Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kok Bisa Dua Negara Memiliki Warna Bendera Sama?

Alvioniza • Selasa, 26 April 2022 | 01:33 WIB
Bendera Merah Putih atau kerap disebut Sang Dwi Warna Terinspirasi dari warna bendera kerajaan Majapahit
Bendera Merah Putih atau kerap disebut Sang Dwi Warna Terinspirasi dari warna bendera kerajaan Majapahit
JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Ini memang fakta dan ada di dunia, Indonesia dan Monako memiliki kesamaan warna dalam hal bendera, bahkan  Monako sempat sedikit protes mengapa Indonesia memakai bendera merah-putih. Negara kecil di Eropa barat itu mengklaim, lebih dulu menggunakan bendera warna merah-putih semenjak 4 April 1881. 

Menurut American Flags, bendera Monako secara resmi disahkan menjadi bendera negara tanggal  4 April 1881, dilakukan oleh Pangeran Monako Charles III saat itu.Jauh dari peresmian itu, warna merah-putih sudah digunakan sebagai warna bendera Monako sejak 1297. Francesco Grimaldi, keturunan Italia berhasil merebut kemerdekaan dari koloni Genoa pada 1297.

Simbol negara pun dibentuk untuk mewakili wilayah dinasti Grimaldi, lantas dinamakan House of Grimaldi. Dengan sebuah moto Deo Juvante, memiliki arti Dengan Bantuan Tuhan dalam bahasa Latin.

Ada rangkaian pola wajik dalam simbol tersebut dan itulah asal-usul penentuan warna bendera Monako. Warna merah-putih itu juga sebenarnya diambil dari warna bendera Genoa yang merupakan salib St. George. Dari sinilah asal muasal Monako mengklaim bahwa bendera negara tersebut merupakan bendera tertua di dunia, yaitu pada 1297.

Sementara Indonesia secara resmi menggunakan pertama kali bendera merah-putih untuk momen kemerdekaan 17 Agustus 1945, penggunaan warna merah-putih digunakan dalam bendera Indonesia terinspirasi dari warna bendera Kerajaan Majapahit dan saat itu memiliki sembilan garis merah-putih yang terdiri atas lima garis merah dan empat garis putih horizontal.

Bendera Kerajaan Majapahit kala itu disebut dengan Sang Saka Getih-Getah Samudra atau disebut juga Sang Saka Gula Kelapa, dikibarkan sebagai panji kemenangan pasukan Raden Wijaya pada pertempuran pertama melawan pasukan Dinasti Yuan dari Tiongkok.Dalam Prasasti Butak, Sang Saka Getih-Getah Samudra kali pertama tercatat dikibarkan pada 1292, lima tahun lebih tua dibandingkan Monako. (*)

 

Penulis: Winardyasto
Foto: JIBI/Solo Pos/Antara/Aditya Pradana Putra
Sumber Berita: Solo Pos Editor : Alvioniza
#Budaya