https://radarjember.jawapos.com/nasional/24/07/2022/layanan-warehouse-bisa-turunkan-tarif-logistik-pt-pos-dari-ikn-30-persen/
Direktur Bisnis Kurir dan Logistik Pos Indonesia Siti Choiriana menjelaskan, perkembangan kurir perempuan ternyata membuka peluang baru dalam bisnis logistik, mengingat 52 persen dari 64 juta UMKM di Indonesia dimiliki oleh perempuan.
"Dulu orang berpikir kurir itu harus laki-laki, tetapi dengan perkembangannya pada saat kami menyadari market UMKM ini dominannya 52 persen dari UMKM di Indonesia adalah perempuan," kata Choiriana atau Ana, saat dikonfirmasi Antara di Jakarta, Minggu.
Ana menjelaskan kurir perempuan sangat dimungkinkan menjalankan bisnis logistik mengantar paket.
Hal itu karena paket-paket yang dikirimkan oleh UMKM umumnya tidak lebih dari 1-2 kilogram, sehingga dianggap tidak terlalu membebani kurir perempuan.
Selain itu, interaksi kepada pelanggan (engagement) juga dinilai lebih baik dilakukan perempuan, karena berhubungan dengan pelaku UMKM yang juga ibu-ibu.
"Bahkan, mereka bisa turut membantu mengemas paket itu sebelum disampaikan ke pelanggan, bisa mempelajari hal baru dari UMKM tersebut, sehingga memiliki efek berlipat (multiplier effect) luar biasa," katanya.
Bahkan Ana mencontohkan, salah satu anggota O-Ranger Mawar asal Jepara yang bisa mengumpulkan omzet sebesar Rp 20 juta per bulan. Hal itu karena Pos Indonesia memberikan upah pendapatan sebesar 10 persen untuk setiap pengiriman.
"Di Jepara ada kurir perempuan, omzetnya bisa Rp 14 juta sampai Rp 20 juta, jadi semua barang yang dikirimkan nilainya mencapai Rp 200 juta. Awalnya dia ibu rumah tangga, kemudian pandemi dituntut bisa bekerja lebih," katanya.
Saat ini, O-Ranger Mawar sudah memiliki lebih dari 2.000 anggota yang tersebar di 514 kabupaten/kota. Kini, Pos Indonesia berupaya menggaet pelaku UMKM perempuan tidak hanya di kota besar, tetapi juga di kota kedua karena masih banyak pelaku UMKM yang belum tersentuh layanan O-Ranger Mawar. (*)
Editor : Yerri Arintoko Aji
Foto : ANTARA/Mentari Dwi Gayati
Sumber Berita : Antara Editor : Maulana Ijal