SURABAYA, RADARJEMBER.ID - Susanto hendak melamar ke klinik kesehatan PT Freeport Indonesia, itu dilakukan oleh dokter gadungan tersebut sebelum kotrak di klinik Occupational Health and Indonesia (OHIH) PT.Pelindo Husada Citra (PHC) berakhir.
Memakai identitas dokter lain, yaitu dokter Anggi Yurikno (AY), hal itu dilakukan Susanto sang dokter gadungan sebelum mendaftar.Temuan itu disampaikan Aziz Asopari, ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bandung.
Menurut Aziz, ia dilapori Anggi, dokter di Rumah Sakit Umum (RSU) Karya Pangalengan Bhakti Sehat, Bandung.Dokter Anggi sebelum itu memperoleh informasi dari teman dia sesama dokter bekerja di klinik PT Freeport.
”Setelah lamaran masuk, ada teman dokter AY yamenanyakan apakah betul melamar di Freeport. Ternyata nama dokter AY dipakai Susanto,” ungkap Aziz kemarin (14/9).IDI kemudian menelusuri temuan tersebut.
Hingga kemudian, didapati fakta bahwa Susanto menggunakan identitas dokter Anggi untuk bekerja di klinik PT PHC di Cepu, Blora, Jawa Tengah.Saifuddin Jamil , Ketua IDI Blora mengatakan, nama dokter Anggi dipakai Susanto untuk bekerja di Cepu.
Hal itu tidak tercatat di IDI Blora.Sebab, PHC tidak melaporkan praktik Susanto kepada IDI. ”Karena klinik PHC juga tidak terdaftar di Dinkes Blora,” ucap Saifudin.Sementara itu Telogo Wisnu, Wakil Sekjen Pengurus Besar (PB) IDI menjelaskan, Susanto berpraktik sebagai dokter gadungan sejak 2006.
Susanto memulai sebagai dokter di salah satu rumah sakit di Grobogan, Jawa Tengah. Selama tiga tahun di sana, Susanto juga aktif sebagai dokter di Palang Merah Indonesia (PMI).Susanto muncul lagi dengan menjadi dokter kandungan di rumah sakit di Kandangan, Kalimantan Selatan.
Perbuatan Susanto terungkap setelah lima hari bekerja. Sebab, dia terlihat gugup saat akan melakukan operasi.”Ketika akan operasi, dia tidak seperti dokter lain. Perawat curiga. Pihak rumah sakit menghubungi polisi,” jelas Telogo. (*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Jawa Pos
Sumber Berita:JawaPos.com
Editor : Safitri