formasi guru CPNS 2026,” pungkasnya.
Nama : Muhammad Robitunni’am
Editor : M. Ainul Budi