Korban ditemukan meninggal oleh teman kerjanya, Candra, warga Desa/Kecamatan Puger. Kala itu, pemuda 35 tahun ini sedang bersama korban dan Imron, temannya yang lain. Ketiga lelaki ini memang bekerja menjaga tanaman semangka di sawah milik Salam. Namun, ketika hujan turun hanya korban saja yang berteduh di gubuk.
“Tiba-tiba ada petir menyambar korban. Sampai-sampai bambu dan pohon besar yang ada di sekitar gubuk tersebut mengelupas. Seketika itu, saya langsung melapor ke warga yang tidak jauh dari lokasi,” katanya.
Menurutnya, sambaran geledek itu cukup keras. Bahkan, korban sampai terlempar dari gubuk tersebut. “Kayu besar yang disambar petir juga mengelupas. Dan bambu penyangga guubuk hancur,” pungkas Candra.
Kapolsek Jenggawah AKP Subagio menjelaskan, korban meninggal murni kecelakaan akibat disambar petir. Dan di tubuhnya tak ditemukan luka bekas penganiayaan. Pihaknya pun mengimbau kepada warga, bila terjadi hujan deras disertai petir agar pulang saja. “Karena belakangan ini curah hujan masih tinggi. Dan kerap disertai petir,” pungkas mantan Kapolsek Sukowono ini. (*)
Reporter: Jumai
Fotografer: Polsek Jenggawah for Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal