Kapolsek Silo AKP Suhartanto mengungkapkan, sebenarnya pencari madu mengetahui keberadaan jasad wanita itu pada, Sabtu (16/7) kemarin. Namun karena medan menuju lokasi sangat sulit, sehingga proses evakuasi baru bisa dilakukan hari ini, Minggu (17/7).
Saat ditemukan, tak identitas apapun yang melekat di tubuh korban. Namun, diperkirakan, perempuan itu berusia 25 tahun dengan ciri-ciri kulit kuning langsat, rambut hitam sebahu dan tinggi badan sekitar 155 meter. Selain itu, di tubuh korban juga masih melekat kaus berwarna putih.
BACA JUGA: Lelaki Asal Panti Ditemukan Meninggal di Sukorambi
Menurut dia, pada saat ditemukan, mayat dalam keadaan terlentang. Bagian atas mengenakan kaus putih, sementara bagian bawah telanjang. Di dekat mayat ditemukan kemeja kotak-kotak warna merah hitam, serta dua buah celana dalam perempuan. Kondisi mayat mengalami pembusukan akut.
“Bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya bisa segera melapor. Sekarang, jenazah kami bawa ke kamar mayat RSD dr Soebandi,” terang Suhartanto.
Mantan Kapolsek Tempurejo ini membeberkan, penemuan mayat ini bermula ketika pencari madu menempuh jalan setapak melalui jalur Palongan. Ketika melintas ini dia mencium bau bangkai. Merasa penasaran, pencari madu ini berupaya mencari asal bau tersebut. Dan setelah ditelusuri ternyata berasal dari bawah tebing. “Saat didekati, ternyata ada sesosok mayat di bawah tebing dengan kedalaman antara 10 hingga 15 meter,” ujar Suhartanto.
Kaget dengan apa yang dia lihat, pencari madu ini segera menghubungi ketua RT dan perangkat Desa Mulyorejo dan diteruskan ke Polsek Silo. Menindaklanjuti laporan itu, kepolisian bersama perangkat desa setempat mendatangi TKP di hari penemuan. Namun, lantaran medan yang cukup jauh di dalam hutan dan mayat berada di bawah tebing, sehingga mayat belum bisa dievakuasi. “Kami kemudian menghubungi Basarnas meminta bantuan untuk mengevakuasi mayat,” jelasnya.
Tim Basarnas bersama kepolisian setempat dibantu relawan dari unsur warga, akhirnya berhasil mengevakuasi mayat tersebut. Proses evakuasi berlangsung cukup lama dan memakan waktu hingga 10 jam. “Proses evakuasi berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Setelah evakuasi selesai, mayat kami bawa ke RSD dr Soebandi,” tuturnya.
Sejauh ini, kepolisian belum menyimpulkan apapun terkait penemuan mayat tersebut. Karena masih dalam tahap penyelidikan. Untuk menemukan petunjuk awal, Polsek Silo juga telah menghubungi Tim Inafis Polres Jember untuk melakukan penyelidikan di TKP. “Kami masih melakukan penyelidikan, semoga saja ada titik terang,” pungkasnya. (*)
Reporter: Jumai
Foto : Polsek Silo for Radar Jember
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal