Menilik peristiwa yang terjadi belakangan, belum genap dua pekan sudah terjadi dua kali longsoran. Paling parah terjadi, Sabtu (2/7) lalu. Kala itu, tebing jalan sepanjang 23 meter dengan ketinggian 35 meter longsor. Longsoran berikutnya terjadi kemarin siang.
Akibatnya, jalur Jember - Banyuwangi sempat tersendat. Sebab, sebagian jalan tertutup material yang ambrol bersama pohon ke tengah jalan. Para pengendara pun diimbau agar lebih waspada dan berhati-hati. Karena longsor susulan masih memungkinkan terjadi.
BACA JUGA: Baru Seminggu Digarap, Plengseng Penahan Tebing Gumitir Ambrol Lagi
“Khusus untuk kendaraan besar dengan muatan berat, seperti tronton dan truk gandeng harus ekstra waspada. Karena jika melihat kondisi tebing di sepanjang Gumitir, ada beberapa titik yang masih rentan terjadi longsoran,” kata AKP Suhartanto, Kapolsek Silo, Rabu (13/7).
Mengantisipasi bencana serupa yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Jember, Muspika Silo, dan Relawan Gumitir. Ketika sewaktu-waktu terjadi longsoran, pihaknya sudah siap untuk melakukan pembersihan. “Semoga saja tidak sampai terjadi longsoran. Namun, kami tetap mengimbau agar semuanya hati-hati,” ujarnya.
Mantan Kapolsek Tempurejo ini menambahkan, biasanya longsor itu terjadi ketika hujan turun cukup deras dan lama. Maka, dia pun meminta para pengendara baik dari arah Jember maupun Banyuwangi, berhenti lebih dulu ketika hujan deras itu terjadi. “Sebaiknya tunggu sampai hujan reda dulu. Karena pada saat hujan deras biasanya diikuti dengan longsor. Mengingat tanah di bagian atas tebing sudah gembur sehingga rawan longsor,” pungkasnya. (*)
Reporter: Jumai
Foto : Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal