BACA JUGA : Turunkan Angka Perkawinan Anak
”Daripada Mas (Judistira) dibawa bolak-balik, mending saya yang tidur di sini,” ucapnya, Jumat (9/9). Dalam kondisi mengandung anak pertamanya, Oza masih mampu menyambut salam dari kerabat yang hadir. ”Mohon doanya ya untuk Mas, juga buat saya dan anak,” tutur Oza.
Tak banyak tangis yang keluar dari matanya. Lebih banyak tersenyum saat mengenang kesabaran dan kebaikan sang suami. ”Mas itu baik, bahkan nggak ada ’tapi’-nya. Sabarnya tidak berujung. Pintar banget,” sambung perempuan yang sedang mengandung 9 bulan itu.
Judis merupakan lulusan SMAN 2 Bondowoso yang melanjutkan pendidikan di Akademi Angkatan Laut (AAL) 2013. Kepandaian Judis tak diragukan. Oza mengatakan, Judis menjadi satu-satunya penerbang di angkatan akademi.
Anak pertama pasangan Joni Suwito dan Endang Deri tersebut sudah biasa latihan terbang setiap hari. ”Mas memang sering terbang, tiap hari rasanya. Tapi, selalu sebentar, tiap chat selalu sudah online lagi,” jelasnya.
Namun, kejadian Rabu (7/9) itu agak berbeda. Judis mematikan ponselnya lebih lama dari biasanya. ”Mungkin ada tugas tambahan. Sampai beberapa saudara ada yang tanya apa Judis sedang terbang karena ada insiden,” kenang Oza .
Pesawat udara G-36 Bonanza T-2503 jatuh saat berlatih di Alur Pelayaran Surabaya Barat (APSB) atau di perairan Selat Madura. Jenazah Judis bersama kopilot Letda Laut (P) Dendy Kresna Bhakti ditemukan pada Kamis (8/9) di kedalaman 14 meter di bawah permukaan laut.
Upacara pemakaman jenazah pilot dan kopilot pesawat latih G-36 Bonanza T-2503 berlangsung khidmat kemarin (9/9). Suasana mendung mengiringi kepergian Judistira dan Letda Laut (P) Dendy Kresna Bhakti di Taman Makam Bahagia di Dusun Gebang, Cemandi, Sedati.
Istri Letda Laut (P) Dendy Kresna Bhakti, yaitu Imas Meliani, hadir bersama rombongan keluarga. Wanita yang juga merupakan perwira TNI-AL berpangkat letda itu tampak cukup tegar untuk mengantarkan sang suami ke tempat peristirahatan terakhir.
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono yang hadir turut memberikan karangan bunga di atas nisan kedua jenazah dan penghormatan terakhir untuk kedua perwira TNI-AL itu. ”Kita semuanya berduka atas meninggalnya kedua perwira terbaik TNI-AL saat melaksanakan tugasnya,” ujar Yudo selepas pemakaman.
Sesuai dengan amanah dari Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, kedua perwira yang gugur dalam melaksanakan tugas itu akan diberi kenaikan pangkat. Lettu Laut (P) Judistira Eka Permady akan naik satu pangkat menjadi kapten laut. Sedangkan Letda Laut (P) Dendy Kresna Bhakti naik menjadi lettu laut.
Lettu Laut (P) Dendy Kresna Bhakti sempat mengenyam pendidikan militer di Sekolah Penerbang PSDP TNI pada 2018. Pria kelahiran Lhokseumawe, Aceh, pada 1996 itu gugur dan meninggalkan istri serta seorang anak yang masih kecil. (*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Dimas Maulana/Jawa Pos
Sumber Berita:jawapos.com
Editor : Safitri